Komite Wasit Apresiasi Prosedur Penghentian Pertandingan

Jakarta: Anggota Komisi Wasit Indonesia, Purwanto, mengapresiasi langkah yang diambil PSSI untuk menghentikan pertandingan jika ada nyanyian atau koreografi yang berbau SARA, bermuatan politis, dan menghina. Menurutnya, hal tersebut bagus untuk mencegah terjadinya gesekan antarsuporter di stadion.

“Rasis di sepak bola memang tidak boleh, sejak dulu dilarang. Prosedur penghentian ini bagus untuk mencegah kebencian antarsuporter,” ujar Purwanto ketika dihubungi medcom.id, Jumat (12/10) sore tadi.

Baca juga: Cegah Perselisihan di Stadion, PSSI bakal Menghentikan Pertandingan

Ia mengatakan bahwa liga manapun di dunia harus menaati aturan federasi. “Dulu belum ada aturan penghentian pertandingannya. Tapi di liga manapun di dunia ini harus menaati aturan federasi,” lanjut Purwanto.

Exco PSSI sebelumnya merilis prosedur penghentian pertandingan liga Indonesia. Pengentian laga dilaksanakan jika ada nyanyian atau koreografi yang mengandung SARA, politik, dan hinaan.

Baca juga: Penjelasan Exco PSSI terkait Isu Penghentian Pertandingan

Wasit berhak memberikan tiga peringatan kepada penonton atau suporter. Tapi jika masih ada nyanyian atau koreografi bernada SARA, politis, dan penghinaan maka wasit berhak menghentikan permainan dan menyatakan pertandingan telah selesai.

Video: Peran Relawan di Asian Para Games 2018

(ACF)