Terkait Koreografi Provokatif, Ini Tanggapan PSSI

Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono (kanan) saat menemani Ketum PSSI Edy Rahmayadi (Foto: M. Rizky Adhestian/Medcom.id)

Jakarta: Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, menolak mengklarifikasi terkait koreografi provokatif yang sempat terpampang jelas pada laga Liga 1 Indonesia 2018 antara Persib Bandung kontra Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Bandung, 23 September 2018 lalu.

Sebuah koreografi tiga dimensi dibentangkan di tribun timur GBLA oleh suporter tuan rumah. Koreografi itu dimunculkan sesaat sebelum kick off. 

Pada koreografi tersebut menggambarkan aksi sebuah pasukan yang baru saja melukai leher dari seorang yang menggunakan baju oranye. Entah kebetulan atau tidak, warna kebesaran Persija adalah oranye.

FIFA selaku induk sepak bola terbesar sudah melarang tindakan yang berbau provokatif. Berdasarkan panduan peraturan keselamatan pertandingan yang dibuat FIFA, penyelenggara pertandingan bertanggung jawab atas hal tersebut.


Koreografi suporter Persib yang bersifat provokatif (Foto: AFP/Timur Matahari)

Ketika ditemui untuk dimintai keterangan soal koreografi provokatif tersebut oleh tim Medcom.id, Joko menjawab: “Semua pertanyaan Anda, Anda sudah tahu jawabannya.”

Seperti yang tertera pada pasal 28 B ayat 1 FIFA:
b) tindakan provokatif, agresif, rasisme
1. Penyelenggara pertandingan harus menjamin bekerja sama dengan otoritas keamanan lokal di stadion atau sekitarnya langsung, pendukung atau suporter tidak bertindak secara provokatif atau agresif. Ini termasuk, misalnya, provokasi verbal yang tidak dapat diterima atau agresi terhadap pemain, pertandingan resmi atau pendukung lawan, rasis prilaku dan spanduk dan bendera yang memiliki slogan bersifat provokatif atau agresif. Jika tindakan tersebut muncul, penyelenggara pertandingan dan/atau keamanan harus mengintervensi dan segera menyiingkirkan sifat ofensif apa pun. Pihak panitia juga harus menarik perhatian polisi terhadap tindak kejahatan yang serius, termasuk penghinaan rasis, untuk mengusir si pelanggar dari stadion.

Pada kenyataanya, tidak ada panitia penyelenggara atau pihak keamanan yang menurunkan koreografi tak senonoh tersebut. Bahkan sempat tersorot beberapa kali oleh stasiun televisi yang menyiarkan pertandingan yang dimenangkan Persib dengan skor 3-2.

Edy Rahmayadi: Bila Perlu Kita Bubarkan Liga Indonesia

(FIR)