Tandang ke PSS, Kalteng Putra Waspadai El Loco dan Tekanan Suporter

Sleman: Kalteng Putra akan menghadapi PSS Sleman pada pekan ke 18 Liga 2 di Stadion Maguwoharjo Sleman, Yogyakarta, Selasa, 25 September 2018. Kehadiran pemain senior Cristian ‘El Loco’ Gonzales dan tekanan suporter akan jadi tantangan buat klub asal Pulau Borneo ini. 

Pelatih Kalteng Putra, Kas Hartadi telah menyiapkan 18 pemainnya untuk meladeni PSS Sleman. Ia menilai, semua pemain PSS harus diwaspadai, khususnya El Loco. 

Meski sudah berusia 41 tahun, pergerakan tanpa bola Gonzales kerap membahayakan tim lawan. “Semua pemain (PSS) Sleman memiliki kekuatan merata. Apalagi Gonzales. Semua tahu dia goal geater,” kata Kas Hartadi di Stadion Maguwoharjo Sleman, Senin, 24 September 2018. 
 

Baca: Piala Asia U-16: Indonesia Hanya Bermain Imbang dengan Vietnam

Ia memastikan sudah menginstruksikan pemainnya untuk mengawal Gonzales. Selain itu, tak ada masalah pemain yang mengalami cedera atau akumulasi kartu. 

Kas Hartadi juga menilai tekanan suporter PSS akan bisa menyulitkan timnya. Setidaknya, lebih dari 20 ribu suporter hampir selalu memadati Stadion Maguwoharjo saat PSS bermain kandang. 

“Kami datang ke sini (Stadion Maguwoharjo) untuk curi poin saja. Saya sudah bilang ke pemain soal suporter untuk persiapan mental,” ujarnya. 
 

Baca juga: Evaluasi Fachri Husaini usai Timnas U-16 Diimbangi Vietnam

Ia mengakui, timnya belum aman untuk bisa lolos ke babak delapan besar Liga 2. Meskipun, kini Kalteng Putra bercokol di peringkat ketiga klasemen sementara Liga 2 dengan perolehan 30 poin. 

Di sisi lain, tim tuan rumah PSS berada di peringkat kedua dengan nilai 34. Perolehan nilai PSS dengan pemuncak klasemen sementara Madura FC sama, namun Madura FC unggul head to head. 

Untuk mengamankan peluang lolos ke babak delapan besar, Kas Hartadi berharap timnya bisa memenangi tiga laga kandang terakhir. Tiga lawan yang bakal mereka hadapi yakni Blitar United, PSIM Yogyakarta, dan Persiwa Wamena. “Kita ingin sapu bersih tiga laga home,” kata dia. 

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Ketum PSSI Kecam Insiden Tewasnya Suporter Persija

(ACF)

Serang Wasit, Pemain Persiwa Dihukum Seumur Hidup

Jakarta: Komite Disiplin PSSI telah melakukan sidang terkait pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di kancah sepak bola tanah air. Sidang tersebut digelar Sabtu 22 September.

Laga Persegres Gresik United melawan Persiwa Wamena menjadi sorotan pada sidang Komdis tersebut. Pertandingan Liga 2 yang berlangsung pada Minggu 15 September lalu, paling banyak menghadirkan pelanggaran.

Sebanyak tujuh pemain dinyatakan bersalah karena telah melakukan tindakan kekerasan terhadap wasit. Hukuman terparah menimpa Aldo Claudio yang terbukti telah mendorong, memukul, dan menendang wasit.

Atas perbuatannya, Aldo dilarang beraktivitas sepak bola di lingkungan PSSI seumur hidup. Sementara enam pemain Persiwa lainnya rata-rata dihukum 12 bulan beraktivitas di lingkungan PSSI.

Tak hanya para pemain, Persiwa yang pada laga melawan Persegres kalah 1-2 juga harus membayar denda. Klub asal Papua itu harus membayar denda sebesar Rp50 juta.

Di kompetisi Liga 1 Indonesia, beberapa klub besar juga terjerat sanksi dari PSSI. Mereka adalah Persebaya Surabaya dan Persib Bandung.

Persebaya mendapatkan denda sebesar Rp70 juta. Sanksi tersebut diberikan saat Bajul Ijo menjamu PS Tira. Ketika itu terdapat suporter yang menyalakan flare dan pelemparan saat pertandingan.

Sedangkan Persib Bandung juga mendapat sanksi sebesar Rp50 juta, karena gagal menghalangi suporternya melakukan pelemparan botol ketika laga Maung Bandung kontra Arema pada 13 September.

Berikut Hasil Sidang Komite Disiplin, 22 September 2018
1. Pemain Persib Bandung – Patrich Wanggai
– Nama kompetisi: Liga 1 2018
– Pertandingan: Mitra Kukar vs Persib Bandung
– Tanggal kejadian: 10 Agustus 2018
– Jenis pelanggaran: Menginjak Pemain Mitra Kukar
– Hukuman: Sanksi larangan bermain sebanyak 3 (tiga) kali dan denda Rp. 10.000.000

2. Blitar United
– Nama kompetisi: Liga 2 2018
– Pertandingan: Blitar United vs Persiba Balikpapan
– Tanggal kejadian: 4 September 2018
– Jenis pelanggaran: 5 (lima) Kartu Kuning dalam satu pertandingan
– Hukuman: Sanksi denda Rp. 25.000.000

3. Pemain PSBS Biak
– Nama kompetisi: Liga 2 2018
– Pertandingan: PSIM Yogyakarta vs PSBS Biak
– Tanggal kejadian: 5 September 2018
– Jenis pelanggaran: Tindakan tidak sportif
– Hukuman: Sanksi larangan bermain sebanyak 2 (dua) kali dan denda Rp. 10.000.000

4. Persiwa Wamena
– Nama kompetisi: Liga 2 2018
– Pertandingan: Persiwa Wamena vs PS. Mojokerto Putra
– Tanggal kejadian: 10 September 2018
– Jenis pelanggaran: Pelemparan ke arah bench PS. Mojokerto Putra
– Hukuman: Sanksi Denda Rp. 25.000.000,-

5. PS. TIRA
– Nama kompetisi: Liga 1 2018
– Pertandingan: Persebaya Surabaya vs PS. TIRA
– Tanggal kejadian: 11 September 2018
– Jenis pelanggaran: 5 (lima) Kartu Kuning dalam satu pertandingan
– Hukuman: Sanksi denda Rp. 50.000.000

6. Persebaya Surabaya
– Nama kompetisi: Liga 1 2018
– Pertandingan: Persebaya Surabaya vs PS. TIRA
– Tanggal kejadian: 11 September 2018
– Jenis pelanggaran: Menyalakan flare dan pelemparan
– Hukuman: Sanksi denda Rp. 70.000.000

7. Persib Bandung
– Nama kompetisi: Liga 1 2018
– Pertandingan: Persib Bandung vs Arema FC 
– Tanggal kejadian: 13 September 2018
– Jenis pelanggaran: Pelemparan Botol
– Hukuman: Sanksi denda Rp. 50.000.000

8. Panitia Pelaksana Pertandingan Persib Bandung
– Nama kompetisi: Liga 1 2018
– Pertandingan: Persib Bandung vs Arema FC 
– Tanggal kejadian: 13 September 2018
– Jenis pelanggaran: Seseorang tidak teridentifikasi masuk ruang ganti wasit
– Hukuman: Sanksi denda Rp. 50.000.000

9. Pemain PSPS Riau – Sdr. Fadau
– Nama kompetisi: Liga 2 2018
– Pertandingan: PSPS Riau vs Persik Kendal
– Tanggal kejadian: 14 September 2018
– Jenis pelanggaran: Memukul wajah penjaga gawang Persik Kendal
– Hukuman: Sanksi larangan bermain 4 kali dan denda Rp. 10.000.000

10. Pemain Persik Kendal – Sdr. Rizki Kurniawan
– Nama kompetisi: Liga 2 2018
– Pertandingan: PSPS Riau vs Persik Kendal
– Tanggal kejadian: 14 September 2018
– Jenis pelanggaran: Menyerang pemain PSPS Riau dengan cara melompat dan menendang
– Hukuman: Sanksi larangan bermain 4 kali dan denda Rp. 10.000.000

11. Panitia Pelaksana Pertandingan PSPS Riau
– Nama kompetisi: Liga 2 2018
– Pertandingan: PSPS Riau vs Persik Kendal
– Tanggal kejadian: 14 September 2018
– Jenis pelanggaran: Suporter PSPS Riau masuk ke dalam lapangan melakukan pelemparan sehingga pertandingan terhenti
– Hukuman: Sanksi denda Rp. 25.000.000

12. Pemain Persiwa Wamena – Sdr. Aldo Claudio
– Nama kompetisi: Liga 2 2018
– Pertandingan: Persegres Gresik United vs Persiwa Wamena
– Tanggal kejadian: 15 September 2018
– Jenis pelanggaran: Mendorong, Memukul dan menendang wasit
– Hukuman: Sanksi larangan beraktifitas sepakbola di lingkungan PSSI seumur hidup

13. Pemain Persiwa Wamena – Sdr. Abdul Haris Tuakia
– Nama kompetisi: Liga 2 2018
– Pertandingan: Persegres Gresik United vs Persiwa Wamena
– Tanggal kejadian: 15 September 2018
– Jenis pelanggaran: Memukul dan menendang wasit
– Hukuman: Sanksi larangan beraktifitas sepakbola di lingkungan PSSI selama 12 bulan

14. Pemain Persiwa Wamena – Sdr. Andreas C. Ado
– Nama kompetisi: Liga 2 2018
– Pertandingan: Persegres Gresik United vs Persiwa Wamena
– Tanggal kejadian: 15 September 2018
– Jenis pelanggaran: Menendang wasit
– Hukuman: Sanksi larangan beraktifitas sepakbola di lingkungan PSSI selama 12 bulan

15. Pemain Persiwa Wamena – Sdr. Darus Ruspandi
– Nama kompetisi: Liga 2 2018
– Pertandingan: Persegres Gresik United vs Persiwa Wamena
– Tanggal kejadian: 15 September 2018
– Jenis pelanggaran: Menendang wasit
– Hukuman: Sanksi larangan beraktifitas sepakbola di lingkungan PSSI selama 12 bulan

16. Pemain Persiwa Wamena – Sdr. Adek Edo Kurnia C
– Nama kompetisi: Liga 2 2018
– Pertandingan: Persegres Gresik United vs Persiwa Wamena
– Tanggal kejadian: 15 September 2018
– Jenis pelanggaran: Menendang wasit
– Hukuman: Sanksi larangan beraktifitas sepakbola di lingkungan PSSI selama 12 bulan

17. Pemain Persiwa Wamena, Hobert Robert E.
– Nama kompetisi: Liga 2 2018
– Pertandingan: Persegres Gresik United vs Persiwa Wamena
– Tanggal kejadian: 15 September 2018
– Jenis pelanggaran: Menendang wasit
– Hukuman: Sanksi larangan beraktifitas sepakbola di lingkungan PSSI selama 6 bulan

18. Pemain Persiwa Wamena, Riyan Ardiansyah
– Nama kompetisi: Liga 2 2018
– Pertandingan: Persegres Gresik United vs Persiwa Wamena
– Tanggal kejadian: 15 September 2018
– Jenis pelanggaran: Menyikut asisten wasit
– Hukuman: Sanksi larangan beraktifitas sepakbola di lingkungan PSSI selama 6 bulan

19. Persiwa Wamena
– Nama kompetisi: Liga 2 2018
– Pertandingan: Persegres Gresik United vs Persiwa Wamena
– Tanggal kejadian: 15 September 2018
– Jenis pelanggaran: Pemain Persiwa Wamena secara bersama-sama menganiaya wasit.
– Hukuman: Sanksi denda Rp. 50.000.000,-

Tuntutan Persija Setelah Jakmania Tewas

(ACF)

Jakmania Tewas Dikeroyok, Persija akan Lakukan Dua Tindakan Tegas

Direktur Persija Jakarta Gede Widiade saat memberikan keterangan pers di kediamannya (Foto: Medcom/Gregah Nurikhsani)

Jakarta: Direktur Utama Persija Jakarta I Gede Widiade mengecam keras perbuatan anarkis oknum suporter Persib Bandung yang menewaskan Jakmania (suporter Persija) pada Minggu 23 September. Ia pun akan membawa kasus ini ke jalur hukum.

Aksi anarkis dilakukan oknum suporter Persib jelang pertandingan antara Persib Bandung kontra Persija Jakarta. Mereka melakukan pengeroyokan terhadap salah satu suporter Persija Jakarta yang bernama Haringga Sirila di area parkir Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Berbagai benda keras pun digunakan para oknum tersebut untuk menghantam Haringga. Tak kuasa menahan aksi-aksi keji itu, Haringga pun tewas.

Baca: Persib vs Persija: Bobotoh Mulai Padati GBLA

Melihat peristiwa mengenaskan yang dialami suporter klubnya, I Gede amat kecewa. Ia pun akan melakukan dua tindakan hukum atas kejadian ini.

“Tolong diinformasikan kejadian ini hitam putihnya. Supaya kejadian ini tidak terulang lagi. Pelakunya dihukum berat, kalau bisa dihukum mati,” ujar I Gede saat dihubungi medcom.id, Minggu (23/9/2018).

“Yang pasti saya bersama Jakmania akan melakukan dua tindakan hukum. Jakmania meminta kepada Polres Mabes Bandung untuk mengusut tuntas siapa pelakunya. Supaya ada efek jera untuk mereka,” lanjutnya.

Baca: Sriwijaya Kewalahan Atasi Serangan Balik PSM Makassar

“Kedua, saya selaku perwakilan klub mengajukan komplain keras kepada PSSI dan PT Liga untuk menegaskan soal hukuman kepada panpel. Di mana sebelum terjadinya peristiwa, sudah ada hukuman disepakati saat manager meeting yang bisa masuk ke yudisi panpel. Khususnya untuk oknum-oknum yang mengancam pemain-pemain saya atau mengolok-olok pelatih saya,” tutur I Gede.

Sejauh ini, kasus tersebut sudah diusut Kepolisian Polrestabes Bandung. Mereka sudah mengamankan enam orang yang diduga sebagai tersangka. Sementara itu, jenazah Haringga dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih untuk dilakukan otopsi.

Video: Gol Bagus-Bagas Bawa Timnas Indonesia U-16 Kalahkan Iran

(FIR)

Sriwijaya Kewalahan Atasi Serangan Balik PSM Makassar

Makassar: PSM Makassar memenangkan pertandingan ketika menjamu Sriwijaya FC dengan skor 2-0 di Stadion Andi Mattalatta Makassar, Minggu 23 September 2018. Dua gol tuan rumah masing-masing dicetak oleh Saldi dan Willem Pluim.

Pelatih Sriwijaya, Subangkit, menyatakan timnya mesti mengakui keunggulan PSM. Meski demikian, anak asuhnya disebut tidak tampil buruk.

“Mereka (PSM) lebih banyak lewat counter attack. Dua gol mereka juga dari serangan balik. Kami akan memperbaiki itu,” kata Subangkit pada konferensi pers usai pertandingan.

Bertindak sebagai tamu, Sriwijaya sempat beberapa kali merepotkan pertahanan PSM Makassar. Namun sejumlah peluang yang mereka dapatkan gagal dikonversi jadi gol. Subangkit menyatakan bakal mengevaluasi timnya, terutama di lini depan.

“Kami punya empat atau sampai enam peluang. Tidak terlalu buruk. Itulah sepakbola,” ujar Subangkit.

Sriwijaya kini tertahan di peringat 14 klasemen sementara Liga 1. Sedangkan PSM naik ke peringkat kedua, menempel Persib Bandung yang unggul enam poin.

Asisten pelatih PSM, Herman Kadiaman, tak banyak berkomentar usai hasil positif di kandang. Dia menyebut tim Juku Eja sudah berupaya menerapkan strategi yang diinstruksikan pelatih Robert Alberts.

“Anak-anak tampil agresif karena mereka diminta agresif. Semuanya bisa terjadi di sepakbola, tergantung situasinya,” kata Herman.

Mengintip Kesiapan Venue Asian Para Games 2018

(FIR)

10 Pemain Persebaya Bantai Mitra Kukar

Surabaya: Persebaya Surabaya menang besar atas Mitra Kukar pada pekan ke-23 Liga 1 Indonesia 2018, Sabtu 22 September. Kemenangan itu mereka raih dengan skor 4-1 di Stadion Gelora Bung Tomo.

Jalannya pertandingan berlangsung sengit sambil diwarnai insiden kartu merah yang menimpa bek tengah Persebaya Fandry Imbiri. Ia diusir wasit pada menit ke-53 karena terlibat friksi dengan kapten Mitra Kukar, Bayu Pradana.

Klik: Timnas U-19 Sudah Pelajari Gaya Bermain Thailand

Meski harus tampil dengan 10 pemain, Persebaya tetap tampil agresif dan bisa menambah dua gol. Terlebih lagi, Bajul Ijo yang didukung penuh suporternya memang sudah unggul 2-0 lebih dulu pada babak pertama.

Striker Brasil milik Persebaya, David Silva, sukses menjadi pemain tersubur dengan mencetak hattrick. Masing-masing golnya lahir pada menit ke-30, 38 (penalti) dan 59. Sementara itu, sebiji gol Persebaya lainnya diciptakan oleh Misbakul Solikin.

Klik: Jadwal dan Info Tiket Anniversary U-19 Tournament 2018

Berselang tiga menit selepas Imbiri dikartu merah, Mitra Kukar sempat mencetak gol balasan melalui tendangan first time Hendra Bayauw. Sayangnya, gol tambahan tak kunjung tercipta karena Persebaya tak mengendurkan pertahanan maupun alur serangan hingga peluit panjang berbunyi. 

Hasil ini bermakna besar bagi Djajang Nurdjaman karena laga kontra Mitra Kukar merupakan kemenangan pertamanya sebagai pelatih Persebaya. Dalam dua laga sebelumnya yang dikawal Djajang, Persebaya kalah dari PS Tira dan bermain imbang dengan Sriwijaya FC.

Tambahan tiga poin usai menaklukkan Mitra Kukar membuat Persebaya naik urutan 11 klasemen sementara dengan koleksi 29 poin. Sementara itu, Naga Mekes berada di posisi 10 karena kalah selisih gol dengan Persebaya. 

Starting XI

Persebaya Surabaya: Miswar; Sanadi, John, Imbiri, Maulana; Haay, Hidayat, Rendi, Solikin; Irfan Jaya, David Silva.

Mitra Kukar: Yoo Jae-Hoon, Mauricio, Saepuloh, Rendy, Guthrie, Bayauw, Erminarno, Pradana, David Maulana, Fernando Rodriguez, Agustiar.  

(KAU)

Ditahan Barito, Bhayangkara Gagal Dekati Persib

Jakarta: Bhayangkara FC gagal meraih poin maksimal saat menjamu Barito Putera pada pekan ke-23 Liga 1 Indonesia 2018, Sabtu 22 September. The Guardian ditahan imbang dengan skor 2-2.

Berstatus tuan rumah, Bhayangkara tetap kesulitan meladeni permainan tim tamu Barito Putera. Bahkan, gawang mereka secara mengejutkan kebobolan terlebih dahulu pada menit kesepuluh. Ketika itu, striker Barito Marcel Sacramento sukses membobol Bhayangkara.

Douglas Packer menjadi kreator gol tersebut. Ia sukses memberikan umpan yang kemudian diteruskan Sacramento dengan tembakan ke sudut kanan atas.

Baca: Timnas U-19 Sudah Pelajari Gaya Bermain Thailand

Bhayangkara mencoba untuk bangkit. Alhasil, mereka sukses mencetak gol pada menit ke-25, sekaligus menyamakan kedudukan.

Herman Dzumafo Epandi sukses menyumbang gol tersebut. Memanfaatkan umpan Adam Alis Setyano, Herman Dzumafo melepaskan tendangan ke sudut kiri atas.

Tiga menit berselang, Bhayangkara sukses berbalik unggul. Gol kali ini diciptakan Elio Martins setelah mendapatkan umpan dari Adam Alis.

Baca: Walker Sakit Hati Dituduh Pochettino

Tertinggal tidak membuat mental para pemain Barito Putera mengendur. Buktinya, mereka sukses menyamakan kedudukan pada menit ke-71 lewat gol Sacramento.

Hingga laga usai, kedua tim tidak lagi mencetak gol. Skor 2-2 bertahan.

Dengan hasil ini, Bhayangkara harus puas terpaku di posisi ketiga klasemen sementara dengan mengoleksi 36 poin. Mereka gagal memangkas jarak dengan Persib Bandung yang berada di puncak klasemen dengan mengoleksi 41 poin. Sementara itu, hasil imbang ini membuat Barito tertahan di posisi keenam klasemen sementara dengan mengoleksi 35 poin. 

Susunan pemain kedua tim:

Bhayangkara: Wahyu Tri Nugroho; Putu Gede, Vladimir Vujovi?, Jajang Mulyana, Dany Saputra; Hargianto, Sani Rizki Fauzi, Paulo Sérgio, Adam Alis/Wahyu Subo Seto (65′), Herman Dzumafo/Vendry Mofu (87′), Élio Martins.

Barito Putera: Adhitya Harlan, Jajang Sukmara, Muhammad Rifqi/Rizky Pora (53′), Hansamu Yama, Nazar Nurzaidin, Aaron Evans, Matías Córdoba, Samsul Arif, Douglas Packer/Ady Setiawan (83′), Paulo Sitanggang/Fajar Handika (56′), Marcel Sacramento.

Video: Jadwal Pertandingan Kedua Liga Champions Minggu Depan

(PAT)

Seto: Ketajaman Lini Depan PSS Harus Diasah Lagi

Sleman: Klub Liga 2 Indonesia 2018, PSS Sleman merasa perlu menajamkan penyelesaian akhir para juru gedornya dalam mengarungi sisa kompetisi. Pasalnya, klub berjuluk Super Elang Jawa ini selalu kesulitan mencetak gol dalam dua laga terakhir. 

Pertama, ketika mereka kalah tiga gol tanpa balas waktu bertandang ke markas Martapura FC. Sedangkan, meski menang 1-0 saat menjamu Persiba Balikpapan di Stadion Maguwoharjo Sleman, Kamis 20 September 2018, gol didapatkan dengan susah payah. Bahkan gol semata wayang itu lahir dari titik putih. 

Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro mengakui ada masalah di lini depannya. Ia mencontohkan, sejumlah peluang pemain depan PSS saat berhadapan dengan Persiba Balikpapan, kerap tidak menemui sasaran. 

Baca juga: Terkait Sanksi Ronaldo, UEFA Tunggu Laporan Wasit Felix Brych

“Tadi dari bola krosing, Gonzales hanya sendiri. Saya pikir Gonzales hanya sebagai tembok, dua kali (bola) kena tiang. Mungkin karena faktor luck (keberuntungan) juga,” kata Seto di Stadion Maguwoharjo Sleman, Kamis 20 September 2018. 

Dengan situasi itu, Seto menilai PSS perlu menghidupkan kembali naluri ‘membunuh’ para penyerangnya. Seperti striker naturalisasi Cristian ‘El Loco’ Gonzales, Ichsan Pratama, hingga Rifal Lastori. 

“Mungkin perlu kita asah lagi nalurinya, finishing. Mudah-mudahan nalurinya (striker) muncul kembali,” kata dia. 

Baca juga: Jadwal Pertandingan Liga Europa Malam hingga Dini Hari Nanti

Ia menambahkan, tim pelatih akan segera melakukan pemulihan usai laga pekan ke-17 tadi. Sementara, sejumlah pemain yang cedera juga sudah mulai membaik. Seperti Slamet Budiono yang sudah mulai latihan. 

“Saya bersyukur hari ini tak ada yang cedera lagi. Mudah-mudahan ada yang terbaik. Harapannya lebih ke individu pemain saja untuk menjaga kondisi fisik,” ujarnya.

Video: Jadwal Pertandingan Kedua Liga Champions Minggu Depan
 

(RIZ)

PSS Sleman Susah Payah Kalahkan Persiba Balikpapan

Sleman: PSS Sleman susah payah mengalahkan tamunya Persiba Balikpapan dalam laga lanjutan Liga 2 di Stadion Maguwoharjo Sleman, Yogyakarta, Kamis 20 September 2018. PSS menang tipis 1-0 lewat sepakan penalti Ichsan Pratama pada babak kedua.

Pertandingan babak pertama cukup berimbang. Kedua tim bisa saling menembus dan membahayakan pertahanan lawan. 

PSS yang mendapat peluang pertama pada menit keempat. Namun, sepakan dari luar kotak penalti Bagus Nirwanto melebar di kanan gawang Persiba yang dikawal kiper Fajar Setya Jaya. 

Hampir setengah jam laga berjalan, PSS kembali mengancam lewat Rangga Muslim. Sepakan jarak jauh Rangga dari sisi kanan pertahanan Persiba hanya membentur mistar gawang. 

Pada menit 35, Persiba giliran mengancam lewat sepakan Rosi Noprihanis. Sayang, sepakan bebas mantan pemain PSS ini bisa ditepis kiper Ega Rizky. 

Sejumlah peluang terus diciptakan kedua kesebelasan. Namun, skor sama kuat 0-0 bertahan sampai turun minum. 

PSS kembali berupaya menyerang saat bermain di hadapan puluhan ribu pendukung mereka. Menit 47, sepakan keras Arie Sandi diblok kiper Persiba. Bola muntah yang membentur Rifal Lastori hanya menghasilkan tendangan gawang untuk tim tamu. 

PSS mendapat peluang emas pada menit 50 lewat sundulan Cristian Gonzales. Serangan ini bermula dari umpan lambung Rangga disambut sundulan Gonzales. Sayang, sundulan pemain naturalisasi ini membentur tiang dan berada di pelukan kiper Persiba, Fajar Setya. 

PSS akhirnya membuka keunggulan saat pertandingan memasuki menit 59. Situasi ini bermula saat Rangga dilanggar pemain belakang Persiba. Ichsan Pratama yang maju sebagai eksekutor sukses memperdaya kiper Fajar Setya. PSS unggul 1-0 atas Persiba. 

Setelah tertinggal, Persiba terlihat banyak menekan. Misalnya pada menit 61. Dari umpang lambung Beni Oktovianto, Rosi mendapat peluang. Namun, kesempatan itu tak bisa dimaksimalkan Rosi. 

Tak lama setelah itu, tusukan Beni berhasil memperdaya barisan belakang PSS. Sayang, sontekannya bisa dibaca kiper Ega Rizky

PSS ganti mendapat momentum menggandakan keunggulan pada menit 65. Kerja sama Gonzales, Ilhamul Irhaz diakhiri dengan sepakan keras Rifal Lastori. Namun, sepakan Lastori tersebut bisa dihalau kiper Fajar Setya. 

Baik PSS maupun Persiba tetap kesulitan mencetak gol. Bahkan, beberapa kali peluang PSS digagalkan tiang dan mistar gawang. Sebaliknya, Persiba juga tak cukup bagus dalam penyelesaian akhir. Masuknya striker Orock Charles Oven Njok pada babak kedua juga tak memberi dampak signifikan bagi Persiba. 

Baca: Terkait Sanksi Ronaldo, UEFA Tunggu Laporan Wasit Felix Brych

Dalam catatan statistik pertandingan, tak banyak peluang tercipta dalam laga itu. Hanya ada tujuh tembakan tepat sasaran, tiga dari PSS dan empat dari Persiba. Sementara, PSS hanya unggul dalam penguasaan bola, 54 persen berbanding 46 persen dengan Persiba. Sampai peluit pertandingan berakhir, PSS unggul 1-0.

Pelatih Persiba Haryadi mengatakan, pertandingan berlangsung menarik dan enak ditonton. Ia mengaku menginstruksikan para pemainnya lebih banyak bertahan. “Kami tahu tuan rumah seperti apa, sehingga sudah kami antisipasi,” kata Haryadi.

Haryadi juga tak yakin pemainnya melakukan pelanggaran terhadap Rangga. Ia menilai, posisi di lapangan 50-50. “Tapi inilah sepa kbola,” ujarnya. 

Pelatih PSS, Seto Nurdiyantoro mengatakan, timnya menjalani laga berat karena kalah dalam aliran bola dan beberapa kali salah passing. Selain itu, sejumlah peluang PSS juga digagalkan mistar gawang. 

“Sempat berpikir, ada apa ini (peluang PSS digagalkan tiang gawang). Tapi kami beruntung menang 1-0. Kita syukuri,” tegasnya.

Dengan kemenangan ini, PSS menjaga posisi persaingan di papan atas klasemen sementara Liga 2 wilayah timur, dengan Madura FC. PSS dan Madura FC sama-sama mengoleksi 34 poin dari 17 pertandingan. Sebaliknya, Persiba terpaku di posisi delapan dengan raihan 17 poin. 

Susunan pemain:
PSS Sleman: Ega Rizky (GK); Amarzukih, Arie Sandi, Bagus Nirwanto (C), Rian Miziar; Yericho Christiantoko, Ilhamul Irhaz, Rangga Muslim; Cristian Gonzales, Ichsan Pratama, Rifal Lastori

Persiba Balikpapan: Fajar Setya Jaya (GK); Aang Suparman, Ary Achmad Syafari, Hery Susilo, Muhammad Rokani; Bryan Cesar Ramadhan, Ilhamsyah,  Mohamad Fadil Redian; Beni Oktovianto, Rodi Noprihanis, Siswanto 

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Timnas U-19 Gelar Latihan Jelang PSSI Anniversary Cup 2018

(ASM)

18 Klub akan Bersaing di Liga 1 U-19

Jakarta: PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah mengumumkan 18 peserta Liga 1 U-19 2018. Rencananya kick off kompetisi usia muda ini dimulai pada Sabtu 29 September 2018. Ke-18 klub terbagi dalam tiga grup, di mana masing-masing grup berisikan enam kontestan. 

Pada musim keduanya menggelar Liga 1 U-19, PT LIB mengakui ada beberapa perubahan dari format kompetisi dibandingkan musim lalu. Salah satunya adalah fase grup yang bakal berjalan dua putaran.

Kick off akan dimulai pada 29 September. Format akan berbeda karena akan menggunakan home tournament pada fase grupnya,” ujar Chief Operation Officer PT LIB Tigor Shalomboboy, usai menggelar manager meeting yang dihadiri seluruh peserta klub.

Baca juga: FIFA Hukum Tiga Anggotanya Seumur Hidup

Sriwijaya akan menjadi tuan rumah Grup 1. Sementara Bali United bakal menjadi host di Grup 2. Satu grup lagi, yaitu Grup 3 akan digelar di Malang dan Arema tuan rumahnya.

“Untuk Sriwijaya, mereka menyanggupi menggelar dua putaran. Sementara di Grup 2 ada Bali United yang akan menjadi tuan rumah putaran pertama dan Persib putaran kedua. Sedangkan di Grup 3, baru Arema yang akan menjadi tuan rumah putaran pertama. Sementara putaran kedua belum diputuskan,” sambungnya.

Nantinya PT LIB bakal menyediakan subsidi bagi klub yang akan menjadi tuan rumah. Setiap tuan rumah juga harus menyediakan dua stadion, karena setiap harinya bakal digelar dua pertandingan dalam waktu bersamaan.

Baca juga: Noktah Merah Karier Ronaldo di Liga Champions

“Tuan rumah akan mendapat subsidi Rp200 juta. Mereka wajib mengakomodasi transportasi kegiatan resmi tim lain. Seperti latihan maksimal dua kali, dan lain sebagainya yang bersifat resmi. Sedangkan setiap tim yang bukan tuan rumah akan mendapatkan Rp150 juta,” jelas Tigor.

Usai babak grup, lanjut ke babak delapan besar yang digelar pada 5 Desember hingga 11 Desember 2018. Sistemnya juga ada pembagian grup. Tiap grup diambil dari dua tim teratas babak penyisihan grup. Dua tiket lagi diambil dari tim peringkat tiga terbaik.

Tuan rumah delapan besar memang belum diputuskan. Sedangkan laga semifinal dipastikan menggunakan format kandang tandang. Finalnya digelar di tempat netral dan akan ditentukan oleh pihak PT LIB.
 
Baca juga: Terkait Sanksi Ronaldo, UEFA Tunggu Laporan Wasit Felix Brych

“Laga semifinal bakal berlangsung 15 Desember. Sementara final diselenggarakan pada 18 Desember,” lanjut Tigor.

“Setiap klub bisa mendaftarkan lima pemain U-21. Dari 30 pemain yang didaftarkan, tiap klub boleh mendaftarkan maksimal lima pemain kelahiran tahun 1998. Dengan syarat pemain tersebut pernah terdaftar di Liga 1 U-19 musim lalu,” tegas Tigor.

Berikut Pembagian Grup Liga 1 U-19
Grup 1:
PSMS Medan, Sriwijaya FC, Persija Jakarta, Bhayangkara FC, PS TIRA, PSIS Semarang
Grup 2: Persib Bandung, Persela Lamongan, Persebaya Surabaya, Madura United, Bali United, Barito Putera
Grup 3: Arema FC, Borneo FC, Mitra Kukar, PSM Makassar, Perseru Serui, Persipura Jayapura   

Rincian Hadiah:
– Juara 1 Rp300 juta.
– Runner-up  Rp200 juta.
– Ketiga Rp100 juta.
– Pemain Terbaik Rp50 juta.
– Top Skorer Rp50 juta.

Video: Timnas U-19 Gelar Latihan Jelang PSSI Anniversary Cup 2018
 

(RIZ)

PSIS Mengantisipasi Perubahan Strategi Perseru

Semarang: Setelah mengalami kekalahan dari Persija Jakarta, PSIS Semarang bersiap menjamu Perseru Serui di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Minggu 23 September 2018. 

GM PSIS Semarang Wahyu Liluk Winarto mengaku tidak ingin kehilangan poin dan menargetkan poin penuh. Bukan apa-apa. PSIS butuh tambahan tiga poin untuk keluar dari zona degradasi. 

Saat ini, PSIS masih tertahan di peringkat 17 dengan mengantongi 23 poin.

“Laga away kita dapat tiga poin yaitu melawan PSMS, itu pertama menang pada laga away. Kalau lawan Persija kemarin kita kurang beruntung. Lawan Perserui kita tidak ingin kehilangan poin,” kata Liluk di Semarang, Kamis 20 September.

Baca: Timnas Putri U-16 Indonesia Target Kalahkan Taiwan

“Kita ingin menang juga, agar melewati zona degradasi. Kita tahu kompetisi tahun ini di papan klasemen jarak poinnya tipis,” sambungnya. 

Liluk mengatakan, PSIS akan mengantisipasi perubahan strategi yang dilakukan Perseru. “Pada pertemuan kedua ini, Perseru melakukan perubahan. Ada pemain yang dicoret dan ada yang baru. Ini membuat Perseru dari segi permainan juga lebih bagus,” terangnya. 

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Timnas U-19 Gelar Latihan Jelang PSSI Anniversary Cup 2018

(ASM)

Pelatih PSM Sebut Operator Liga tak Adil

Bantul: Pelatih PSM Makassar Robert Rene Albert marah ke operator liga, meskipun timnya menang atas tuan rumah PS Tira di Stadion Sultan Agung Bantul, Yogyakarta, Rabu 19 September 2018. Ia merasa timnya memperoleh perlakuan tak adil di laga yang berkesudahan 1-2 untuk PSM itu. 

Saat melawan PS Tira, dua gol PSM dicetak Wiljan Pluim pada menit 70 dan sundulan Ferdinand Sinaga (83). Sedangkan gol PS Tira dicetak Aleksandar Rakic di pengujung babak pertama. 

“Saya tak mau banyak komentar soal pertandingan. Semua pemain sudah kerja keras dan jujur di lapangan,” kata Rene Albert selepas pertandingan. 

Baca juga: Setelah Ada Kesepakatan, Persib Vs Persija Batal Diundur

Ia mengatakan, kemarahan pertama soal PSM yang tak diizinkan menggelar latihan di Stadion Sultan Agung sehari sebelum melawan PS Tira. Mestinya, kata dia, tim tamu bebas menentukan jadwal menggelar latihan di kandang tim tuan rumah.

Kemarahan Rene Albert berikutnya adalah larangan mengikutsertakan kiper Imam Arif Fadillah. Ia merasa, kiper pinjaman dari Persib Bandung itu sudah tidak menjalani sanksi.

“Saya menjadi pelatih paling marah, kecewa dan bingung. Saat ditanya sampai di stadion ditanya pemain, kita ditolak mendaftarkan pemain kita (Imam). Kita hanya punya satu penjaga gawang (saat melawan PS Tira),” kata dia. 

Baca juga: Panpel Ingin Persib vs Persija Mundur, Ini Jawaban PT LIB

Ia mengatakan sudah mencoba minta penjelasan ke manajemen PSM. Menurutnya, Imam hanya dilarang ikut dua laga. Rene Albert merasa aneh karena tiba-tiba Imam mendapat tambahan hukuman. 

“Tiba-tiba dia (Imam) ada tambahan hukuman ekstra. Saya cek, bahwa kita tak pernah ada bukti tertulis (soal hukuman kepada Imam) yang ditujukan ke kantor (PSM) berkaitan dengan itu. Sampai sekarang surat tak ada,” katanya. 

Dengan situasi itu, PSM hanya menyertakan kiper Ricky Mokodompit untuk menjaga gawang, tanpa pengganti. Ia juga mengatakan, para pemainnya juga bingung dengan situasi itu. 

“Kalian bisa bayangkan kondisi pikiran pemain bingung. Kenapa mereka orang-orang melakukan ini ke PSM,” katanya.

Video: Laga Persib vs Persija Batal Diundur
 

(RIZ)

Kalah, Nil Maizar Keluhkan Fisik Pemain PS Tira

Bantul: Pelatih PS Tira Nil Maizar mengaku kecewa timnya ditumbangkan PSM Makassar di Stadion Sultan Agung Bantul, Yogyakarta, Rabu 19 September 2018 malam. Di laga pekan ke 22 Liga 1 Indonesia 2018 ini, tuan rumah PS Tira kalah 1-2 dari PSM. 

PS Tira unggul lebih dulu pada menit 45. Gol diciptakan striker Aleksandar Rakic lewat eksekusi penalti usai Ahmad Nufiandani dilanggar pemain belakang PSM. Sementara dua gol balasan PSM dicetak Wiljan pada menit 70 dan Ferdinand Sinaga (83). 

“Hasil pertandingan malam ini kurang bagus, kami kalah. Padahal kami sempat unggul lebih dulu,” kata Nil seusai pertandingan. 

Baca juga: Setelah Ada Kesepakatan, Persib Vs Persija Batal Diundur

Ia mengatakan timnya bermain cukup bagus pada babak pertama. Tak hanya mengimbangi PSM, PS Tira mampu memberikan tekanan kepada tim tamu. Setidaknya hal itu dibuktikan dengan terciptanya gol Rakic. 

Namun, Nil Maizar kecewa di babak kedua. Ia merasa kondisi pemainnya menurun. Bahkan, konsentrasi di lapangan buruk. 

“Gol kedua tim lawan karena ada miskomunikasi. Itu gol yang tidak bagus. Teguh (kiper pengganti) dan pemain belakang harus komunikasi dengan baik. Gol harusnya tidak terjadi,” kata dia. 

Baca juga: Panpel Ingin Persib vs Persija Mundur, Ini Jawaban PT LIB

Pemain asing PS Tira, Radanfah Abu Bakr mengatakan hasil pertandingan sangat mengecewakan bagi para pemain. Ia mengatakan ini tak bersahabat bagi pemain The Young Warriors. 

“Kami harus berbenah. Semoga pertandingan berikutnya insya Allah akan lebih baik lagi,” ujarnya. 

Dengan kekalahan itu, PS Tira tertahan di posisi 16 atau berada di zona degradasi. Kekalahan sekaligus memutus tren positif PS Tira pada dua pertandingan sebelumnya.

Video: Man City Berburu Start Sempurna Tanpa Aguero
 

(RIZ)

Persija Menang Susah Payah, Teco: Sesuai Target

Bantul: Persija Jakarta dengan susah payah menundukkan PSIS Semarang dalam pada laga pekan ke-22 Liga 1 di Stadion Sultan Agung Bantul, Yogyakarta, Selasa malam, 18 September 2018. Gol semata wayang Persija diciptakan Riko Simanjuntak pada menit 16. 

Pelatih Persija, Stefano Cugurra alias Teco menilai pemainnya sudah bekerja keras untuk bisa meraih kemenangan. Ia menilai, timnya layak untuk tiga poin krusial bagi timnya. 

“Pemain bermain cukup bagus. Kita bisa menang 1-0 dan sesuai target manajemen,” kata Teco selepas pertandingan. 
 

Baca: Dominan, Persija Jakarta Kalahkan PSIS Semarang

Teco mengapresiasi performa pemainnya di lapangan. Khusus pemain anyar Renan da Silva, Teco mengakus cukup puas. 

Hampir sepanjang pertandingan, pemain yang berposisi sebagai gelandang itu cukup rapi dalam membantu penyerangan maupun transisi ke bertahan.

“Renan dalam proses (adaptasi) dan cukup bagus. Dia belum lama datang ke dalam tim (dua bulan) dan bisa bekerja keras. Dia sudah main baik selama di tim,” ujarnya. 

Teco berharap timnya dapat lebih konsisten dalam menjalani laga lanjutan Liga 1. Pasalnya, calon lawan Persija berikutnya adalah Persib Bandung. 
 

Baca juga: Kericuhan Suporter Warnai Kemenangan Persija atas PSIS

Pemain Persija, Ramdani Lestaluhu mengatakan bersyukur timnya bisa mendulang tiga poin dalam dua pertandingan terakhir. “Mudah-mudahan kemenangan ini bisa berlanjut pada pertandingan berikutnya,” kata dia. 

Dengan kemenangan ini, Persija sukses mempertahankan superioritasnya atas PSIS. Sebab, pada pertemuan pertama, Persija juga menang dengan skor telak 4-1. 

Sementara, raihan tiga poin berhasil mengangkat posisi Persija ke peringkat ke empat klasemen sementara Liga 1. Persija kini mengoleksi 36 dan selisih lima poin dengan Persib Bandung sebagai pemuncak klasemen.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Pasangan Suami Istri Berburu Emas Asian Para Games 2018

(ACF)

Kericuhan Suporter Warnai Kemenangan Persija atas PSIS

Suasana di dalam Stadion Sultan Agung Bantul saat terjadi kericuhan di akhir laga Persija vs PSIS Semarang yang berkesudahan 1-0. (Foto: medcom.id/Ahmad Mustaqim)

Bantul: Laga tuan rumah Persija Jakarta melawan PSIS Semarang di Stadion Sultan Agung Bantul Yogyakarta, Selasa, 18 September 2018, berakhir ricuh. Kericuhan pecah beberapa detik jelang laga bubaran. 

Pertandingan kedua tim semula berjalan normal. Meskipun, tensi pertandingan cukup tinggi karena sejumlah pelanggaran keras terjadi di lapangan. 

Persija meraih kemenangan lewat gol semata wayang Riko Simanjuntak pada menit 16. Gol ini tercipta berkat sepakan dari luar kotak penalti tanpa bisa dijangkau kiper PSIS, Joko Ribowo.
 

Baca: Dominan, Persija Jakarta Kalahkan PSIS Semarang

Selepas gol itu, pertandingan menjurus keras. Pelanggaran dilakukan dari kedua kubu. 

Suasana mulai memanas saat kedua suporter menyanyikan yel-yel yang bernada memancing emosional. Situasi mulai pecah’ saat memasuki masa perpanjangan waktu. 
 

Baca juga: Barito Putera – Bali United Berbagi Angka

Beberapa saat sebelum peluit panjang berbunyi, aksi saling lempar benda tak terhindarkan di dalam stadion sisi selatan.  Dari tribun timur tengah, suporter Persija terus mendobrak pagar pembatas. Polisi yang berupaya menghalau sempat gagal. 

Suporter Persija kemudian mendesak suporter PSIS di sisi selatan. Tak lama kemudian, polisi langsung memberikan tembakan peringatan. Sejumlah suporter kemudian tumpah ke dalam lapangan. Kemudian, polisi mengeluarkan ribuan suporter dan sebagian menyelamatkan diri ke lapangan. 

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Pasangan Suami Istri Berburu Emas Asian Para Games 2018

(ACF)