Kasus Penganiayaan oleh Saddil Ramdani Resmi Ditangguhkan

Lamongan: Kasus penganiayaan yang menimpa gelandang Persela Lamongan dan timnas Indonesia U-19, Saddil Ramdani, memasuki babak baru. Winger 19 tahun itu bisa bernafas lega karena pelapor kasus penganiayaan, Anugrah Sekar Rukmi, menarik tuntutannya.

Didampingi ibunya, Sekar mendatangi ruang penyidik Satreskrim Polres Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (3/11) malam. Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Wahyu Norman Hidayat, membenarkan hal tersebut.

“Jadi malam ini untuk penangguhan penahanan (Saddil) sudah diajukan oleh manajemen dan keluarga. Saudara Saddil atau terlapor dan saudari Sekar dan ibunya sudah setuju untuk penangguhan itu,” kata Wahyu.

“Tapi kita tetap menunggu proses dan akan kita selesaikan hari Senin (5 November). Nanti perkembangan selanjutnya hari Senin kita lakukan konferensi pers,” lanjutnya.

Baca juga: Bima Sakti: Waktunya Saddil Ramdani untuk Beristirahat

Sebelumnya pihak manajemen Persela telah mengajukan permohonan penangguhan penahanan. Mereka beralasan masa depan Saddil masih panjang.

Saddil sendiri menganiaya Sekar yang merupakan mantan kekasihnya di Mes Persela Lamongan. Pertikaian tersebut disebabkan oleh Saddil yang mengambil paksa ponsel genggam milik Sekar.

Alhasil pemain yang sempat dipanggil ke timnas senior oleh Bima Sakti itu melayangkan pukulan ke wajah sekar. Ia juga menendang paha dara tersebut berkali-kali.

Video: Korban Cabut Laporan Kasus Penganiayaan Saddil Ramdani

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Tandang ke Aceh, PSS Minus Empat Pemain Inti

Sleman: PSS Sleman bakal melawat ke Aceh tanpa empat pemain intinya dalam laga kedua babak 8 besar Liga 2 Indonesia 2018 melawan Persiraja Banda Aceh. Mereka adalah Asyraq Gufron (bek tengah), Bagus Nirwanto (bek kiri), Dave Mustaine (gelandang), dan Arie Sandy (gelandang bertahan). Keempatnya absen karena cedera dan akumulasi kartu.

Meski keempatnya langganan starter dalam banyak laga PSS, pelatih Seto Nurdyantoro enggan mencemaskan hal itu. Ia mengatakan sudah menyiapkan pemain pengganti untuk masing-masing posisi tersebut untuk laga tandang di Stadion H. Dhimurtala, Banda Aceh, pada Kamis 1 November 2018.

“Pengganti empat pemain. Ada wingbeck Jodi (Kustiawan), ada Riyan (Miziar). ada Afwan, dan Fandy. Di posisi gelandang ada (Ilhamul) Irhas,” kata Seto saat ditemui di Lapangan Sepakbola Universitas Negeri Yogyakarta, Senin 29 Oktober 2018.

Seto mengatakan sudah mulai memperbaiki kekurangan pola permainan timnya saat bermain imbang 1-1 melawan Persita Tangerang. Saat itu, lini tengah PSS kurang stabil dan jarak para pemain tengah kurang terjaga.

Mantan pelatih PSIM Yogyakarta ini mulai mencoba formasi duet gelandang Amarzukih dengan Busari saat latihan di Lapangan Sepakbola UNY. Selain itu, Seto juga mencoba gelandang M. Taufiq sebagai pilihan lain di lini tengah.

“Tadi kita sudah coba dan lihat. Kita lihat pemain mana yang bisa sinkron di sana. Kita coba semuanya,” kata dia.

Saat latihan itu, Seto sudah memunculkan gambaran susunan pemain utama sbobet indonesia yang akan diturunkan melawan Persiraja nanti. Pemain-pemain seperti Rangga Muslim, Cristian Gonzales, kiper Ega Risky, hingga Rifal Lastori kemungkinan menjadi starter.

“Kami akan menyesuaikan, membawa 17 atau 18 pemain. Namun tidak keputusan manajemen. Kami berangkat ke Aceh antara hari ini dan besok,” ujarnya.

Saat ini, PSS dan Persita sama-sama mengoleksi satu poin di Grup B babak delapan besar liga 2. Sementara itu, Madura FC mengoleksi tiga poin hasil kemenangan atas Persiraja Banda Aceh.

Nil Maizar Akan Dipertahankan PS Tira Musim Depan

Bantul: PS Tira tetap mempertahankan Nil Maizar sebagai pelatih musim depan. Meski, kontrak Nil Maizar di PS Tira berakhir pada Desember 2018.

“Kami beri apresiasi (Nil Maizar) untuk bertahan. Kami akan bicarakan lebih lanjut,” kata perwakilan manajemen PS Tira, Kusmanto Harapan di Stadion Sultan Agung Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa 11 Desember 2018.  

Eks pelatih Semen Padang ini dianggap berjasa terhadap PS Tira. Meski baru masuk pada pertengahan kompetisi Liga 1, Nil Maizar berhasil menyelamatkan PS Tira dari degradasi.  

Baca juga: Prediksi Liverpool vs Napoli: Berharap Tuah Anfield

Saat ini, Nil Maizar masih mengikuti kursus kepelatihan lisensi APro dari AFC. Dengan hasil kinerjanya setengah musim, manajemen PS Tira berharap sang pelatih bisa bertahan. 

“Kami keinginannya seperti itu. Coach Nil ada di rencana kita, memang masih perlu pembicaraan,” ujarnya. 

Menariknya, Nil Maizar saat ini bukan hanya melatih sepak bola. Ia juga menjadi salah satu calon anggota legislatif pada Pemilu 2019. Ia maju dengan ‘kendaraan’ Partai NasDem. 

Baca juga: Laga PS Tira melawan PSIM Yogya Berakhir Ricuh

“Keinginan Nil Maizar nyaleg kami hormati. Kami akan memberi prioritas untuk coach Nil dan ofisial (PS Tira) yang ingin bertahan,” ucapnya. 
 
Dengan situasi itu, lelaki kelahiran Sumatra Barat ini tetap memimpin skuat The Young Warriors musim depan. PS Tira nantinya akan berkandang tetap di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada musim depan. 

Manajemen juga mengisyaratkan akan mempertahankan sekitar 50 persen skuat untuk kompetisi tahun depan. “Kami akan prioritaskan tim yang membantu tim kami bertahan di Liga 1,” kata Kusmanto.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Bobotoh Sambut Meriah Skuat Persib U16
 

(RIZ)

Komentar Rohid Chand Usai Raih Penghargaan Pemain Terbaik Liga 1 2018

Jakarta: Rohit Chand dinobatkan sebagai pemain terbaik Liga 1 Indonesia 2018. Gelandang Persija Jakarta itu mendedikasikan gelar tersebut untuk semua pemain sepak bola di Indonesia. 

Rohit Chand terpilih menjadi pemain terbaik mengalahkan dua kandidat lainnya Willem Jan Pluim (PSM Makassar) dan bomber Persebaya David dan Silva.

Gelar individu yang didapatkan Rohit Chand ini meneruskan catatan musim lalu ketika status pemain terbaik disematkan kepada pemain asing. Musim lalu gelar pemain terbaik diberikan kepada Paulo Sergio, pemain dari PS Tira.

Rohit Chand mengaku tidak menyangka dirinya masuk nominasi pemain terbaik.

Klik di sini: Milan Ditahan Imbang Torino di San Siro

“Saya bukan pemain individu, semua berkat kerja sama tim. Jadi sebenarnya tidak terlalu berharap dengan penghargaan ini. Saya sudah puas karena Persija bisa meraih gelar juara,” kata Rohit Chand.

“Gelar pemain terbaik ini saya anggap bonus. Jadi saya dedikasikan kepada semua pemain di Indonesia, bukan hanya skuat Persija,” sambung Rohit.

Musim ini Rohit Chand bermain dalam 31 laga Persija dan mencetak tiga gol. 

Video:Jakmania Rayakan Kemenangan di Bundaran HI
 

(ASM)

Menanti Gebrakan Tiga Tim yang Promosi ke Liga 1 2019

Jakarta: Tiga tim PSS Sleman, Semen Padang, dan Kalteng Putra, resmi naik kasta ke Liga 1 Indonesia 2019. Ketiga tim tengah bersiap unjuk gigi di kasta tertinggi spak bola Indonesia tersebut.

Ya, ketiga tim ini berasal dari tiga pulau yang berbeda di Tanah Air. Seperti diketahui, PSS berasal dari Jawa, Semen Padang dari Sumatera, dan Kalteng Putra dari Kalimantan.

PSS datang dengan status juara Liga 2, usai mengalahkan Semen Padang 2-0 di partai final. Namun sebenarnya, tiket promosi sudah dipastikan sejak kedua tim menginjak babak final.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Juventus vs Inter Milan Dini Hari Nanti

Sementara itu, Kalteng Putra mendapat tiket promosinya usai menaklukkan Persita Tangerang 2-0 di Stadion Pakansari Cibinong. Dua gol kemenangan Kalteng Putra diciptakan Dendi Maulana dan I Made Adi Wrahadi.

Sebelum menyaksikan aksi tiga klub tersebut, berikut profil singkatnya:

PSS Sleman

Ini menjadi kali pertama Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki wakilnya di Liga 1 Indonesia, atau sejak ISL yang merupakan nama sebelumnya. PSS Sleman menjadi wakil DIY untuk untuk pertama kalinya di kasta tertinggi sepak bola Indonesia tersebut.

Salah satu senjata terkuat PSS ialah striker mereka, Cristian ‘El Loco’ Gonzalez. Terbukti, El Loco mampu membawa PSS menjadi juara dengan sumbangan satu gol di babak final kontra Padang. El Loco juga telah mengutarakan niatnya untuk tetap membela Laskar Sembada di Liga 1.

Pelatih: Seto Nurdianto

Kiper: Ega Rizky, Yoewanto Stya Beni, Rizky Arya Adiatna.

Bek: Absor Fauzi, Tedy berlian, Zamzani, Taufan Hidayat.

Gelandang: Wahyu Sukarta, Rangga Muslim, Tambun Naibaho, Yudi Khoirudin, Wira Buana Prayoga, Dave Mustaine.

Striker: Hisyam Tolle, Slamet Budiono, Arie Sandy, I Made Wirahadi, Cristian Gonzales, Irkham Zahrul Milla.

Semen Padang

Hanya butuh satu musim bagi Semen Padang untuk kembali ke Liga 1. Ya, tahun lalu, mereka harus terdegradasi ke Liga 2 usai fini di zona merah Liga 1 2017 bersama Persiba Balikpapan dan Presegres Gresik.

Menghadapi Liga 1, Semen Padang diperkirakan bakal menambah amunisi di lini serang mereka. Striker PS Tira, Aleksandar Rakic, dikabarkan masuk radar tim berjuluk Kabau Sirah tersebut. Kabar ini diperkuat dengan PS Tira yang terancam degradasi dari Liga 1 2018.

Pelatih: Syafrianto Rusli

Kiper: Mukhti Alhaaq, Guntur Pranata, Rendi Oscario Sroyer, Ahmad Iqbal Bachtiar.

Bek: Ibrahim Sanjaya, Febly Gushendra, Syaeful Anwar, Novrianto, Hengky Ardiles, Leo Guntara, Agung Prasetyo, Ahmad Taufik, Nugrah Nanak, Ahmad Mahrus Bahtiar.

Gelandang: Fridolin Yoku, Rudi, Apriyogi, Abdul Rahman Lestaluhu, Elthon Maran, Ronaldo Eko Julianto, Manda Cingi, Rosad Setiawan, Finno Andrianas, Isyad Maulana.

Striker: M. Gugum Gumilar, Rachmat Affandi, Ananias Fingkreuw, Mardiono.

Kalteng Putra

Sama dengan PSS, ini juga pertama kalinya Kalteng Putra menembus panggung Liga 1. Setelah mendapatkan kepastian promosi, Kalteng langsung berbenah.

Tidak tanggung-tanggung, Kalteng putra memulai persiapannya dengan merenovasi markas mereka, Stadion Tuah Pahoe, serta rencana merekrut pemain bintang.

Striker legendaris asal Swedia, Zlatan Ibrahimovic, disebut-sebut sebagai salah satu calon pemain baru Laskar Isen Mulang. Dikabarkan, manajemen klub sudah sampai tahap menerima respons Ibrahimovic dalam proses negosiasinya. 

Pelatih: Kas Hartadi

Kiper: Fachri Abdi, Riki Pambudi.

Bek: Ardi Yuniar, Zainal Haq, Budhiar M. Riza, Satrio Aji, Dendi Agustian.

Gelandang: Dadang Apridianto, Moses Banggo, Michael Rumere, Dominggus Fedrik, Muhammad Rais, Zulvin Zamrun, Feri Aman Saragih, Joko Sasongko.

Striker: Eksel Runtukahu, Dennis Buiney, Hari Yudo, Eki Nurhakim.

(ASM)

Terkait Isu Pengaturan Skor, Semen Padang dan PSS Sleman Janji Bermain Profesional

Bogor: Isu pengaturan skor masih jadi perbincangan di jagat sepak bola Tanah Air, termasuk di kompetisi Liga 2. Teranyar, Exco PSSI, Hidayat menyatakan mundur dari jabatannya. 

Jelang laga final Liga 2 antara PSS Sleman melawan Semen Padang FC di Stadion Pakansari Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Selasa, 4 Desember 2018, keduanya siap bermain profesional. Mereka enggan terpengaruh dengan masalah di luar pertandingan. 

“Saya tak akan terpengaruh hal di luar strategi permainan. Saya harapkan ke pemain apa yang terjadi di lapangan, wajib ikut perintah wasit,” kata pelatih Semen Padang FC, Syafrianto Rusli lewat keterangan tertulis yang diterima medcom.id

Ia yakin, timnya bisa tampil lepas untuk laga nanti malam. Ia meyakini, Semen Padang tak terlibat di dalam polemik itu. Ia berharap laga akan berjalan dengan fairplay. 

Baca: Luka Modric Sabet Gelar Ballon d’Or 2018 

“Kami serta pemain berlatih dan main dengan baik. Mudah-mudahan kami bisa mengakhiri dengan bagus. Sepak bola secara umum sudah membahas teknologi. Kita masih bergelut dengan hal yang seharusnya tak kita ikuti. Kita akhiri lah ini supaya sepak bola bisa maju,” ujar Syafrianto. 

Sementara itu, PSS Sleman jadi salah satu yang namanya disebut dalam masalah itu. Pelatih PSS, Seto Nurdyantoro menyatakan, dirinya hanya bekerja berkaitan dengan sepak bola. Mulai dari berlatih sampai melakukan pemulihan kondisi pemain yang kurang fit. 

“Di luar itu saya tidak tahu. Saya juga tak akan pernah mengomentari kinerja wasit. Saya berkomitmen diri sendiri tak akan komentar di luar teknis,” kata dia. 

Menurut Seto, laga final Liga 2 bakal jadi pembuktian timnya mana yang layak jadi yang terbaik di kompetisi kasta kedua. Meskipun, ia mengakui berharap timnya bisa keluar jadi pemenang. 

“Laga final jadi pembuktian bahwa kami bekerja di luar teknis. Harapannya jadi pertandingan yang layak untuk tim yang lolos di final,” pungkasnya.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Hidayat Mundur dari Exco PSSI

(ASM)

Gede: Masyarakat Harus Berani Laporkan Praktik Pengaturan Skor

Direktur Utama Persija Jakarta, I Gede Widiade (dua dari kiri) saat menghadiri diskusi sepak bola yang digagas wartawan sepak bola Indonesia (Foto: medcom.id/Rendy Renuki)

Jakarta: Direktur Utama Persija Jakarta, I Gede Widiade, mengimbau masyarakat untuk tidak segan melaporkan ke pihak berwenang jika menemukan bukti-bukti praktik pengaturan skor. Ia menyebut masyarakat bisa menggunakan skema “class action” untuk berperang melawan tindakan kriminal tersebut.

“Kalau misalnya PSSI tidak berani, masyarakat saja yang membuat aduan,” kata Gede dalam diskusi yang digelar di Jakarta, Jumat 30 November, dikutip Antara.

Dalam hal ini, sesungguhnya Gede menyindir langkah PSSI dalam menangani masalah pengaturan skor (match fixing) itu sendiri. Induk sepak bola Indonesia itu dinilai gagal membuat para pelakunya jera.

Baca: Nama PSS Sleman Disebut dalam Kasus Pengaturan Skor, Pelatih: Silakan Diusut!

Pasalnya, Gede terang-terangan mengatakan pengaturan skor seperti masalah akut dalam sepak bola Indonesia. Namun, ia berpendapat jika penanganan hukum permasalahan ini terkesan lamban. 

Kasus pengaturan skor mulai mencuat lagi di sejumlah pertandingan sepak bola nasional, terutama di Liga 2. Salah satunya, menyeret laga Madura FC kontra PSS Sleman pada babak delapan besar Liga 2.

Kala itu, manajer Madura FC, Januar Herwanto, mengakui menjadi korban match fixing. Ia diminta mengalah oleh anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Hidayat, pada pertandingan melawan PSS.(ANT)

(ASM)

Asprov Jakarta Minta Ketua PSSI Mundur

Jakarta: Wakil Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) DKI Jakarta, Aldi Karmawan, mendesak ketua umum PSSI, Edy Rahmayadi, mengundurkan diri dari jabatannya.

Aldi menjelaskan bahwa minimnya prestasi Timnas Indonesia menjadi alasan utama dirinya menginginkan Edy mundur. Selain itu, Edy yang merangkap sebagai Gubernur Sumatera Utara dinilai bermasalah.

“Sebaiknya Pak Edy melepaskan jabatannya di PSSI,” kata Aldi kepada Antara.

Baca juga: Lima Momen Paling Kontroversi Sepanjang Fase Grup Piala AFF

Aldi juga menegaskan bahwa minimnya regenerasi mulai dari sepak bola akar rumput memperparah masa kepemimpinan Edy sebagai Ketum PSSI.

“PSSI sangat tidak memerhatikan kami. Kami membuat liga secara mandiri, sama sekali tak ada bantuan dari PSSI. Seharusnya ada perhatian serius untuk pembinaan sepak bola dari akar rumput,” tegasnya.

Selama kepemimpinan Edy, Timnas gagal mencapai target yang dicanangkan. Timnas U-23 hanya mampu meraih medali perunggu pada SEA Games 2017 kendati ditargetkan menggondol emas. 

Baca juga: Aman Dari Zona Degradasi, PSIS Tak Sabar Hadapi Persebaya

Selain itu, Skuat Garuda Muda juga ditargetkan mencapai semifinal Asian Games 2018 yang digelar di Indonesia. Namun, Evan Dimas dkk hanya mampu mencapai babak 16 besar.

Terakhir, giliran Timnas senior yang juga gagal mencapai target di pentas Piala AFF 2018. Diharapkan bisa mengakhiri kutukan runner-up yang sudah lima kali dirasakan, Timnas senior justru melempem dan tersingkir di fase grup.

Timnas Indonesia hanya sukses di level U-16 di mana pasukan Fachri Husaini sukses menjadi kampiun Piala AFF usai mengalahkan Vietnam di final. Sutan Diego dkk juga tampil apik di pentas Piala Asia U-16 dan nyaris lolos ke Piala Dunia U-17. Di ajang tersebut, mereka sukses melaju hingga perempat final sebelum disingkirkan Australia.

Video: Preview AS Roma vs Madrid: Berebut Pemuncak Grup B

(ACF)

PSM Makassar Makin Termotivasi Jamu Bali United

Pelatih PSM, Robert Rene Alberts, dalam jumpa pers kontra Bali United. (Foto: Medcom/Andi)

Makassar: PSM Makassar wajib menang saat menjamu Bali United pada lanjutan Liga 1 Indonesia 2018 di Stadion Andi Mattalatta, Minggu 25 November. Tambahan tiga poin bakal mengembalikan posisi puncak milik mereka yang baru saja direbut Persija Jakarta.

Persija mengambil alih posisi puncak klasemen PSM setelah menaklukkan Sriwijaya dengan skor 3-2. Dengan begitu, Macan Kemayoran sukses mengumpulkan 56 poin atau berselisih dua angka saja dengan PSM Makassar.

Klik: Timnas Gagal di AFF, Bima Sakti Pasang Badan

Pelatih PSM, Robert Rene Alberts, menjamin para pemainnya makin termotivasi merebut kemenangan dari Bali United dengan situasi krusial ini. Meski begitu, dia tetap meminta para pemainnya tetap bertanding dengan rileks.

“Penting bagi pemain untuk terus termotivasi, melakukan tugasnya agar lebih dekat dengan juara. Tapi harus tetap rileks, jangan jadi beban,” kata Robert pada jumpa pers jelang laga di Makassar, Sabtu (24/11/2018). 

Klik: Faktor Kegagalan Indonesia di Piala AFF 2018

Tampil di kandang, Robert bakal menginstruksikan anak-anak asuhnya tampil menyerang sejak menit awal. Dia ingin para pemain PSM meminimalisir berbagai kesalahan agar tidak dimanfaatkan Bali yang dikenal memiliki lini serang berbahaya.

“Strategi utama kami adalah mencetak gol lebih dulu tanpa terkesan memaksakan diri. Kalau memang perangkat pertandingan netral dan tidak ada kejadian di luar dugaan, kami percaya diri bisa menang,” ujar Robert.

PSM punya rekam jejak kurang bagus ketika bentrok dengan Bali United. Terhitung dari tiga pertemuan sebelumnya, mereka selalu gagal untuk menang. Robert pun menyadari Bali United adalah tim yang kuat, tapi bukan berarti PSM tidak berbenah diri.

“Besok, kami punya rencana dengan pendekatan berbeda,” tutup Robert.

(KAU)

PSS Sleman harus Jaga Momentum untuk Laga Semifinal

Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdyantoro (tengah). (FotoMedcom.id-Ahmad Mustaqim )

Sleman: PSS Sleman menggenggam satu tiket laga semifinal Liga 2 usai menang 5-0 atas Persiraja Banda Aceh di Stadion Maguwoharjo Sleman Yogyakarta pada Rabu, 21 November 2018. PSS pun menjadi pemuncak klasemen grup B babak delapan besar Liga 2 dengan nilai 10. 

Sementara, Persita Tangerang mendampingi PSS lantaran mampu menang 2-1 atas Madura FC di Stadion Ahmad Yani, Sumenep, Madura, Jawa Timur dalam waktu yang sama. 

Pada babak semifinal, PSS akan bertemu Kalteng Putera yang menjadi runner up grup A. Di sisi lain, Persita akan bertemu dengan Semen Padang FC. 

Pelatih PSS, Seto Nurdyantoro mengatakan Kalteng Putera bukan lawan mudah bagi timnya. Ia menilai tim lawan memiliki modal baik hingga bisa melaju ke babak semifinal Liga 2.

Klik di sini: Harapan Bima untuk Suporter Indonesia Jelang Bentrok dengan Filipina

“Mereka (Kalteng Putera) tim bagus. Mereka siap dari semuanya. Ada penambahan pemain yang bisa mengangkat,” ujarnya di Stadion Maguwoharjo Sleman, Yogyakarta pada Rabu, 21 November 2018. 

Kedua tim sempat tergabung dalam grup wilayah timur pada babak penyisihan Liga 2 musim ini. Baik PSS maupun Kalteng sama-sama saling mengalahkan dengan skor 1-0 saat bermain di kandang. 

Seto mengatakan tak ada banyak waktu istirahat untuk laga semifinal dengan sistem tandang-kandang. Minimal, PSS harus menjadi momentum tren positif dalam dua laga babak delapan besar terakhir. PSS akan lebih dulu menjadi tim tamu untuk laga semifinal nanti.  

“Kami nggak ada waktu latihan. Kami hanya akan melakukan pemulihan dan menjaga kebugaran pemain,” ujarnya. 

PSS kemungkinan tak akan melakukan perubahan strategi signifikan untuk laga semifinal. Seto akan melakukan sedikit rotasi pemain tanpa perubahan signifikan. 

“Kami harus mengantisipasi cara bermain di manapun. Saya berharap pemain bisa menerjemahkan apa yang saya inginkan di lapangan,” ungkapnya. 

Video: Timnas Indonesia Fokus Petik Kemenangan Lawan Filipina

Da Silva Hattrick, Persebaya Bantai Bali

Gianyar: Bali United di luar dugaan takluk di kandang sendiri dari Persebaya Surabaya, Minggu (18/11) malam. Dalam pertandingan yang dihelat di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Serdadu Tridatu keok dengan skor 2-5 dari Bajul Ijo.

Bermain di kandang sendiri membuat Bali bermain menyerang. Sementara Persebaya dengan senang hati menunggu kesempatan untuk melancarkan serangan balik.

Tapi bermain terbuka membawa petaka bagi Serdadu Tridatu. Bajul Ijo membuka skor di menit ke-8 setelah David Da Silva menjebol gawang Wawan Hendrawan memanfaatkan umpan panjang Oktafianus Fernando.

Da Silva kembali menjadi momok bagi Bali. Penyerang asal Brasil ini kembali menjebol gawang Wawan di menit ke-30 setelah memanfaatkan assist Osvaldo Haay.

Melihat timnya kelimpungan menghadapi umpan panjang dan kecepatan Persebaya, pelatih Widodo Cahyono Putro menarik Irfan Bachdim dan memasukkan I Kadek Agung Widnyana.

Namun pergantian yang dilakukan Widodo tidak berdampak besar. Bali justru kembali kejebolan melalui sepakan Osvaldo di menit ke-33 setelah memanfaatkan umpan Ruben Sanadi.

Di sisa waktu yang ada, Bali berusaha mencetak gol. Tapi, Persebaya yang telah unggul tiga gol menumpuk pemain di lini belakang. Hingga turun minum, skor 0-3 masih bertahan.

Tertinggal tiga gol, Serdadu Tridatu semakin menggencarkan serangan. Namun, justru Bajul Ijo yang mampu menambah gol keempat di menit ke-57 melalui Osvaldo setelah memanfaatkan umpan Da Silva.

Ilija Spasojevic sempat membuat pendukung tuan rumah bersorak setelah di menit ke-58. Mendapat umpan Melvin Platje, Spaso mampu menaklukkan Miswar Saputra.

Da Silva melengkapi penderitaan Bali dengan melengkapi hattrick-nya di menit ke-75. Memanfaatkan kemelut di depan gawang Serdadu Tridatu, Da Silva mampu melesakkan bola ke gawang yang sudah kosong.

Melvin Platje sempat mencetak gol hiburan di menit ke-94 melalui tendangan bebasnya. Setelah gol tersebut, wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.

Dengan kemenangan ini Persebaya mampu melesat ke posisi ketujuh dengan nilai 44 dari 31 laga. Sementara Bali tetap bertengger di posisi keenam dengan 45 poin dari 31 pertandingan.

Susunan pemain:
Bali (4-3-2-1): W. Hendrawan; A. Wijaya, M. N’Diaye, D. Ramadhan, T. Hidayat; Fadil Sausu (C) (’61 S. Cahya), M. Platje, N. van der Velden (’73 Y. Munawar); M. Taufiq, I. Bachdim (’32 I. Widnyana); I. Spasojevic

Persebaya (4-4-2): M. Saputra; M. Syaifuddin (’88 A. Maulana), F. Imbiri, Otavio, R. Sanadi; F. Utomo (’82 Y. Pahabol), M. Solikin, O. Haay, R. Saputra (’43 O. K. John); Da Silva, O. Ferando

Video: APPI Gelar Laga Amal untuk Palu

Demi Tiket Perempat Final, PSS Harus Sapu Bersih Dua Laga Kandang

Sleman: PSS Sleman harus bermain ngotot untuk bisa meraih dua kemenangan laga kandang untuk menjaga peluang lolos ke perempat final Liga 2. Sekali terpeleset, PSS hampir dipastikan gagal mewujudkan ambisi promosi ke Liga 1 musim depan. 

“Dua laga home mau tidak mau harus menang. Harapan saya ini tak jadi beban, namun berusaha tetap meraih kemenangan. Kalau draw atau kalah bisa dipastikan kita tak akan lolos,” kata Pelatih PSS, Seto Nurdyantoro di Stadion Maguwoharjo Sleman, Kamis, 15 November 2018. 

PSS berada di dasar klasemen sementara grup B babak delapan besar Liga 2 dengan koleksi empat poin. Mereka meraih sekali kemenangan, sekali imbang, dan dua kali kalah. 
 

Baca: Arema Waspadai Permainan Bola Atas Persela

PSS akan menghadapi Persita Tangerang pada salah satu laga kandang pada Jumat, 16 November 2018. Untuk laga besok, PSS bermain dengan tanpa dua pemain, yakni pemain belakang Arie Sandy dan pemain depan Qischil Gandrum Minnie. 

Selain dua pemain itu, Seto menyatakan timnya dalam kondisi baik. Ia berharap pemainnya bisa menjalani pemulihan dengan baik setelah kekalahan 0-1 di kandang Madura FC. 

“Semoga pemain bisa bermain lebih lepas dengan kondisi prima. Mudah-mudahan para pemain bisa enjoy,” kata dia. 

Seto mengatakan tak bisa banyak melakukan perbaikan tim. Ia hanya berupaya mengembalikan sentuhan bola para pemain. Ia menginginkan mental juara para pemainnya muncul dengan tampil lepas. 
 

Baca juga: Persita Target Curi Poin di Kandang PSS Sleman

Selain itu, pemain gaek Cristian ‘El Loco’ Gonzales dan gelandang Amarzukih juga sudah dipastikan bugar untuk laga melawan Persita. Dengan bugarnya dua pemain itu, ia berharap ada perbedaan pola permainan dibanding saat melawan Madura FC. 

Seto mengakui Persita bukan lawan mudah. Egy Melgiansyah menjadi salah satu nama yang Seto sebut harus diwaspadai para pemainnya. 

“Secara kolektivitas mereka (Persita) bagus. Aliran kaki ke kaki bagus. yang akan memenangkan laga nanti adalah yang punya mental juara,” ungkapnya. 

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Persiapan Timnas Indonesia Jelang Hadapi Thailand

(ACF)

Gol Rizky dan Vizcarra Bantu Sriwijaya Taklukkan Barito Putera

Palembang: Sriwijaya FC berhasil menaklukkan Barito Putera pada pekan ke-30 Liga 1 Indonesia 2018, Senin 12 November. Kemenangan atas tim berjuluk Laskar Antasari itu mereka raih dengan skor telak, 2-0.

Jalannya pertandingan berlangsung menarik di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring yang menjadi markas Laskar Wong Kito. Tim tamu yang dibesut Jacksen F. Tiago sempat menahan imbang Sriwijaya dengan skor kacamata hingga babak pertama.

Klik: Thierry Henry Masih Kesulitan di AS Monaco

Babak kedua bergulir 13 menit atau tepatnya pada menit ke-53, Sriwijaya baru sukses mencetak gol lewat tendangan kaki kanan Rizky Dwi Ramadhan. Prosesnya terbilang spektakuler karena dilakukan Rizky dari sudut sempit tanpa mengontrol bola.

Barito Putera berinisiatif memasukkan Nazarul Fahmi, T.A. Musafri dan Fajar Handika untuk mengejar ketertinggalan. Tapi, peluang masih jarang tercipta dan gol balasan tak kunjung lahir hingga pertandingan selesai.

Klik: Aaron Ramsey Masuk Radar AS Roma

Nahas bagi Barito, Esteban Vizcarra malah memperbesar kemenangan Sriwijaya pada menit 90+5. Golnya tercipta setelah menerima assist Manucheckhr Dzalilov dan menyungkil bola melewati kiper Teja Paku Alam. Skor 2-0 disegel Sriwijaya.

Hasil laga ini membuat Sriwijaya naik ke urutan 14 klasemen sementara dengan koleksi 36 poin. Sementara itu, Barito Putera harus rela turun ke posisi 11 karena baru memiliki 40 poin. 

Susunan Pemain

Sriwijaya FC: Alam, Alan Henrique, Zalnando, Merauje, Alhadji Adamou (Faris 81′), Yoo Hyun-Goo, Vizcarra, Dzhalilov, Iskandar, Ramadhan (Abdiansyah 87′), Yogi (Tolib 73′).

Barito Putera: Riyandi, Beroperay, Evans, Nurzaidin, Setiawan (Fahmi 61′), Cordoba (Handika 77′), Sitanggang, Maulana, Syaharil, Marcel Sacramento (Musafri 65′), Arif.

(ACF)

Hasil Lengkap Liga 1 Indonesia Hari Ini

Jakarta: Pekan ke-29 Liga 1 Indonesia 2018 pada Jumat 9 November rampung digelar. Dari tiga pertandingan, ada dua klub yang mampu mencuri poin penuh saat menjalani laga tandang.

Bertandang ke Stadion Gelora Bangkalan, Bhyangkara sukses meraih hasil maksimal menghadapi Madura United. Tim besutan Simon McMenemy sukses mempermalukan tuan rumah dengan skor tipis 1-2. 

Kemenangan ini membuat Bhyangkara untuk sementara menggeser Bali United di posisi keempat dengan torehan 46 Poin. Sementara Madura United masih berada di posisi keenam dengan 43 poin. 

Di pertandingan lainnya, PSMS mampu mempermalukan Persib Bandung. Bertandang ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, PSMS mampu menekuk tim asuhan Mario Gómez dengan skor 1-0. 

Klik di sini: Kilas Balik Singapura vs Indonesia di Piala AFF

Gara-gara kekalahan ini Persib gagal memperkecil jarak dengan pesaing terdekat mereka, PSM Makassar. Mengoleksi 49 poin, Persib masih duduk di posisi kedua klasemen sementara Liga 1 2018 dengan tertinggal empat poin dari Juku Eja. 

Sebaliknya, tambahan tiga poin ini membuat PSMS naik ke posisi 16 klasemen dengan torehan 33 poin.

Sementara hasil kurang baik didapat Mitra Kukar saat menjamu Persela Lamongan di Stadion Aji Imbut Tenggarong. Mereka harus rela berbagi poin dengan Persela setelah hanya bermain imbang 1-1. 

Hasil ini tetap membuat Mitra Kukar berada di posisi ke-14 dengan torehan 36 poin. Sedangkan Persela berada di posisi kesembilan dengan 39 poin. 

Berikut hasil lengkap Liga 1 Indonesia 2018, Jumat 9 November:

Madura United 1-2 Bhayangkara FC
Mitra Kukar 1-1 Persela Lamongan
Persib Bandung 0-1 PSMS Medan

Video:Perkiraan Formasi Singapura vs Indonesia

(FIR)

PSS Raih Kemenangan Perdana di Babak 8 Besar

Sleman: PSS Sleman akhirnya meraih kemenangan perdana pada babak delapan besar Grup B Liga 2 Indonesia 2018. Kemenangan didapat PSS usai mengalahkan Madura FC di Stadion Maguwoharjo Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa 6 November 2018. 

Bermain di hadapan puluhan ribu suporternya, PSS bermain cukup dominan. Lini tengah PSS dikawal Dave Mustaine dan Amarzukih cukup memberikan keseimbangan. Meski ada sejumlah kesalahan kecil dalam mengatasi serangan Madura FC. 

Sementara, lini serang PSS yang diisi Cristian ‘El Loco’ Gonzales, Ichsan Pratama, dan Qischil G Minny, tampil kurang gereget. Sejumlah peluang yang tercipta gagal berbuah gol. Hingga babak pertama usai, kedua tim tetap bermain imbang 0-0. 

Baca juga: Latihan Terakhir Timnas Indonesia Jelang Kontra Singapura

Kedua tim gantian menyerang pada babak kedua. Gawang Madura FCyang dikawal Usman Pribadi masih sulit untuk dijebol para pemain PSS. 

Akhirnya, gol kemenangan PSS hadir pada menit ke 81. Saat pemain Madura FC menilai pemain pengganti PSS, Ilhamul Irhaz dalam posisi offside, wasit tak menilai demikian. Irhaz dengan mudah membawa bola di sisi kiri pertahanan Madura FC. 

Umpan crossing Irhaz sebetulnya tak sempurna dan bisa dihalau pemain belakang Mochamad Choirul Rifan. Sayang, sapuan bola dengan sundulan itu masuk ke gawang sendiri. PSS sementara unggul 1-0. 

Baca juga: Riko Optimistis Indonesia Lolos dari Persaingan Grup B

Keunggulan membuat penonton di Stadion Maguwoharjo bersuka cita. Di sisi lain, tensi permainan di lapangan semakin tinggi. Beberapa kali wasit Khairuddin menghentikan sementara pertandingan, karena insiden pemain hingga ofisial tim. Hingga peluit panjang berbunyi, PSS menang tipis 1-0 atas Madura FC. 

Ketegangan antarofisial kembali terjadi di pinggir lapangan usai laga. Sejumlah suporter juga ada turun ke lapangan. Terlepas insiden itu, pelatih Seto Nurdyantoro mengakui sangat mensyukuri kemenangan PSS. Ia menilai pertandingan melawan Madura FC sangat berat, melelahkan dan sulit.

“Tapi kememangan ini adalah target kami. Saya mengapresiasi perjuangan semua pemain,” katanya. 

Baca juga: Debutan Ini Targetkan Timnas Indonesia Juara

Seto menganggap timnya bermain baik di babak pertama. Namun, permainan anak asuhnya menurun di babak kedua. Ia juga menilai masih adanya kelamahan di lini tengah dan belakang timnya. 

“Ini yang masih menjadi pekerjaan rumah kami. Emosional para pemain juga harus kami perbaiki,” ucapnya. 

Sementara, pelatih Madura FC Salahudin menilai anak asuhnya sudah bermain luar biasa. Ia enggan menyalahkan gol PSS yang dinilai berbau offside. 

“Tapi memang hasilnya demikian. Para pemain sudah protes (gol PSS), namun itu tetap terjadi,” kata dia. 

Dengan hasil ini PSS menduduki peringkat kedua klasemen sementara Grup B dengan torehan 4 angka. Posisi teratas dihuni Persiraja Banda Aceh yang mengumpulkan 6 poin. Sementara, Persita Tangerang di posisi ketiga dengan nilai 4 (kalah agregat gol dari PSS). Sedangkan Madura FC berada di peringkat keempat dengan 3 poin.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga?

Video: Masyarakat Antusias Sambut Piala AFF 2018
 

(RIZ)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Brace Packer Antar Barito Tekuk PS Tira

Banjarmasin: Barito Putera meraih kemenangan 3-1 saat menjamu PS Tira pada pekan ke-29 Liga 1 Indonesia 2018 di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Senin 5 November. Douglas Packer menyumbang dua gol untuk membawa Bekantan Hamuk melesat naik di klasemen sementara.

Tim tuan rumah harus berjuang sampai menjelang babak pertama usai untuk membuka keran gol mereka. Usaha Barito baru berbuah pada menit 44.

Adalah Ady Setiawan yang membuka keunggulan Barito lewat golnya. Memanfaatkan umpan terukur Marcel Sacramento, gelandang 24 tahun itu menanduk bola ke sisi kanan gawang PS Tira yang dijaga kiper Angga Saputra.

Baca: Persija Resmi Dapatkan Sutan Zico

Barito menambah keunggulan mereka di menit 52 babak kedua. Kali ini, Douglas Packer mencatatkan namanya di papan skor.

Lagi-lagi berasal dari umpan lambung Sacramento, yang diterima dengan baik oleh Packer. Striker asal Brasil itu membuat sedikit manuver dan melancarkan tendangan kaki kanan keras untuk merobek gawang Angga.

Berselang sembilan menit, Packer mencetak gol keduanya di laga ini. Dibantu umpan terobosan cantik dari Matias Cordoba, Packer melakukan penyelesaian akhir yang ciamik.

PS Tira mendapatkan gol hiburan di menit 82. Gol tersebut dicetak oleh Wawan Febrianto, yang melakukan umpan satu-dua bersama Ahmad Noviandani.

Tambahan waktu injury tak membuat PS Tira mampu menyamai kedudukan. Wasit menutup pertandingan untuk kemenangan Barito 3-1.

Tambahan tiga poin membuat Barito melesat naik ke urutan delapan klasemen Liga 1 sementara dengan 40 poin. Sementara PS Tira masih terjebak di zona degradasi.

Susunan Pemain:
 

(ACF)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Perbanas Institute Jakarta Juara University Futsal Turnament

Yogyakarta: Perbanas Institute Jakarta berhasil keluar sebagai juara dalam ajang Mizuno University Futsal Turnament 2018 yang digelar di Yogyakarta. Dalam partai Grand Final di Lapangan Futsal Jogokaryan, Yogyakarta, Sabtu malam, 3 November 2018, Perbanas mengalahkan Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung dengan skor 3-1. 
 
Di babak grand final, Perbanas lebih dulu mengalahkan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel (Surabaya) dengan skor 5-0 dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan skor serupa. 

Di sisi lain, Uninus mengalahkan UNY (3-1) dan UIN Sunan Ampel (5-2). Sementara, partai ke tiga antara Perbanas dengan Uninus sepakat tak digelar karena sudah tak menentukan untuk tim yang berlaga di final. 

Dalam pertandingan final, Uninus bermain menyerang dibabak pertama. Mereka pun membuka keunggulan lewat Dery. Saat babak pertama akan bubaran, Perbanas mencetak gol lewat Arif Rahman Hagi. Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama usai.

Klik di sini: Prediksi Arsenal vs Liverpool: Pembuktian Kualitas Emery

Perbanas tampil lebih tenang dibabak kedua. Mereka bisa mencetak dua gol kemenangan lewat Luthfi. Perbanas pun menang 3-1 atas Uninus. 

Pelatih Perbanas, Vennard Hutabarat mengaku tak terlalu memprediksi timnya bisa menjadi juara. Menurut dia, timnya bisa menang lebih karena kesiapan strategi dan membaca permainan lawan. 

“Kami tadi sempat lebobolan dulu. Lalu saya terus menekan anak-anak untuk jaga konsentrasi permainan,” ujarnya setelah pertandingan. 

Baginya, Uninus Bandung menjadi lawan yang paling sulit. Saat pertandingan, Uninus menempatkan pemain depan atau pivot yang memiliki postur besar. 

“Pivot pemain lawan ini yang membuat kami sempat kesulitan. Partai sebelumnya kami tak menemukan strategi demikian,” ujarnya.

Dengan hasil ini, Perbanas berhasil menjadi suara, dan Uninus harus puas sebagai Runner up. Sementara itu, seorang pemain Perbanas, Arif Rachman Hagi menyabet gelar pemain terbaik. Sedangkan, gelar top skor diraih Yan Ariefta Swadanda, pemain UIN Sunan Ampel. 

Video: Saddil Ramdani Terjerat Kasus Penganiayaan

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Usai Minta Maaf, Saddil Diminta Fokus ke Sepak Bola

Jakarta: Winger timnas sepak bola Indonesia U-19 Saddil Ramdani diminta fokus kembali ke sepak bola, karena masa depan cah Lamongan ini di ajang mengolah si kulit bundar itu masih panjang. Bahkan, diyakini masih cerah.

Hal ini dikatakan coach Indra Sjafri, pelatih Saddil di Indonesia U-19 melalui pesan singkatnya kepada Medcom.id, Sabtu 3 November 2018.

Seperti diberitakan, Saddil dilaporkan ke pihak kepolisian di Lamongan atas penganiayaan kepada teman dekatnya.

Baca: Keganasan Mertens Bantu Napoli Remukkan Empoli

Kejadian itu tentu membuat insan sepak bola nasional tersentak, kaget. Pasalnya, beberapa hari sebelum diberitakan, Saddil bersama teman-temannya baru saja membela Indonesia di ajang Piala Asia U-19 2018.

Terkait masalah hukum yang bakal menimpa Saddil, coach Indra meminta Saddil untuk minta maaf ke orangtua teman dekatnya. “Baik ke siapa pun, salah atau tidak salah, sebagai laki-laki Saddil minta maaf saja,” kata Indra.

Setelahnya, Indra meminta Saddil segera fokus ke sepak bola. “Jangan karena hal ini, kehilangan fokus dan semangat di sepak bola. Masa depan sepak bola Saddil masih panjang dan cerah,” ujar Indra menambahkan.

Sebagai pelatihnya, secara pribadi Indra Sjafri juga menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua dan pacar Saddil. “Semoga semua dapat hikmah dan pelajaran dari kejadian ini.”

Baca: Bhayangkara Menjaga Kesucian PTIK

“Dan saya sudah minta Saddil untuk minta maaf ke orang tua temannya itu, atas segala kilaf dan salah,” pungkas Indra.

Gara-gara aksi penganiayaan itu, Saddil pun resmi ditahan Polres Lamongan. Ia dijerat pasal 351 KUHP atau pasal 352 KUHP yang berisi mengenai penganiayaan atau penganiayaan ringan dengan dasar laporan polisi No: LP/261/lX/2018/JATIM/RESLAMONGAN. Untuk Pasal 351 ancaman hukumannya 2 tahun delapan bulan, sedangkan Pasal 352 KUHP hanya mencapai sembilan bulan kurungan.

Saddil juga sudah menyatakan penyesalan atas perbuatannya itu. Ia pun siap menjalani proses hukum serta mematuhi aturan yang berlaku. Dia mengatakan penganiayaan itu terjadi tidak sengaja karena dirinya sedang lelah. Dalam pernyataannya juga, Saddil berharap mendapat pelajaran berharga dari kasus ini.

Video: Saddil Ramdani Terjerat Kasus Penganiayaan

(PAT)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

PSIS Siapkan Strategi Khusus untuk Jamu Arema FC

Magelang: Memasuki pekan ke-29 Liga 1 Indonesia, PSIS Semarang akan menjamu Arema FC di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Minggu 4 November 2018. Namun, tren positif tuan rumah dengan meraih tiga kemenangan beruntun di lima pertandingan, telah dihentikan Mitra Kukar pekan lalu. 

Pelatih PSIS Semarang, Jafri Sastra, mengaku tidak ambil pusing dengan kondisi tersebut. Fokusnya adalah menyusun strategi untuk mengalahkan anak-anak Singo Edan. 

“Ada beberapa hal khusus yang kami persiapkan melawan mereka, meski tidak terlalu banyak. Karena karakter tiap lawan itu berbeda, termasuk Arema FC,” Katanya saat dihubungi dari Semarang, Kamis 1 November 2018. 

Menurut pelatih asal Padang tersebut, ada beberapa strategi yang harus diperbaiki oleh Laskar Mahesa Jenar, yaitu komunikasi antar pemain yang masih dinilai kurang baik. 

“Satu hal yang jadi perhatian dan pembenahan adalah komunikasi antara lini belakang dan tengah semakin dipertajam,” ujarnya. 

Sementara Arema FC diprediksi akan datang ke Magelang dengan tanpa diperkuat top skorer tim, yaitu Dedik Setiawan. Ia saat ini tengah melakoni persiapan Timnas Indonesia untuk berlaga di Piala AFF 2018. 

Striker Arema FC berusia 24 tahun tersebut sudah mencetak sembilan gol dan jadi andalan tim Singo Edan di lini depan. 

Selain Dedik, bek Bagas Adi Nugroho, juga mendapat panggilan yang sama dan dipastikan absen melawan PSIS. 

“Arema FC tetap tim bagus meski tanpa Dedik. Kami tidak boleh menganggap hal seperti itu menjadi sebuah keuntungan. Itu biar menjadi urusan tim lawan,” ungkap jafri. 

10 Klub Liga 1 Dapat Lisensi AFC

(FIR)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

PSSI Diwajibkan Bayar Utang Rp13,9 miliar kepada La Nyalla

Jakarta: Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) dinyatakan kalah dalam persidangan perihal utang-piutang melawan mantan ketumnya, La Nyalla Mattalitti. Induk sepak bola Tanah Air itu pun diwajibkan melunasi utang kepada La Nyalla sebesar Rp13,9 miliar.

Kepastian utang PSSI itu sesuai dengan hasil keputusan sidang perdata gugatan utang-piutang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu 31 Oktober. La Nyalla dinyatakan menang dalam gugatan utang yang sudah diajukannya sejak tidak menjabat sebagai Ketua Umum PSSI.

Namun, tidak seluruh gugatan La Nyalla dikabulkan. Salah satunya adalah Gugatan Provisi. Gugatan itu, yakni PSSI punya kewajiban langsung bayar utang senilai 30 persen.

Baca: Jadwal Padat, Tottenham tak Turun dengan Kekuatan Penuh Kontra West Ham

Ketua Majelis Hakim Indrawati bersama dengan anggotanya, Martin Ponto dan Dedy Hermawan memutuskan PN Jaksel menyatakan Tergugat (PSSI, red) wanprestasi, dan menghukum Tergugat untuk membayar utang kepada Penggugat senilai utang yang tercatat, serta menghukum tergugat untuk membayar biaya perkara.  

Meski hanya sebagian gugatannya dikabulkan, kuasa hukum La Nyalla dari kantor law firm Asshiddiqie, Pangaribuan & Partners Law Firm, Robby Ferliansyah Asshidiqqie yang didampingi Achmad Haikal Assegaf menerima keputusan PN Jaksel.

“Kami mengapresiasi keputusan Majelis Hakim ini, meskipun Gugatan provisi kami tidak dikabulkan. Berdasarkan Putusan yang telah dibacakan tadi, berarti PSSI tidak punya kewajiban langsung bayar senilai 30 persen dari utangnya seperti yang kita minta dalam Permohonan Provisi yang kami ajukan. Tetapi PSSI wajib bayar seluruh utangnya, setelah putusan ini berkekuatan hukum tetap atau inkracht,” ujar Robby dalam rilis yang diterima Medcom.id, Rabu (31/10/2018).

Baca: Lionel Messi Kembali Berlatih

Namun, PSSI masih diberi kesempatan untuk mengajukan banding atas gugatan tersebut. Kesempatan banding diberikan kepada PSSI selama 14 hari setelah gugatan ini diputuskan.

“Setelah Putusan ini telah dibacakan, Tergugat punya kesempatan dalam 14 hari ini untuk menyatakan Banding atau tidak. Kalau menerima, ya setelah 14 hari, klien kami sudah bisa menagih piutangnya dengan dasar hukum putusan ini. Jika diabaikan, kami bisa anggap PSSI melakukan perbuatan yang melanggar hukum. Kalau tidak mau bayar juga bisa dipidanakan. Tetapi kami yakin PSSI tidak akan mengambil risiko itu,” tutur Haikal. 

Video: Data dan Fakta Garuda Nusantara di Piala Asia U-19

(ACF)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Persib – Bali United Berbagi Angka

Balikpapan: Laga pekan ke-28 Liga 1 Indonesia Selasa 30 Oktober, mempertemukan dua tim papan atas, Persib Bandung kontra Bali United. Namun, laga tersebut berakhir antiklimaks dengan skor imbang 1-1.

Bali United membuka keunggalan lebih dulu pada babak pertama. Tepatnya pada menit 22. Stefano Lilipaly berhasil menceploskan bola liar di kotak penalti Persib untuk membobol gawang Muhammad Natshir.

Bola liar tersebut sebetulnya berasal dari bek Persib, Ardi Idrus. Ia tidak mampu mengantisipasi umpan lambung Melvin Platje dengan baik.

Baca: Simic Sumbang Dua Gol, Persija Bantai Barito

Pelatih Bali, Widodo Cahyono, melakukan pergantian pemain sangat dini pada menit 28. Ia menarik keluar Agus Nova untuk digantikan Ahmad Agung.

Persib sejatinya mendapatkan peluang emas untuk membalas gol Lilipaly pada babak pertama. Pasalnya, wasit memberikan hadiah penalti untuk Maung Bandung usai Supardi Nasir ditekel Agung di kotak terlarang pada menit 43.

Namun nahas, eksekusi penalti yang dilakukan Oh Kyun-In gagal berbuah gol. Tendangan pemain asal Korea Selatan tersebut melenceng di atas mistar gawang Wawan Hendrawan. Alhasil, keunggulan 0-1 untuk tim tuan rumah bertahan hingga turun minum.

Gol yang ditunggu-tunggu Persib baru muncul setelah dua menit berjalannya babak kedua. Supardi membuat gol penyama kedudukan tersebut.

Supardi kali ini mendapat umpat terobosan cantik dari Febri Haryadi. Ia mampu melakukan penyelesaian akhir, dengan membuat tendangan datar melewati kolong kaki Wawan.

Tambahan waktu tiga menit tak mampu dimanfaatkan kedua tim untuk mengambil keunggulan. Wasit Dwi Purba Adi Wicaksana menutup laga dengan skor akhir 1-1.

Tambahan satu poin masih membuat Persib bertengger di posisi ketiga klasemen dengan koleksi 46 poin. 

Susunan Pemain:

Persib Bandung: Muhammad Natshir; Bojan Malisic, Tony Sucipto, Victor Igbonefo, Ardi Idrus, Supardi Nasir; In-Kyun Oh, Kim Kurniawan, Ghozali Siregar, Febri Haryadi; Patrick Wanggai.

Bali United: Wawan Hendrawan; Agus Nova, Muhammad Taufik, Ricky Fajrin, I Made Andhika; Stefano Lilipaly, Brwa Nouri, Fadil; Melvin Platje, Irfan Bachdim, Ilija Spasojevic.

(ASM)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Kalahkan Persela, PS Tira Jauhi Zona Degradasi

Bantul: PS Tira berhasil memetik kemenangan meyakinkan saat menjamu Persela Lamongan pada pekan ke-28 Liga 1 Indonesia 2018, Minggu 28 Oktober. Pada laga tersebut, mereka meraih kemenangan dengan skor telak 4-1.

Keempat gol PS Tira dicetak Ahmad Noviandani (menit 45+1′ dan 62′), Aleksandar Rakic (60′), dan Dmitry Rekish (79′). Sedangkan, sebiji gol Persela dicetak pemain pengganti Dendy Sulistyawan pada menit ke-88. 

Pelatih PS Tira, Nil Maizar mengungkapkan terima kasih kepada para pemainnya karena bisa mempersembahkan kemenangan meyakinkan. Baginya, kemenangan ini berimbas bagus bagi timnya. 

Baca: Jepang U-19 Pupuskan Harapan Indonesia U-19 ke Piala Dunia

“Pemain sudah membawa image positif untuk tim atas kemenangan malam ini,” kata Nil Maizar selepas pertandingan. 

Menurut dia, tak ada perubahan strategi permainan yang diinstruksikan. Ia menilai, para pemain terlihat lebih sabar dan fokus dalam menjalani pertandingan.  

“Yang mereka mainkan betul. Anak-anak bisa menjalankan strategi menyerang bagus dan strategi bertahan bagus,” kata dia.

Baca: PSIS tidak Berdaya di Markas Mitra Kukar 

Kemenangan tersebut praktis membuat posisi PS Tira meningkat di klasemen sementara Liga 1. Kini, PS Tira berada satu strip di atas zona degradasi, yakni peringkat 15 dengan raihan 32 poin. 

Nil Maizar menambahkan, kemenangan atas Persela juga jadi modal berharga bagi timnya. Setelah laga ini, klub berjuluk The Young Warriors ini akan tandang melawan Barito Putera (5 November) dan Persija (10 November). 

“Kemenangan ini modal penting bagi kami. Habis pertandingan ini kami akan menjalani dua laga tandang,” ungkapnya. 

Video: Dukungan untuk Garuda Nusantara

(PAT)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Dilanda Badai Cedera, PSIS Siap Tantang Mitra Kukar

Tenggarong: PSIS Semarang akan melakoni lawatan ke Kutai Kartanegara menantang tuan rumah Mitra Kukar pada Pertandingan pekan ke-28 Liga 1 Indonesia, Minggu 28 Oktober 2018. Namun, PSIS datang tanpa beberapa pemain andalan mereka. 

Pelatih PSIS Semarang, Jafri Sastra, mengungkapkan terdapat lima pemain inti yang terpaksa tidak dibawa kandang Skuat Naga Mekes di Stadion Aji Imbut. 
 
“Ada beberapa pemain yang absen. Pemain yang tidak bisa memberikan kontribusi tim kami tinggal dan pemain yang kami bawa, adalah yang benar-benar siap dari aspek fisik dan taktik,” katanya di Tenggarong, Kutai Kartanegara. 

Pemain yang tidak dibawa antara lain Kiper kedua PSIS, Joko Ribowo yang cedera pinggul, M.Yunus, Haudi Abdilah, dan Petar Planic yang masih cedera hamstring. Kendati demikian, Jafri tetap optimis dapat meraih poin penuh saat melawan bekas tim yang pernah ia latih tersebut. 
 
“Pertandingan ini penting, karena masih sama-sama butuh poin baik Mitra maupun PSIS. Kami tau itu tidak mudah, karena Mitra sbg tuan rumah, kami akan tampil semaksimal mungkin dan bekerja keras untuk mendapatkan apa yang kami inginkan,” ujarnya. 

Sementara itu, Pelatih Mitra Kukar Rahmad Darmawan, mengakui PSIS saat ini sedang on fire, dan perlu diwaspadai semangat anak-anak Laskar Mahesa Jenar. 

“Kami akan menghadapi satu tim yang dalam beberapa pekan terakhir mengalami suatu peningkatan performa yang signifikan, hasil bagus baik di kandang maupun tandang. Jadi memang butuh semua pemain untuk waspada dan main rileks walaupun kita membutuhkan poin,” tandasnya. 

Timnas U-19 Siap Tempur Lawan Jepang

(FIR)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Banyak Pemain Cedera, PT LIB Minta Wasit Lebih Tegas

Jakarta: Kerasnya pertandingan Liga 1 2018 membuat tiga pemain mengakhiri musim lebih cepat. PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator kompetisi meminta wasit untuk lebih jeli dan tegas dalam memimpin pertandingan.

Dalam dua pekan terakhir, terdapat tiga pemain mengalami cedera patah tulang fibula. Mereka adalah Robertino Pugliara (Persebaya Surabaya), Suhandi (PSMS Medan) dan Dedi Kusnandar (Persib Bandung). Akibat cedera tersebut, ketiganya harus istirahat dalam waktu yang lama.

Cedera Robertino didapatkan kala membela Persebaya melawan Borneo FC pada pekan ke-25 Liga 1, Sabtu 13 Oktober malam lalu di Stadion Gelora Bung Tomo. Gelandang Argentina itu mendapat tekel keras dari Wahyudi Hamisi saat mencoba untuk masuk ke pertahanan Borneo FC.

Kemudian gelandang PSMS, Suhandi mendapatkan cedera serupa usai ditekel gelandang Mitra Kukar, Bayu Pradana pada pekan ke-27, Selasa 23 Oktober sore di Stadion Teladan, Medan. Proses operasi pemain kelahiran Bandung itu berjalan lancar, tulang Suhandi yang patah juga sudah dipasang pen. 

Terbaru dialami Dedi Kusnandar. Ia mengalami patah tulang fibula kaki kanan saat Persib kalah 0-1 dari PSM Makassar, Rabu 24 Oktober lalu. Pemain yang akrab disapa Dado itu mengalami cedera serius setelah berbenturan dengan Rizky Pellu pada menit ke-34.

Selain ketiga pemain tersebut yang mengalami cedera patah tulang fibula, kiper Madura United FC, Satria Tama sempat dilarikan ke rumah sakit usai mengalami tabrakan dengan penyerang Persipura Jayapura, Hilton Moreira pada pertandingan pekan ke-26.

Kondisi mantan kiper timnas U-22 itu memang sempat mengkhawatirkan setelah kepalanya berbenturan dengan lutut Hilton. Namun Satria dapat pulih dengan cepat dan diturunkan Madura United saat kontra Persebaya Surabaya pada laga pekan ke-27, Kamis 25 Oktober malam.

Baca: Ketika Pelatih Jepang Memuji Indonesia U-19

Beberapa kejadian tersebut tak luput dari perhatian PT LIB. Chief Operating Officer (COO) PT LIB, Tigor Shalomboboy meminta wasit untuk lebih tegas terhadap pelanggaran-pelanggaran keras yang terjadi dalam pertandingan. 

“PT LIB harus memastikan pemain terproteksi di lapangan dan meminta wasit untuk lebih jeli dan tegas melihat pelanggaran-pelanggaran keras yg terjadi. Intinya wasit harus bisa memberikan proteksi kepada pemain, dan tidak segan untuk memberikan hukuman kepada pemain yang melakukan pelanggaran keras,” ujar Tigor dalam keterangan tertulis yang diterima medcom.id, Jumat 26 Oktober 2018.

Tigor menambahkan, Komisi Disiplin (Komdis) PSSI juga diharapkan untuk lebih jeli dalam melihat suatu pelanggaran dan jika perlu memberikan hukuman atas pelanggaran tersebut.

Cedera memang menjadi momok menakutkan bagi para pemain. Robertino, Suhandi dan Dedi Kusnandar harus absen 6-8 bulan untuk pulih dari cedera patah tulang fibula. Cedera yang sama pernah dialami Kim Jeffrey Kurniawan pada musim lalu.

Para pelaku pelanggaran di atas juga tidak mendapatkan hukuman yang setimpal dari wasit. Sementara Komdis PSSI juga belum memberikan respons dan tindakan atas hal tersebut.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Indonesia Naik 4 Peringkat di Ranking FIFA

(ASM)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Sempat Tertinggal, Bali United Berbagi Angka dengan Borneo

Gianyar: Bali United harus puas berbagi angka dengan Borneo pada pekan ke-27 Liga 1 Indonesia 2018, Kamis 25 Oktober. Sempat tertinggal, Bali United akhirnya mampu mengakhiri laga dengan skor 2-2.

Bermain di markas sendiri, Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali United tampil kurang oke pada awal babak pertama. Mereka harus kebobolan terlebih dahulu pada menit ke-17 lewat gol Lerby Eliandry.

Abrizal Umainalo mengawali serangan Borneo. Kemudian, ia melepaskan operan yang berhasil dimanfaatkan Lerby dengan baik.

Baca: Jadwal Matchday Ketiga Liga Europa Dini Hari Nanti

Borneo butuh sepuluh menit untuk menambah keunggulan. Kali ini, gol diciptakan oleh Tijani Belaid yang sukses meneruskan umpan Matias Conti.

Hingga turun minum, tidak ada gol tambahan tercipta. Borneo unggul dengan skor 2-0.

Bali United mencoba untuk meningkatkan tempo permainan pada babak kedua. Namun, mereka kesulitan menembus pertahanan Borneo.

Kebuntuan akhirnya baru bisa dipecahkan Bali pada menit ke-74. Mereka sukses membobol gawang Borneo lewat gol I Made Andhika Wijaya.

Bali United makin agresif usai mencetak gol tersebut. Alhasil, selang enam menit, mereka sukses menyamakan kedudukan lewat gol I Kadek Agung Widnyana Putra.

Baca: Agen Conte Tanggapi Spekulasi Ketertarikan Madrid

Nasib buruk harus dialami Bali United jelang akhir pertandingan. Mereka harus kehilangan Mahamadou N’Diaye pada menit ke-90 karena mendapat kartu kuning kedua.

Beruntung kehilangan satu pemain tidak memberikan efek buruk bagi Bali United. Hingga laga usai, Bali United harus puas bermain imbang dengan skor 2-2.

Hasil imbang ini membuat Bali United turun ke peringkat kelima klasemen sementara dengan mengoleksi 41 poin. Mereka tertinggal dua poin dari Bhayangkara yang berada di peringkat keempat. Sementara itu, Borneo harus tertahan di peringkat ketujuh klasemen sementara dengan mengoleksi 39 poin. 

Susunan pemain:

Bali United: Wawan, Ricky, Taufik, N’Diaye, I Made Andhika, Fadil, M. Taufiq, Bachdim, Lilipaly, Platje, Yabes Roni.

Borneo FC: M. Ridho, Abdul Rahman, Diego, Wildansyah, Renan, Abrizal, Sultan, Wahyudi, Belaid, Lerby, Conti.

Video: Kompak dan Disiplin Jadi Kunci Sukses Timnas U-19

(PAT)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Imbangi Perseru, Poin Penting Didapat PS Tira

Yogyakarta: PS TNI Rakyat (Tira) meraih satu poin saat tandang ke markas Perseru Serui dalam laga lanjutan Liga 1 Indonesia 2018, Rabu 24 Oktober 2018. Kedua tim imbang 0-0 selama dua kali 45 menit. 

Pada pertandingan itu, PS Tira menurunkan komposisi pemain terbaik. Dengan formasi 4-4-2, Jeon Wo mengomando lini tengah dan Aleksandar Rakic menjadi ujung tombak. 

Di sisi lain, Perseru memakai formasi 3-4-2-1. Namun, kedua tim minim memiliki peluang berbahaya yang mengancam gawang.

Baca juga: Indonesia Segel Tiket Perempat Final Piala Asia

Pelatih PS Tira Nil Maizar mengatakan bersyukur timnya meraih satu poin. Raihan satu poin tersebut sangat penting bagi timnya. Setidaknya, PS Tira maupun Perseru sama-sama mengoleksi 29 poin. Namun, PS Tira masih menyimpan satu laga tunda melawan PSMS Medan. 

“Kami bersyukur bisa mencuri poin di Serui. Para pemain Young Wariors telah bekerja keras,” kata Nil Maizar dalam keterangannya. 

Meski mencuri poin, pemain PS Tira Abduh Lestaluhu diganjar kartu merah pada menit 90+4 akibat melanggar pemain Perseru. “Saya pikir pergerakan Abduh bersamaan dengan bola,” kata Abduh.

Baca juga: Bantai Taiwan, Qatar Lolos ke Perempat Final Piala Asia U-19

Pemain PS Tira Ryan Wiradinata bersyukur timnya bisa meraih poin. Ia menegaskan timnya bertandang mengusung misi mencuri poin. 

“Pelatih sudah menyiapkan strategi apa yang dijalankan di lapangan, dan kami bisa menjalankannya. Kami hampir meraih tiga poin dengan satu peluang (mencetak gol), tapi gagal,” ujarnya.

Video: Hanya Kemenangan yang Bisa Jamin Timnas U-19 Lolos
 

(RIZ)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

PSIS Menang Dramatis atas SFC, Pelatih Apresiasi Pemain

Magelang: PSIS Semarang memaksa tamunya Sriwijaya FC takluk pada menit-menit akhir pertandingan lanjutan Liga 1 Indonesia, Selasa 23 Oktober 2018. Gol semata wayang PSIS dicetak Bruno Silva pada menit ke-93.

Pelatih PSIS Semarang, Jafri Sastra mengungkapkan pertandingan yang dramatis akhirnya bisa dilewati dengan hasil yang positif. Kemenangan ini sekaligus memperkokoh posisi PSIS di papan tengah klasemen sementara.

“Tiga poin, pertandingan yang dramatis, Sriwijaya bertahan luar biasa bagus, kami dari babak pertama berusaha menembus, banyak peluang tercipta,” katanya usai pertandingan. 
 

Baca: Mitra Kukar Curi Kemenangan di Markas PSMS

Jafri mengapresiasi semua pemain yang bersabar menggempur pertahanan Sriwijaya FC, hingga akhinya mendapatkan gol semata wayang dari kepala Bruno Silva. 

“Kami syukuri anak anak berjuang sampai menit terakhir, untuk berusaha memenangkan pertandingan, saya apresiasi ke seluruh pemain,” ujarnya. 

Duel kedua tim di Stadion Moch Soebroto, Magelang, berjalan cukup sengit, meski beberapa kali laga harus terhenti karena padamnya lampu stadion.

Laskar Mahesa Jenar menggempur pertahanan Sriwijaya FC dari babak pertama. Pada menit ke-64, Sriwijaya FC harus bermain dengan sepuluh pemain menyusul kartu kuning kedua yang diterima Zalnando setelah melanggar keras pemain PSIS Semarang.
 

Baca juga: Jadi Sorotan, Todd Ferre Enggan Terlena

PSIS yang unggul jumlah pemain mencoba terus untuk menguasai pertandingan. Hingga akhirnya, gol yang dinantikan PSIS tercipta pada masa injury time menit ke-93 melalui sundulan Bruno Silva yang menyambut umpan Aldaier Makatindu.

Dengan kemenangan ini, PSIS berhasil naik empat posisi ke urutan sembilan klasemen dengan koleksi 36 poin. Sebaliknya, SFC semakin terancam terperosok ke zona degradasi karena menempati posisi 15 dengan 30 poin dari 27 pertandingan. Beto Goncalves hanya unggul dua poin dari Perseru Serui yang baru memainkan 26 pertandingan.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Bima Sakti Dinilai Sosok yang Tepat Latih Timnas Indonesia

(ACF)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Hadapi UEA, Timnas U-19 Siapkan Lima Eksekutor Tendangan Bebas

Bintang timnas U-19, Egy Maulana Vikri, bersiap melancarkan tendangan bebas. (Foto: Medcom/Tesar)

Jakarta: Timnas U-19 Indonesia menyiapkan lima eksekutor tendangan bebas untuk menghadapi Uni Emirat Arab (UEA). Itu dilakukan demi memperbesar peluang menciptakan gol. 

Timnas U-19 akan menghadapi UEA di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Rabu 24 Oktober pukul 19.00 WIB. Keduanya saling bertanding untuk memainkan laga terakhir Grup A Piala Asia U-19.

Pelatih timnas U-19, Indra Sjafri, menyadari UEA bukan lawan mudah. Oleh karena itu, dia juga menyiapkan lima penendang bebas yang terdiri dari Muhammad Luthfi, Saddil Ramdani, Egy Maulana Vikri, Todd Rivaldo Ferre, dan Nurhidayat Haji Haris.  

“Kami memang punya banyak penendang bebas,” kata Indra di Jakarta, Senin 22 Oktober.

Klik: Liga 1 akan Tetap Bergulir Selama Piala AFF

Bagi Indra, strategi mencuri gol dari tendangan bebas merupakan taktik baru dalam sepak bola modern. Sebab, biasanya gaya sepak bola klasik hanya menekankan kepada strategi bertahan, menyerang, dan transisi.

“Tim-tim di Piala Dunia dan Asian Games 2018 juga banyak menang dari situasi ‘set piece’ ini,” lanjut Indra.  

Pertandingan kontra UEA sangat krusial karena timnas U-19 wajib menang apabila ingin menjaga peluang lolos ke fase gugur. Itu terjadi setelah Garuda Nusantara dikalahkan Qatar pada laga kedua dengan skor 5-6.

Tendangan bebas timnas U-19 terbukti mematikan ketika menghadapi Qatar. Sebab, tiga gol di antaranya lahir dari set piece Muhammad Luthfi Kamal, Todd Rivaldo Ferre dan Saddil Ramdani. 

Video: Lini Pertahanan Timnas U-19 Jadi Sorotan

(ACF)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Luis Milla Sampaikan Salam Perpisahan

Jakarta: Terjawab sudah masa depan Luis Milla bersama timnas Indonesia. Pelatih asal Spanyol itu memutuskan untuk tak memperpanjang kontraknya bersama timnas Indonesia. 

Hari ini, Minggu 21 Oktober PSSI melalui Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono mengumumkan nama pelatih timnas Indonesia. Mereka mempercayakan Bima menjadi pelatih Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2018. 

Luis Milla akhirnya juga telah mengonfirmasi bahwa dirinya tak memperpanjang kontrak bersama timnas Indonesia. Hal itu disampaikan langsung melalui Instagram pribadinya pada hari Minggu 21 Oktober. 

Dalam postingannya tersebut Luis Milla mengucapkan banyak terima kasih atas kepercayaan Indonesia menunjuknya sebagai pelatih. Selain itu, pelatih berusia 52 tahun tersebut juga mengungkapkan kesedihannya tak lagi bisa melanjutkan pekerjaannya di Indonesia. Bahkan, dia pun mengungkapkan masalah yang terjadi selama menukangi timnas Indonesia 

“Hari ini bukan hari yang mudah bagi saya, karena saya tidak akan melanjutkan melatih di Indonesia. Proyek selama satu setengah tahun telah selesai, meskipun manajemen sangat buruk, pelanggaran kontrak, dan para pemimpin yang kurang profesional selama 10 bulan terakhir, saya merasa telah melakukan pekerjaan dengan baik.”kata Milla. 

Klik di sini: Timnas U-19 Kalah Terhormat dari Qatar

Lebih lanjut, Milla menyebut, Indonesia akan menjadi kampung halaman kedua bagi keluarga dan dirinya. Hal itu tak lepas dari sambutan baik masyarakat Indonesia selama ia berada di Indonesia. 

“Indonesia akan menjadi rumah kedua bagi saya, sebagaimana saya menerima kebaikan perlakuan kepada istri, asisten, dan diri saya.”

Tidak lupa, ia juga mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh staff pelatih dan juga pemain timna Indonesia. 

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh staf saya atas segala dukungan dan kerja keras yang telah dilakukan, terutama BIMA, BAYU, DOCTOR PAPI, SR. ENRI, SUDIR, ARMIN, ALI, MANU, IPANG, dan UCCI. Sebuah kehormatan bisa bekerja dengan kalian semua!”

“Pada akhirnya saya tidak mau mengucapkan selamat tinggal tanpa menyebut pemain, yang telah menunjukkan komitmen, kesopanan, dan kemauan untuk berkembang dengan perilaku yang sangat baik.”

“Saya tidak akan melupakan kalian dan kalian akan selalu di hati saya. Ingat kalian punya teman di Spanyol apapun yang terjadi.”

Selama melatih timnas Indonesia Luis Milla hanya mampu mempersembahkan medali perunggu untuk timnas Indonesia U-22 ketika mengikuti SEA Games 2017, Malaysia

Today is not an easy day for me, since I will not continue as a coach in Indonesia. A project of more than a year and a half has come to an end, where despite the poor management, constant breaking of the contract and low professionalism of the leaders, over the last ten months, I leave with the feeling of having done a good job. . Indonesia will always be my second homeland, as I appreciate how well the Town has treated my wife, my assistants and myself. I would like to thank all my Staff their support and all the hard and professional work done, especially to BIMA, BAYU, DOCTOR PAPI, SR. ENRI, SUDIR, ARMIN, ALI, MANU, IPANG and UCCI. It has been a pleasure working with all of you! . Finally, I don´t want to say goodbye without a special mention to the players, who have shown commitment, modesty and the will to improve with an excellent attitude at all times. . I will never forget You and you will always be in my heart. Remember you have a friend in Spain for whatever. THANKS Indonesia! ???????? . . . Hoy es un día triste para mí, ya que no voy a continuar como Seleccionador de Indonesia. Termina un proyecto de más de un año y medio, donde a pesar de la mala gestión, incumplimiento constante del contrato y poca profesionalidad de los dirigentes en estos últimos diez meses, me quedo con la sensación de haber hecho un buen trabajo y sintiendo que Indonesia será mi segunda casa, por cómo nos ha tratado el pueblo de Indonesia tanto a mí, como a mi mujer y a mis ayudantes. . Quería agradecer a todo mi staff la ayuda, el trabajo bien hecho y profesional empezando por BIMA, BAYU, DOCTOR PAPI, SR. ENRI, SUDIR ARMIN, ALI, MANU, IPANG y UCCI. Ha sido un enorme placer haber trabajado con vosotros. . Por último, despedirme de los verdaderos protagonistas, los jugadores, que habéis demostrado en todo momento vuestro compromiso, humildad y ganas de mejorar, con una actitud ejemplar. Nunca os olvidaré y siempre estaréis en mi corazón. En España tenéis un amigo para lo que necesitéis. . GRACIAS DE CORAZÓN Indonesia! ???????? . Sampai jumpa iagi. Terima Kasih atas dedikasi dan waktunya Selena ini.

A post shared by Luis Milla (@luismillacoach) on Oct 21, 2018 at 7:53am PDT

Video: Kevin/Marcus Sukses Melangkah ke Final
IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Persebaya Pesta Empat Gol ke Gawang Persib

Bali: Persib Bandung harus menelan pil pahit usai dipecundangi Persebaya Surabaya pada pekan 26 Liga 1 Indonesia, Sabtu 20 Oktober. Bermain di ‘rumah sementara’ mereka, Satdion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar-Bali, Maung Bandung takluk dengan skor 1-4.

Persebaya membuka keunggulan lebih dulu pada babak pertama. Gol tersebut dicetak winger Irfan Jaya dari hadiah penalti wasit pada menit 17.

Penalti tersebut sebelumnya berawal dari pelanggaran yang dilakukan kiper Persib, Muhammad Natshir, di dalam kotak terlarang. Ia menjegal gelandang Persebaya, Osvaldo Haay.

Akan tetapi, Persib tidak butuh waktu lama untuk bereaksi. Anak-anak asuh Mario Gomez langsung merespons gol Irfan lewat gol balasan mereka hanya dua menit berselang.

Baca: Persipura Tahan Imbang Madura di Kandang

Pencetak gol penyama kedudukan Persib adalah Febri Haryadi. Pemain Timnas U-23 Indonesia itu mencetak gol sundulan dari assist tendangan sudut Gozhali Siregar.

Menjelang berakhirnya babak pertama, Persebaya kembali mengambil alih keunggulan lewat gol kedua. Kali ini, Fandi Eko Utomo mencatatkan namanya di papan skor pada menit 42. Ia mendapat assist dari Ruben Sanadi.

Menit 77, Fandi mencetak gol keduanya untuk membawa Persebaya unggul 1-3. Kali ini, tembakan kerasnya dari luar kotak penalti tak mampu dihalau dengan baik oleh Natshir.

Keunggulan tim asuhan Djajang Nurdjaman makin jauh pada menit 80. Itu terjadi usai Osvaldo mencetak gol keempat bagi Persebaya, dengan dibantu assist Oktafianus Fernando.

Gol Osvaldo tersebut menjadi yang terakhir pada laga itu. Laga berakhir untuk kemenangan 1-4 Persebaya sebagai tim tamu.

Tambahan tiga poin membuat Bajol Ijo naik ke urutan 12 sementara dengan koleksi 32 poin. Sementara itu, Persib masih di urutan kedua dengan 45 poin, terpaut dua poin dari PSM Makassar di puncak.

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Meski tanpa Penonton, Bali United Tetap Waspadai Kekuatan Arema

Pelatih Bali United, Widodo Cahyono Putro (kanan) dan pemain Bali United, Agus Nova Wiantara saat jumpa pers (Foto: Daviq Umar/Medcom.id)

Malang: Bali United bakal bertandang ke markas Arema FC dalam laga lanjutan Liga 1 Indonesia di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu 20 September 2018. Meski laga ini digelar tanpa penonton, tim berjuluk Serdadu Tridatu tersebut tetap waspada dengan kekuatan Arema.

Pelatih Bali United, Widodo Cahyono Putro, mengaku sebagai tim tamu terkadang laga penonton juga akan terasa hambar. Sedangkan pemainnya malah lebih termotivasi menunjukkan yang terbaik apabila bertandang ke markas lawan yang dipenuhi suporter.

“Jadi saya rasa, ada atau tanpa penonton pun pasti pemain kami akan tetap fight. Jadi tidak ada bedanya kalau menurut saya,” ujar Widodo, Jumat 19 Oktober 2018.

Mantan pemain timnas Indonesia berharap pertandingan besok bakal menyuguhkan permainan yang bagus untuk ditonton dan seru dari kedua kubu tim. Widodo pun yakin apabila Arema pasti mempersembahkan permainan terbaiknya.

“Meski Arema tanpa pelatih kepala, mereka sudah terkonsep. Sudah dilatih. Jadi saya kira tidak ada suatu keuntungan bagi kami. Kecuali Arema memainkan 10 pemain baru ada keuntungan,” bebernya.

Secara garis besar, Widodo menyatakan bahwa Arema adalah tim yang mampu bermain lepas dan bermain lebih menyerang ketika berlaga di kandang. Hanya saja situasi itu justru bakal dimanfaatkan oleh Bali United.

“Kelemahan dari tim yang persentase lebih besar menyerang pasti pertahanan ada kelemahannya. Itu yang nanti akan kami manfaatkan. Saya harapkan besok pemain tidak melihat ke belakang tapi menatap ke depan,” tegasnya.

Sementara itu, pemain Bali United, Agus Nova Wiantara mengaku timnya tetap menganggap Arema adalah tim bagus walaupun mereka bermain tanpa penonton. Sehingga dia dan pemain lainnya bakal berjuang semaksimal mungkin untuk mencuri poin di Malang.

“Setiap pertandingan wajib menang kalau masalah juara belakangan. Arema semua pemain bagus kita harus waspadai semuanya,” pungkasnya.

Awal Gemilang Garuda Nusantara

(FIR)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Arema Siapkan Taktik Pressing Lawan Bali United

Malang: Arema FC tengah menyiapkan taktik khusus saat kontra Bali United dalam laga lanjutan Liga 1 Indonesia. Kedua tim ini dijadwalkan bertanding di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu 20 Oktober 2018.

“Lawan siapa saja, main kita harus pressing. Sebab saya yakin, pemain manapun kalau di pressing pasti akan bingung,” kata Asisten Pelatih Arema FC, Kuncoro.

Seperti diketahui, saat latihan persiapan jelang laga melawan Bali United, Arema FC tak ditemani pelatih mereka, Milan Petrovic. Pelatih asal Serbia ini dikabarkan tengah pulang ke negara asalnya karena urusan keluarga.
 

Baca: Jamu Bali United, Laga Perdana Arema Tanpa Penonton

Petrovic sendiri pergi dari Indonesia sejak pertandingan Arema FC kontra PSM Makassar, Minggu 14 Oktober 2018 lalu. Saat itu dia tak bisa mendampingi anak asuhnya di babak kedua karena harus mengejar jadwal penerbangan.

Oleh karena itu, dalam beberapa latihan terakhi, Hamka Hamzah dan kawan-kawan didampingi oleh dua asisten pelatih, Kuncoro dan Singgih Pitono. Sebab Milan sendiri dijadwalkan tiba di Indonesia pada Jumat 19 Oktober 2018.

“Menu latihan yang saya jalankan tetap sesuai dengan instruksi pelatih (Petrovic). Latihan tetap sama dan rutin dilakukan,” bebernya.
 

Baca juga: Egy & Witan Bawa Timnas U-19 Bungkam Taiwan

Sementara itu, General Manager Arema FC, Ruddy Widodo menyampaikan bahwa Petrovic pulang ke negaranya karena ada urusan yang tidak dapat ditinggalkan. Ruddy menambahkan, Petrovic telah minta izin jauh-jauh hari.

“Coach Milan (Petrovic) pulang ke Slovenia karena ada kepentingan keluarga. Kepulangannya tidak mendadak, kebetulan jadwal pesawatnya bersamaan dengan pertandingan PSM lawan Arema,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Arema saat ini berada di peringkat 12 pada klasemen sementara dengan raihan 31 poin. Sedangkan Bali United berada jauh atas Arema yakni di posisi empat dengan 40 poin.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Awal Gemilang Garuda Nusantara

(ACF)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Nil: PS Tira Butuh Perjiuangan Luar Biasa untuk Bertahan

Bantul: Pelatih PS Tira Nil Maizar menyebut timnya butuh perjuangan luar biasa di sisa musim. Maklum timnya ini memang tampil inkonsisten di kompetisi Liga 1 Indonesia 2018. Skuat The Young Warriors di tiga laga terakhir meraih sekali imbang, sekali menang, dan terakhir mangalami kekalahan.

Dua laga sebelumnya, PS Tira sempat tampil meyakinkan saat menahan imbang 1-1 Bali United dan menang 2-0 atas Bhayangkara FC. Namun, permainan PS Tira kehilangan taji saat berhadapan dengan PSIS Semarang di Stadion Sultan Agung Bantul, Yogyakarta, Rabu 17 Oktober 2018. Mereka kalah 0-1 dari tim promosi tersebut.

Pelatih PS Tira Nil Maizar menyadari timnya kembali berkutat di zona degradasi. “Kami butuh berjuang menyikapi situasi ini,” kata Nil Maizar di Stadion Sultan Agung. 

Baca juga: Indra Sjafri Bicara soal Lawan Timnas U-19 di Grup A

Kompetisi Liga 1 tinggal menyisakan delapan laga sisa. Delapan laga sisa bagi PS Tira itu, terdiri dari tiga laga kandang dan lima laga tandang. 

Delapan calon lawan yang akan dihadapi PS Tira, yakni Perseru Serui, Persela Lamongan, Barito Putera, Persija Jakarta, Sriwijaya FC, Mitra Kukar, Arema, dan Borneo FC. PS Tira juga masih memiliki laga tunda melawan PSMS Medan. 

Nil Maizar menyatakan, timnya butuh perjuangan luar biasa untuk menyelesaikan sisa laga di Liga 1 dengan hasil positif. Setidaknya, mereka menargetkan terus mendulang poin agar terhindar dari zona degradasi. 

Baca juga: Pesepak Bola Didesak Pikirkan Pendidikan

“Kami butuh perjuangan luar biasa. PS Tira butuh konsentrasi untuk setiap pertandingan agar bisa meraih hasil yang bagus,” ujarnya. 

PS Tira berada di zona degradasi atau posisi 16 klasemen sementara. Dari 25 laga yang mereka jalani, mereka hanya mengoleksi 28 poin dengan rincina delapan kemenangan, empat imbang, dan 12 kali kekalahan. PS Tira menjadi tim paling banyak kebobolan, yakni 48 kemasukan dan memasukkan 32 gol.

Video: Kerangka Skuat Timnas di Piala AFF Mulai Terbentuk
 

(RIZ)

Misi Jafri Sastra Menjaga Tren Positif Mahesa Jenar

Bantul: Posisi PSIS Semarang mulai menanjak di papan klasemen sementara Liga 1. Klub kebanggaan warga Semarang, Jawa Tengah ini sempat berkutat di zona degradasi beberapa bulan. Kini, PSIS berhasil menyodok ke poaisi 10 dengan raihan 33 poin. 

Tren positif PSIS ditunjukkan dengan raihan tujuh poin di tiga pertandingan terakhir. Di antaranya bermain imbang dengan Persela Lamongan dan menang atas Barito Putera. Teranyar mereka menang 1-0 atas PS Tira di Stadion Sultan Agung Bantul, Yogyakarta, pada Rabu, 17 Oktober 2018. 

“Kami tetap terus membutuhkan poin untuk terus menggerek posisi di klasemen dan berada di jalur positif,” kata pelatih PSIS, Jafri Sastra. 

Jafri ingin anak asuhnya tampil konsisten jelang akhir kompetisi Liga 1 Indonesia 2018. Ada pun kompetisi Liga 1 masih menyisakan delapan pertandingan.  Jafri menilai seluruh sisa pertandingan Liga 1 tak akan mudah bagi timnya.

“Tentu kami harus konsisten, ini yang harus kami perbaiki. Mudah-mudahan habis ini kami bisa pemulihan dan bisa memiliki tenaga bagus untuk menjalani laga kandang,” kata mantan pelatih Persegres Gresik United ini. 

Jafri meminta anak asuhnya tampil lebih efektif dalam bermain. Ketika bisa mencetak gol, ia meminta anak asuhnya untuk lebih bermain bertahan. 

Hal ini bisa dilihat dari tiga hasil pertandingan terakhir PSIS; imbang 1-1 dari Persela Lamongan dan menang 1-0 atas Barito Putera dan PS Tira. 

“Ketika unggul, harus ada hal lain yang kami putuskan. Harus bijak ambil keputusan. Kami sudah membiasakan dalam latihan, bagaimana saat unggul dan bagaimana saat tertinggal,” kata dia. 

Bagi dia, para penggawa PSIS sudah bisa menerapkan strategi di lapangan. Tak hanya dalam bermain menyerang, namun juga bertahan dan melakukan serangan balik. 

“Tapi memang (serangan balik saat melawan PS Tira) kurang bisa memaksimalkan. Ini harus kami  benahi lagi. Masih banyak pertandingan yang harus kami hadapi lagi ke depan,” ungkapnya. 

Kerangka Skuat Timnas di Piala AFF Mulai Terbentuk

(FIR)

PS Tira Akan Maksimalkan Situasi Lawan PSIS

Bantul: PS Tira akan memanfaatkan situasi tamunya PSIS Semarang dalam laga lanjutan Liga 1 Indonesia 2018 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta, Rabu 17 Oktober 2018 besok. 

PS Tira akan memaksimalkan situasi PSIS Semarang yang tidak tampil dengan kekuatan penuh. Setidaknya, PSIS ditinggalkan tiga pemain intinya yang dalam kondisi cedera. 

“Soal absennya pemain PSIS, saya kira kedua tim ini memiliki kualitas pemain yang hampir sama. Saya akan fokus pada pemain. Informasi itu akan kami terapkan dalam menyikapi taktikal permainan,” kata pelatih PS Tira Nil Maizar dalam konferensi pers di Stadion Sultan Agung Bantul, Selasa 16 Oktober 2018. 

Baca juga: Babak 1: Sundulan Beto Bawa Indonesia Ungguli Hong Kong

Ia mengatakan timnya secara umum sudah siap menghadapi PSIS. Persiapan PS Tira, lanjut Nil, telah dilakukan dari berbagai aspek, baik fisik, taktik hingga mental. 

Penyerang asing PS Tira Aleksandar Rakic dipastikan menjadi tumpuan lini depan skuat The Young Warriors. Rakic hingga kini menjadi topskor ketiga sementara di Liga 1 dengan 14 gol. Torehan gol Rakic, sama dengan pemain Persib Bandung Ezzechiel N’douassel. 

Dengan kondisi tim tak ada yang cedera, Nil berharap timnya bisa meraih kemenangan. PS Tira hanya kehilangan Abduh Lestaluhu yang dipanggil membela Tim Nasional Indonesia. 

Baca juga: Sengit, Spanyol Kalah Tipis dari Inggris

“Mudah-mudahan kita bisa ambil alih yang diinginkan. Siapa yang fokus nanti, kita akan memaksimalkan pertandingan ini,” katanya. 

Sementara pemain PS Tira Didik Wayance mengatakan, timnya tak ingin kehilangan poin di kandang. “Kami akan fokus pada permainan tim sendiri,” ujarnya. 

PS Tira kini masih berada di zona merah klasemen sementara Liga 1. Dari 24 laga, mereka baru mengumpulkan 28 poin. Sementara sang calon lawan, PSIS berada di peringkat ke 13 dengan perolehan 13 poin.

Video: Persib Curi Poin di Markas Persipura
 

(RIZ)

Jadwal Padat, PSIS Yakin Bisa Curi Poin di Kandang PS Tira

Magelang: Tidak menunggu waktu lama, PSIS Semarang harus segera mengembalikan stamina para pemain. Laskar Mahesa Jenar harus menjalani tiga pertandingan dalam rentang waktu 12 hari.

Setelah mengalahkan Barito Putera, 1-0 di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Sabtu 13 Oktober 2018, anak asuhan Jafri Sastra sudah ditunggu PS Tira di Stadion Sultan Agung, Bantul, Rabu 17 Oktober 2018. 

“Kami tidak ada persiapan khusus, dalam 12 hari ini ada tiga pertandingan, praktis kami hanya punya waktu dua hari untuk persiapan melawan PS Tira,” kata Pelatih PSIS Semarang, Jafri Sastra, di Magelang, Selasa 16 Oktober 2018. 

Ia mengungkapkan dengan kondisi tersebut, anak-anak Laskar Mahesa Jenar tetap akan termotivasi untuk bisa mencuri poin di kandang PS Tira. 

“Apapun kondisinya, kami sudah siap untuk tampil maksimal mungkin pada pertandingan besok, dan tentunya bisa meraih poin,” imbuhnya. 

Sementara itu, Pelatih Fisik PSIS, Budi Kurnia mengungkapkan, untuk mengantisipasi faktor kelelahan para pemain, pihaknya memberikan makanan bernutrisi khusus serta tambahan suplemen multivitamin.

“Kami juga menggunakan metode ice bath agar recovery otot jadi lebih cepat dan meminimalisir tingkat kelelahan yang luar biasa, karena efek jadwal yang padat,”ungkapnya. 

Meski demikian, ia menyebut kondisi stamina para pemain tidak kembali 100 persen. Hanya saja, kekurangan itu bisa ditutupi dengan motivasi pemain yang sedang bagus-bagusnya dalam lima laga terakhir yang dijalani PSIS.

“Kalau psikologi pemain bagus, hal-hal semacam itu saya yakin bisa ditutupi. Apalagi, kami dalam aura yang positif setelah keluar dari zona degradasi, tentu motivasi anak-anak untuk tampil maksimal semakin berlipat,” tegasnya.

Persiapan Akhir Timnas Indonesia Jelang Laga Uji Coba Melawan Hong Kong

(FIR)

Gol Tunggal Platje Bawa Bali United ke Posisi Empat

Gianyar: Bali United memaksikmalkan laga kandang mereka dengan meraih kemenangan 1-0 saat menjamu Mitra Kukar pada lanjutan pekan ke-25 Liga 1 Indonesia 2018. Bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta, gol tunggal Bali dicetak Malvin Platje.

Menjamu Mitra Kukar, tuan rumah tampil tanpa Stefano Lilipaly karena dipanggil tim nasional Indonesia. Meski begitu, Widodo C Putro masih bisa menurunkan Irfan Bachdim, Ilija Spasojevic, dan Melvin Platje.

Di sisi tim tamu, pelatih Mitra Kukar, Rahmad Darmawan, masih mengandalkan Hendra Bayauw di lini tengah serta Fernando Ortega di lini depan.

Pertandingan cukup berimbang bagi kedua tim, tapi Bali United lebih efektif dalam urusan melakukan penyelesaian akhir. Buktinya pada menit ke-40, Paltje berhasil membobol gawang Mitra yang dikawal Yoo Jaehoon.

Gol Platje diawali dari skema set piece yang dilakukan Bachdim. I Made Andhika menyambut bola dengan kepalanya mengarahkan ke depan gawang yang sudah ditunggu oleh Platje untuk dikonversi menjadi gol. Ini merupakan gol kedepalan Platje musim ini untuk Bali United.

Pada babak kedua, pertandingan berjalan kurang menarik. Bali United mencoba mempertahankan keunggulan dengan mengendurkan tempo permainan. Sebaliknya, Mitra Kukar kerap kesulitan keluar dari permainan tim tuan rumah. Alhasil skor 1-0 bertahan hingga usai.

Dengan tambahan tiga poin, Bali United kini menempati posisi keempat dengan torehan 40 poin dari 25 laga. Sebaliknya, Mitra Kukar tertahan di posisi ke-15 atau satu tingkat di atas zona degradasi lantaran baru mengemas 29 angka. 

Susunan pemain
Bali United:
Wawan Hendrawan; Taufik Hidayat, Hekmat Nouri, Made Andhika, Agus Nova; Taufik, Ahmad Agung, Van Der Velden; Irfan Bachdim, Spasojevic, Melvin Patje

Mitra Kukar: Yoo Jaehoon; Maciel Leal, Saepuloh Maulana, Dedy Gusmawan; Andre Agustiar, Danny Sean, Dedy Hartono, Rendy Siregar, Hendra Bayauw; Anindito Wahyu, Fernando Ortega

Atlet Asing Apresiasi Indonesia

(ACF)

Persita Amankan Tiket 8 Besar usai Imbangi Perserang

Tangerang: Persita Tangerang memastikan satu tiket lolos ke babak 8 besar Liga 2 Indonesia. Kepastian itu mereka dapat usai bermain imbang 1-1 dengan Perserang di Stadion Benteng Taruna, Kabupaten Tangerang, Banten. 

Persita dengan kekuatan penuh. Suporter mereka, Laskar Benteng Viola, memberikan semangat tiada henti sepanjang pertandingan kepada Egi Melgiansyah dan kawan-kawan. 

Tuan rumah sudah mengancam gawang Perserang dari menit pertama dengan berbagai serangan dari berbagai sisi yang dilancarkan Egi Melgiansyah sebagai pencipta kreasi. Namun, skor kaca mata masih menghiasi pada babak pertama. 

Persita membuka babak kedua dengan kembali menekan anak-anak asuh pelatih Bambang Nurdiansyah. Berbagai serangan digencarkan Pendekar Cisadane yang merepotkan lini pertahanan Perserang. 

Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya tercipta pada menit ke-51, Ryan Kurnia berhasil membuka gol pertama Pendekar Cisadane melalui tendangan sudut yang dilepaskan Egi Melgiansyah. Mantan pemain timnas Indonesia ini menciptakan kemelut di depan gawang sehingga bisa dikonversi menjadi gol dan berhasil membuat kedudukan menjadi 1-0.

Setelah melalui menit ke-60, kiper Perserang TB Safrudin harus dibawa keluar menggunakan ambulans karena benturan keras yang diterimanya saat mencoba mengambil bola di udara. Posisinya digantikan kiper cadangan Galih Firmansyah.

Jelang laga usai, Perserang coba bangkit dengan mengandalkan serangan balik. Terbukti, menit 84 klub berjuluk Singa Ndaru berhasil menyamakan kedudukan 1-1 melalui gol Suandi melalui tendangan keras yang dilepaskan dari luar kotak penalti. Skor 1-1 tak berubah hingga peluit panjang dibunyikan wasit Choirudin. 

Dengan demikian, Persita berhasil mengamankan satu tiket menuju delapan besar Liga 2 dengan mengantongi 35 poin. Mereka menduduki peringkat keempat di bawah Semen Padang, Aceh United, dan Persiraja.

Susunan pemain:
Persita: Yogi Triyana, Ledi Utomo, R. Ramandika, Ade Jantra, Adit Gigis, D. Arwin, Egi Melgiansyah, M. Toha, Aldi Al Achya, Diego Banowo. 

Perserang: TB Safrudin, Faishal Fahri, Idang Novriza, M. Hambali, Seftia Hadi, Zikri Akbar, Jusmadi, M. Ridwan, Okto Maniani, Yohannes Rastiawan, Alan Arthur.

(FIR)

Bupati Malang di Mata Manajemen Arema FC

Malang: Bupati Malang Rendra Kresna baru saja ditetapkan tersangka kasus suap dan gratifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Meski begitu, pria yang juga Presiden Kehormatan Arema FC itu dinilai adalah sosok yang berjasa bagi tim berjuluk Singo Edan.

Pembina Arema FC Agoes Soerjanto mengaku salut dan sangat menghormati dedikasi yang diberikan Rendra kepada Arema selama ini. Meskipun sedang tersangkut kasus hukum, Rendra masih memikirkan nasib Arema yang baru saja dijatuhi sanksi PSSI.

“Pak Rendra seperti ayah kami di Arema. Beliau menyayangi kita semua termasuk Aremania. Beliau pemimpin yang tidak memikirkan dirinya sendiri. Tapi juga terus memberi solusi di setiap kesulitan Arema. Kami bangga memiliki panutan seperti Pak Rendra,” katanya.

Baca: Jungkalkan Arema, PSM Tempel Persib

Agoes menambahkan Rendra telah memberikan sejumlah arahan kepada Arema untuk menjalani hukuman yang diberikan PSSI. Dia mengaku manajemen akan melaksanakan dan memperhatikan arahan dari Rendra tersebut ke depannya.

“Pesan beliau kita harus kompak dan bersatu menjaga Arema sampai kapanpun. Apapun yang terjadi Arema adalah harga diri, Arema adalah kebanggaan kita bersama, maka harus kita jaga,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Rendra telah memberikan kontribusi kepada Arema dan Aremania selama kurang lebih 15 tahun. Dengan bimbingan Rendra, Arema kini tidak hanya dikenal di level nasional saja, tetapi juga di level internasional.

Baca: Imbangi Denmark, Irlandia Buka Rekening Poin

Rendra juga adalah sosok yang memberikan akses untuk Arema memanfaatkan Stadion Kanjuruhan untuk menggelar berbagai event sepakbola nasional, AFC, bahkan internasional. Bahkan, Rendra dikenal dekat dengan kalangan Aremania ini, juga beberapa kali turut mendampingi tim Singo Edan melawat ke luar negeri di kancah LCA dan AFC.

Sebelumnya diberitakan, KPK menetapkan Bupati Malang, Rendra Kresna (RK) sebagai tersangka pada Kamis 11 Oktober 2018 sore. Orang nomor satu di Kabupaten Malang ini ditetapkan sebagai tersangka kasus gratifikasi dan suap penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pedidikan pada Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.

Video: Closing Ceremony Asian Para Games 2018

(PAT)

Dendam atas MU Terbalaskan, Persija Amankan Posisi Ketiga

Pamekasan: Persija Jakarta sukses menuntaskan dendam atas Madura United di Liga 1 Indonesia 2018. Misi tersebut mampu dipenuhi Macan Kemayoran saat bertandang ke markas MU pada pekan ke-25, Minggu 14 Oktober. Ketika itu, mereka menang dengan skor tipis 1-0.

Kemenangan tersebut tidak mudah didapat Persija. Pasalnya, mereka direpotkan permainan tim tuan rumah pada laga yang digelar di Stadion Pamekasan itu.

Statistik mencatat MU bermain dengan penguasaan bola sebanyak 70 persen. Namun, dalam hal agresivitas, kedua tim cukup imbang. Tercatat, mereka melepaskan empat tembakan mengarah ke gawang. Sedangkan Persija menciptakan tiga tembakan on target.

Persija bahkan mampu tampil agresif pada awal babak pertama. Peluang sudah didapat mereka ketika laga baru berjalan tiga menit. Saat itu, Persija mendapatkan peluang dari Osas Marvelous Saha.

Baca: Belanda Pecundangi Jerman

MU mencoba untuk keluar dari tekanan. Pada menit kesepuluh, mereka mengancam gawang Persija lewat sundulan Mamadou Samassa. Namun, bola masih melenceng dari gawang.

Pada menit ke-39, Persija sukses membuka keunggulan lewat gol Marko Simic. Striker asal Kroasia itu memanfaatkan umpan dari Riko Simanjuntak.

Hingga turun minum, kedua tim tidak mencetak gol tambahan. Skor 1-0 untuk keunggulan Persija bertahan.

Memasuki babak kedua, Madura United meningkatkan tempo permainan demi mengejar ketinggalan. Namun, mereka tampak kesulitan menembus pertahanan Persija yang rapat.

Pada menit ke-70, MU menciptakan dua peluang. Kedua peluang itu diciptakan Zah Rahan Krangar dan Bayu Gatra. Namun, gagal membuahkan hasil.

Jelang sepuluh menit pertandingan, Persija mendapat beberapa kesempatan untuk menambah keunggulan melalui peluang-peluang diciptakan Simic dan Fitra Ridwan. Namun, upaya keduanya juga belum menghasilkan gol untuk Persija.

Baca: Soal UEFA Nations League, Henderson Beda Pendapat dengan Klopp

Hingga laga usai, kedua tim tidak lagi mencetak gol. Persija memastikan kemenangan dengan skor 1-0.

Tambahan tiga angka membuat Persija berhasil mempertahankan posisi ketiga klasemen sementara dengan mengoleksi 42 poin. Mereka tertinggal dua poin dari PSM Makassar dan Persib Bandung yang berada di posisi teratas.

Kemenangan ini juga membuat Persija berhasil menuntaskan dendamnya atas MU di Liga 1 musim 2018. Pada pertemuan pertama, Macan Kemayoran kalah dari MU di markas sendiri dengan skor 0-2.

Sementara itu, MU harus tertahan di posisi keempat klasemen sementara dengan mengoleksi 39 poin. Mereka tertinggal lima poin dari PSM dan Persib.

Susunan pemain:

Madura United: Satria Tama, Andik Rendika Rama, Asep Berlian, Munhar, Beny Wahyudi, Guntur Ariyadi, Mahamadou Samassa, Slamet Nurcahyono, Milad Mansoor Zanidpour, Greg Nwokolo, Zah Rahan.

Persija Jakarta: Shahar Ginanjar; Anan Lestaluhu, Gunawan Dwi Cahyo, Jaimerson Xavier, Maman Abdurrahman, Novri Setiawan, Riko Simanjuntak, Ramdani Lestaluhu, Rohit Chand, Marko Simic, Osas Saha.

Video: Gelaran Asian Para Games 2018 Dinilai Sukses

(PAT)

Tundukkan Barito Putera, Pelatih PSIS Angkat Jempol untuk Para Pemainnya

Momen saat para pemain PSIS Semarang kalahkan Barito Putera (Foto: Antara/Aditya Pradana Putra)

Magelang: PSIS Semarang berhasil meraih kemenangan atas Barito Putera pada0 pekan ke-25 Liga 1 Indonesia 2018, Sabtu 13 Oktober. Anak-anak Laskar Mahesa Jenar menang tipis dengan skor 1-0.

Pelatih PSIS Jafri Sastra bangga melihat performa timnya. Terutama saat menerapkan skema bertahan pada laga yang digelar di Stadion Moch Soebroto itu.

“Saya sangat mengapresiasi permainan para pemain sore ini, anak-anak bisa menerapkan skema bertahan yang luar biasa,” ujar Jafri.

Baca: Barito Putera tak Berkutik di Markas PSIS

Kendati demikian, kemenangan atas Barito Putera tidak membuat pelatih asal Padang tersebut puas. Sebab, PSIS masih harus berjuang untuk menghindari zona degradasi. 

Sejauh ini, PSIS menempati peringkat ke-13 klasemen sementara dengan mengoleksi 30 poin. Mereka hanya unggul dari PS Tira yang berada di posisi ke-16.

Baca: Tandang ke PSM, Arema Boyong 18 Pemain

“Kami berharap kondisi pemain fit tanpa ada yg cidera. Kami masih menghadapi 9 pertandingan lagi, dan tetap menginginkan hasil yang positif,” ujarnya. 

Selanjutnya, PSIS dijadwalkan akan menghadapi PS Tira pada pekan ke-26 Liga 1 Indonesia 2018, Rabu 17 Oktober. 

Video: Ganda Putri Cabor Bulu Tangkis Sumbang Emas untuk Indonesia

(PAT)

Bungkam Persebaya, Borneo Lanjutkan Tren Kemenangan

Surabaya: Borneo FC sukses memetik angka penuh saat bertandang ke markas Persebaya Surabaya pada pekan ke-25 Liga 1 Indonesia 2018, Sabtu 13 Oktober. Pesut Etam menang dengan skor tipis 1-0 pada laga tersebut.

Berstatus sebagai tim tamu tampaknya tidak membuat kubu Borneo berkecil hati. Buktinya, mereka mampu menunjukkan permainan agresif dan memberikan perlawanan kepada Persebaya yang juga tampil dengan intensitas tinggi.

Upaya dan kerja keras para pemain Borneo pun berbuah maksimal. Pada menit ke-23, mereka sukses merebut keunggulan.

Baca: Henry Resmi Latih AS Monaco

Gol tersebut diciptakan Matias Conti. Berawal dari pergerakan Titus Bonai di sisi kiri. Kemudian, ia melepaskan umpan silang. Meski bisa ditepis kiper Persebaya Miswar Saputra, bola jatuh ke kaki Matias Conti. Tanpa ragu, ia menceploskan bola ke dalam gawang.

Ketinggalan membuat Persebaya tampil makin agresif. Sejumlah peluang diciptakan mereka melalui Osvaldo Haay dan Fandi Eko Utomo.

Beruntung bagi Borneo lantaran upaya-upaya Persebaya tidak berbuah maksimal. Hingga laga usai, skor 0-1 memberikan kemenangan bagi Borneo.

Baca: Catatan Indra Sjafri untuk Timnas U-19 Usai Bekuk Yordania

Dengan hasil ini, Borneo pun naik ke peringkat keenam klasemen sementara dengan mengoleksi 38 poin. Kini, mereka hanya terpaut satu poin dari tiga tim teratas mereka seperti Persija Jakarta (peringkat ketiga), Madura United (peringkat keempat), dan Bhayangkara (peringkat kelima).

Bagi Borneo, ini merupakan kemenangan kedua mereka secara beruntun. Sebelumnya, mereka sukses meraih kemenangan atas Madura United pada 24 September.

Adapun Persebaya, mereka harus turun ke posisi ke-14 klasemen sementara dengan mengoleksi 29 poin. Mereka pun terancam masuk zona degradasi lantaran hanya terpaut satu poin dari PS Tira yang berada di posisi ke-16.

Susunan pemain kedua tim:

Persebaya Surabaya: Miswar Saputra; Ruben Sanadi, Irvan Febrianto, OK John, Otavio Dutra, Misbakus Solikin, Osvaldo Haay, Robertino Pugliara, Muhammad Hidayat, Yohanes Pahabol, Rishadi Fauzi.

Borneo FC: Nadeo Arga Winata; Wildansyah, Renan Da Silva Alves, Abdul Rahman, Leonard Tupamahu, Abrizal Umanailo, Wahyudi Hamisi, Ahmad Maulana Putra, Titus Bonai, Lerby Eliandry, Matias Conti.

Video: Syuci Indriani, Atlet Indonesia Peraih Medali APG 2018 Terbanyak

(PAT)

Seorang Pemain U-19 Terancam Dicoret dari Skuat

Cikarang: Pelatih Tim Nasional Indonesia U-19 Indra Sjafri mengungkapkan, salah satu pemainnya Samuel Christianson Simanjuntak, terancam digantikan oleh pemain lain. Itu terjadi karena sang pemain mengalami cedera. 

PSSI memang sudah merilis 23 pemain yang bakal turun memperkuat Indonesia U-19 di ajang Piala AFC 2018, termasuk Samuel. Namun, cedera yang diderita Samuel membuat pemain berusia 18 tahun itu membutuhkan waktu cukup lama untuk penyembuhan. 

Indra Safri pun mengungkapkan akan melakukan pembicaraan sebelum Piala Asia 2018 berlangsung, untuk segera melakukan penukaran pemain. 

Baca juga: Indra Sjafri Umumkan 23 Pemain untuk Piala AFC U-19

“Keadaannya ada sedikit retak di kakinya dan butuh waktu yang agak panjang untuk waktu sembuhnya,” kata Indra. 

“Saya mencoba bernegosiasi dengan AFC supaya ada pergantian pemain karena force major,”tambahnya. 

Samuel mengalami cedera parah di salah satu kakinya saat Indonesia kontra Arab Saudi, pada 10 Oktober lalu. Itu didapatkan Samuel setelah menerima pelanggaran keras dari pemain Arab Saudi U-19 dalam laga uji coba di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat itu.

Tim Garuda Nusantara tergabung dalam Grup A di Piala Asia 2018 nanti. Indonesia bakal berhadapan dengan Taiwan, dan dua tim dari Asia Barat, yakni Qatar dan Uni Emirat Arab.

Video: Detik-Detik Pembalap Saori Sufyan Jatuh
 

(RIZ)

Komite Wasit Apresiasi Prosedur Penghentian Pertandingan

Jakarta: Anggota Komisi Wasit Indonesia, Purwanto, mengapresiasi langkah yang diambil PSSI untuk menghentikan pertandingan jika ada nyanyian atau koreografi yang berbau SARA, bermuatan politis, dan menghina. Menurutnya, hal tersebut bagus untuk mencegah terjadinya gesekan antarsuporter di stadion.

“Rasis di sepak bola memang tidak boleh, sejak dulu dilarang. Prosedur penghentian ini bagus untuk mencegah kebencian antarsuporter,” ujar Purwanto ketika dihubungi medcom.id, Jumat (12/10) sore tadi.

Baca juga: Cegah Perselisihan di Stadion, PSSI bakal Menghentikan Pertandingan

Ia mengatakan bahwa liga manapun di dunia harus menaati aturan federasi. “Dulu belum ada aturan penghentian pertandingannya. Tapi di liga manapun di dunia ini harus menaati aturan federasi,” lanjut Purwanto.

Exco PSSI sebelumnya merilis prosedur penghentian pertandingan liga Indonesia. Pengentian laga dilaksanakan jika ada nyanyian atau koreografi yang mengandung SARA, politik, dan hinaan.

Baca juga: Penjelasan Exco PSSI terkait Isu Penghentian Pertandingan

Wasit berhak memberikan tiga peringatan kepada penonton atau suporter. Tapi jika masih ada nyanyian atau koreografi bernada SARA, politis, dan penghinaan maka wasit berhak menghentikan permainan dan menyatakan pertandingan telah selesai.

Video: Peran Relawan di Asian Para Games 2018

(ACF)

Nil Maizar Kecewa Laga PS Tira Mendadak Ditunda

Yogyakarta: Laga PSMS Medan melawan PS Tira yang semula dijadwalkan pada Jumat 12 Oktober 2018, harus ditunda. Penundaan berkaitan dengan masalah perizinan. 

Pelatih PS Tira Nil Maizar mengaku baru mendapatkan kabar soal penundaan itu, Kamis sore 11 Oktober 2018. Ia mengatakan, panitia pelaksana menyatakan laga akan digelar pada Sabtu 13 Oktober 2018. 

“Saya kaget, kenapa? Karena pemberitahuan itu mendadak. Sedangkan kami sudah menyiakan diri untuk pertandingan hari Jumat (12 Oktober 2018),” katanya lewat keterangan tertulis yang diterima Medcom.ID, pada Kamis 11 Oktober 2018. 

Baca juga: Jangankan Sampai Akhir Musim, Arema Ikhlas Jika Dihukum 10 Tahun

Atas kejadian itu, Nil Maizar meminta operator liga menegakkan regulasi Liga 1 musim 2018, yakni pasal 8 ayat 6, 7, dan 8. Isi dari pasal tersebut yakni penundaan harus disampaikan minimal tujuh hari dari laga yang sudah dijadwalkan. Sementara itu, klub tuan rumah yang menunda harus mengganti seluruh biaya yang dikeluarkan tim tamu. 

“Kami berpedoman terhadap ayat itu saja. Karena soal perubahan jadwal pertandingan itu seharusnya sudah disampaikan tujuh hari sebelumnya. Itu yang tersirat di manual liga yang menjadi patokan kita,” katanya. 

PS Tira sudah berada di Medan dengan memboyong 19 pemain. Termasuk dua pemain asing yang sedang dalam grafik menanjak, Aleksandar Rakic dan Dzmitry Rekish. 

Baca juga: Curhatan CEO Usai Arema Dijatuhi Sanksi PSSI

Menurut dia, penundaan laga bisa memengaruhi program latihan yang sudah dirancang untuk hari Jumat. Ia menilai, timnya harus kembali menjalani latihan dari nol. 

“Kalau (jadwal) berubah tentu kami harus mulai lagi dari nol. Dan kami harus bertanding di home lawan PSIS Tanggal 17 mendatang. Kalau (pertandingan) hari Jumat kami sudah siap bertanding,” ujarnya.

Video: Tim Para Balap Sepeda Indonesia Berpeluang Tambah Pundi Medali
 

(RIZ)

Daripada Mengeluh, Suporter Arema Diminta Introspeksi Diri

Malang: CEO Arema FC, Iwan Budianto berharap Aremania (julukan suporter Arema FC) bisa menerima dengan lapang dada keputusan Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Daripada mengeluh dan melakukan demo, ia mengajak seluruh Aremania untuk introspeksi diri.

Hari ini, Kamis 11 Oktober2018, Komdis PSSI resmi merilis sanksi untuk Arema terkait sejumlah insiden yang terjadi pada laga derby Jatim melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, 6 Oktober lalu.

“Jadikan perenungan massal dan jadikan momentum untuk berubah dalam sikap dan berperilaku yang baik dalam mendukung tim kebanggaan kita,” kata Iwan dalam keterangan resminya, Kamis 11 Oktober 2018.
 

Baca: Hasil Sidang Komdis PSSI: Arema Tanpa Penonton Sampai Akhir Musim

Seperti diketahui, Arema FC resmi dijatuhi sanksi oleh PSSI. Sanksi itu didapat setelah pengawas pertandingan dan tim pemantau PSSI menemukan beberapa pelanggaran dalam laga Arema FC menghadapi Persebaya Surabaya pada pekan ke-24 Liga 1 Indonesia 2018, Sabtu 6 Oktober. 

Beberapa pelanggaran itu antara lain pengeroyokan yang dilakukan suporter Arema terhadap suporter Persebaya serta intimidasi yang dilakukan oleh suporter Arema dengan cara mendekati pemain Persebaya.

Atas kedua pelanggaran ini, Arema diberi sanksi berupa larangan menggelar pertandingan dengan penonton pada laga kandang. Selain itu, suporter Arema juga dilarang memberikan dukungan pada saat laga tandang hingga akhir musim kompetisi 2018.

Pria yang akrab disapa IB ini juga meminta agar seluruh pihak tidak merespons dan bereaksi negatif atas sanksi ini. Bahkan, suporter pun juga diminta bijak dalam menanggapi hukuman dari PSSI ini, terutama di media sosial.

“Hentikan perdebatan. Tapi kita perlu bangkit bersatu untuk berubah lebih baik. Jika perlu kita harus lebih sering bertemu, berdiskusi, berbicara dari hati ke hati agar kejadian serupa tidak terjadi dan tidak diulang-ulang lagi di masa yang akan datang,” jelasnya.

Diakhir, IB menyampaikan bahwa seluruh jajaran manajemen Arema FC menyampaikan permohonan maaf atas segala perilaku negatif dan kejadian yang menimbulkan kerugian psikis maupaun materi dalam kejadian ini.

“Ke depan harus kita songsong harapan baru yang lebih baik. Kami yakin Aremania akan bisa berubah menjadi suporter yang disegani, dihargai, dihormati dan berprestasi,” pungkasnya.
 

Baca juga: Jangankan Sampai Akhir Musim, Arema Ikhlas Jika Dihukum 10 Tahun

Sebelumnya diberitakan, dalam laga Arema kontra Persebaya sebelumnya terdapat beberapa perbuatan tidak terpuji yang dilakukan para suporter. Di antaranya meneriakan cacian hinaan serta menerobos masuk ke lapangan saat turun minum dan beberapa waktu setelah babak kedua berakhir.

Pelanggaran lainnya yakni penyalaan flare dan pelemparan botol yang dilakukan suporter Arema FC. Atas pelanggaran ini, Arema didenda Rp 100 juta.

Selain kepada klub, Komdis PSSI juga menghukum dua suporter Arema FC, Yuli Sumpil dan Fandy karena memprovokasi penonton lain dengan cara turun ke lapangan. Keduanya dihukum tidak boleh masuk stadion di wilayah Republik Indonesia seumur hidup.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Leani Oktila Melaju ke Final Bulu Tangkis Asian Para Games

(ACF)

Komentar Irfan Jaya Usai Cetak Brace ke Gawang Myanmar

Cikarang: Tim Nasional Indonesia sukses membekuk Myanmar pada laga uji coba, Rabu 10 Oktober 2018. Tak tanggung-tanggung, Tim Garuda meraih kemenangan dengan skor telak 3-0 pada laga yang digelar di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat itu.

Dua gol Irfan Jaya dan sebiji gol Beto Goncalves di babak pertama, memastikan kemenangan Timnas Indonesia atas tim tamu. Brace pemain Persebaya Irfan Jaya tercipta pada menit 25 serta 39. Sedangkan gol Beto tercipta di menit 13. 

Usai laga, Irfan mengaku bangga bisa mencetak dua gol dalam pertandingan tersebut. Ia menilai, gol tersebut tidak lepas dari peran rekan-rekan setimnya. 

Baca juga: Bima Sakti Siap Jadi Pelatih Kepala Timnas Indonesia

“Alhamdulillah sangat bersyukur bisa mencetak dua gol di pertandingan hari ini melawan Myanmar. Ini semua berkat kerja keras seluruh pemain, teman-teman, dan terima kasih untuk seluruh suporter yang sudah hadir mendukung kami,” kata Irfan. 

Menurut Irfan, jika terus dipercaya pelatih dirinya bertekad untuk terus memberikan penampilan terbaik untuk Timnas Indonesia. 

“Kalau saya diberi kesempatan bermain, saya akan memberikan penampilan terbaik, maksimal,” tambahnya.

Kemanangan atas Myanmar menjadi modal bagus untuk Timnas Indonesia jelang Piala AFF 2018. Seperti diketahui, Indonesia tergabung di Grup B bersama Thailand, Filipina, Singapura, dan salah satu antara Brunei Darussalam atau Timor Leste pada Piala AFF 2018. Turnamen akan berlangsung pada 8 November hingga 15 Desember 2018.

Video: Jokowi Saksikan Langsung Pertandingan Angkat Berat APG 2018
   

(RIZ)

Bima Sakti Siap Jadi Pelatih Kepala Timnas Indonesia

Cikarang: Pelatih sementara Tim Nasional Indonesia Bima Sakti mengaku siap mengantikan Luis Milla sebagai pelatih kepala Indonesia. Hal itu diungkapkan Bima usai membawa Indonesia meraih kemenangan telak 3-0 atas Myanmar pada laga uji coba di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat, Rabu 10 Oktober 2018. 

Kabar kembalinya Milla melatih Timnas Indonesia hingga sekarang memang belum ada kejelasan. Saat ini, Milla dikabaran masih berada di Spanyol usai mendampingi Timnas di Asian Games 2018 Agustus lalu. 

Sementara itu, PSSI sebagai federasi juga sampai hari ini belum memutuskan, siapa yang akan menjadi pelatih kepala Timnas Indonesia di AFF 2018. Padahal keputusan siapa yang melatih Timnas sangat krusial, mengingat Piala AFF akan berlangsung sebulan lagi. 

Baca juga: Brace Irfan Jaya Bawa Indonesia Permak Myanmar

Menanggapi hal itu, Bima Sakti mengaku siap menjadi pelatih kepala Timnas Indonesia di kompetisi bergengsi di Asia Tenggara terebut.

“Sapertinya yang saya bilang, semua rezeki dari Allah. Kalau memang rezeki saya sebagai pelatih di AFF, saya siap saja,” kata Bima. 

Jika dipercaya, Bima menegaskan akan tetap mempertahankan fondasi bermain yang sudah ditanamkan pelatih Luis Milla Aspas selama dua tahun terakhir.

Baca juga: Bonucci Menyesal Pernah Meninggalkan Juventus

“Tapi gaya permainan tetap seperti yang seperti Milla. Saya sudah belajar dengan coach Luis, jadi gaya bermain kita tidak jauh berbeda,” ujar mantan pemain Timnas tersebut. 

Bima terhitung sudah dua kali menangani Timnas Indonesia tanpa Milla di sisi lapangan. Di dua laga tersebut, hasil positif berhasil diraih. Pertama saat menghadapi Mauritius, September lalu. Kedua saat melawan Myanmar, malam tadi.

Video: Jokowi Saksikan Langsung Pertandingan Angkat Berat APG 2018
  

(RIZ)

Berkandang di Kalimantan, Persib Ditumbangkan MU

Balikpapan: Persib Bandung meraih hasil buruk pada laga perdananya berkandang di Stadion Batakan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa 9 Oktober 2018. Lewat pertarungan yang sengit, Persib dipaksa menyerah 1-2 oleh tamunya Madura United.

Stadion Batakan diketahui jadi kandang Persib untuk sisa kompetisi Liga 1 musim ini. Hal itu merujuk pada keputusan komdis PSSI sebagai sanksi akibat insiden tewasnya suporter Persija Jakarta saat kedua tim bentrok di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Tampil tanpa dukungan suporter dan beberapa pemain kunci seperti Ezechiel Ndouasel dan bek tangguh Bojan Malisic yang harus menjalani sanksi, pelatih Persib Mario Gomez menurunkan duet Airlangga Sucipto dan Muchlis Hadi Ning di sektor depan.
 

Baca: Daftar Lengkap 30 Pemain yang Masuk Nominasi Ballon d’Or

Sayangnya, kedua pemain ini tampaknya belum mampu menjawab ekspektasi Gomez. Baik Muchlis dan Airlangga terlihat kesulitan membongkar pertahanan Madura United yang digalang Fabiano Beltrame.

Bukannya mencetak gol, Airlangga malah memberikan hadiah penalti buat MU pada menit ke-27. Handball yang dilakukan Airlangga saat coba menyundul bola, harus dibayar dengan koyaknya gawang Dede Nathsir lewat eksekusi penalti Fabiano. Skor 0-1 untuk keunggulan Madura United bertahan hingga turun minum.

Persib langsung bereaksi cepat di babak kedua. Laga baru memasuki menit keempat (’49), Muchlis Hadi sukses membuat kedudukan imbang 1-1. Tandukan mantan bomber Timnas U-19 usai memanfaatkan umpan silang Supardi Nasir gagal dijangkau Satria Tama.

Sayangnya, kedudukan imbang tidak bertahan lama. Hanya sepuluh menit berselang, Madura United berhasil mencetak gol untuk kembali unggul 1-2.

Sebuah gol cantik dilesakkan Zah Rahan Krangar pada menit ke-59. Tembakan first time-nya usai memanfaatkan bola liar hasil umpan Greg Nwokolo yang tidak sempurna dibuang bek Persib, Sabil, meluncur mulus ke pojok gawang Persib.

Pertandingan makin menarik usai gol tersebut. Baik Persib maupun Madura United terus memperagakan permainan terbuka. Peluang emas pun kerap diciptakan kedua tim.
 

Baca juga: Gandeng Adidas, Arsenal Dapat Untung 2 Kali Lipat

Namun, berkat kesigapan kiper dari kedua tim, Satria Tama (Madura United) dan Deden Natshir di kubu Persib, tidak ada tambahan gol tercipta hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga. Skor 1-2 untuk keunggulan Madura Unted tetap bertahan.

Berkat hasil ini, Persib gagal menjaga jarak dengan pesaing terdekatnya PSM Makassar. Mengoleksi 44 poin, Persib masih duduk di puncak klasemen sementara Liga 1 dengan keunggulan tiga angka dari PSM.

Sementara bagi Madura United, kemenangan ini membawa klub asal Pulau Garam untuk kembali ke jalur perburuan gelar juara. MU naik ke posisi empat dengan koleksi 39 poin, atau hanya terpaut lima angka dari Persib.

Starting IX:
Persib Bandung (4-4-2):
Deden Natshir; V. Igbonefo, Sabil, T. Sucipto, S. Nasir; Hariono, Oh In-Kyun, A. Rizal, P. Abdillah; A. Sucipto, M. Hadi Ning.

Madura United (4-3-3): S. Tama; Fabiano Da Rosa, A. Berlian, B. Wahyudi, A. Rama; G. Ariyadi, L. Wahyu, S. Nurcahyono; Z. Krangar, E. Sani, G. Nwokolo.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Cabor Tenis Meja dan Tenpin Boling Sumbang Emas untuk Indonesia

(ACF)

Muskil Lolos 8 Besar, PSIM Ingin Permainan Indah

Sleman: PSIM Yogyakarta menargetkan permainan indah di dua laga sisa kompetisi Liga 2 Indonesia 2018. Salah satunya, di derbi Yogyakarta jilid 2 melawan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo Sleman, Yogyakarta, Rabu 10 Oktober 2018. 

Pelatih PSIM Yogyakarta Bona Simanjuntak menyadari situasi timnya. Di klasemen sementara Liga 2 wilayah timur, PSIM hanya bercokol di posisi tujuh dengan nilai 28. 

Dari 12 tim di grup wilayah timur, hanya ada empat tim yang lolos ke babak 8 besar Liga 2. Dengan hanya menyisakan dua laga sisa, PSIM sangat sulit menembus posisi empat besar yang dihuni PSS Sleman (40 poin), Kalteng Putra (36), Madura FC (36), dan Mojokerto Putra (34). Tambah lagi, PSIM mengawali kompetisi dengan nilai minus 9 akibat sanksi dari PSSI. 

Baca juga: PSS Sleman Enggan Usung Misi Balas Dendam Hadapi PSIM

“Tapi kami sudah aman dari zona degradasi. Kami akan coba menampilkan permainan yang menghibur. Kami ingin menyenangkan penikmat sepak bola,” kata Bona di Stadion Maguwoharjo Sleman, Yogyakarta, Selasa 9 Oktober 2018. 

Bona belum memastikan siapa saja nama pemain yang akan turun sejak menit awal untuk laga besok. Ia menyatakan masih memantau kondisi dan kebugaran para pemain. 

“Pemain kami tak ada yang cedera. Kami bisa saja melakukan rotasi pemain nanti,” katanya. 

Baca juga: Rooney: Mourinho Dijadikan Kambing Hitam

Bona meminta anak asuhnya bermain sportif dan meminimalisasi adu fisik. Ia juga menginstruksikan para pemain sebisa mungkin tak melakukan banyak pelanggaran. 

“Kami mengajarkan pemain untuk bermain sepak bola tidak secara brutal,” ungkapnya. 

Salah seorang pemain andalan PSIM, Hendika Arga menyatakan siap menerima risiko bermain tanpa penonton. Ia berharap para penonton bisa terhibur dengan menyaksikan lewat saluran televisi. 

“Kami akan menikmati permainan demi menghibur penonton lewat layar televisi,” kata dia.

Video: Istiqomah Berhijab, Miftahul Jannah Beralih Jadi Pecatur
 

(RIZ)

Laga Derbi Yogyakarta Jilid II Tanpa Penonton

Yogyakarta: Derbi Yogyakarta jilid II antara PSS Sleman melawan PSIM Yogyakarta bakal digelar tanpa penonton di Stadion Maguwoharjo Sleman, Rabu lusa. Keputusan ini diambil usai bertemunya pihak panitia pelaksana, perwakilan kedua tim dan suporter, Senin 8 Oktober 2018.

Kepala Biro Operasi Kepolisian Daerah DIY Komisaris Besar Imam Prijanto, mengatakan pihaknya yang mengusulkan laga dihelat tanpa penonton. Ia mendasarkan dari derbi sebelumnya di Stadion Sultan Agung Bantul, yang menewaskan seorang penonton.

Menurut Imam, tak ada protes dari kedua manajer tim saat pertemuan. “Jadi kami putuskan itu,” kata Imam di Polda DIY, Senin 8 Oktober 2018.

Ia mengatakan, aparat akan meminta pulang para suporter andai mereka mendatangi stadion. Sebab, salah satu pihak suporter yang dilarang ke stadion pada laga sebelumnya, juga nekat beramai-ramai menuju stadion.

“Suporter yang akan ke stadion kami minta pulang. Perwakilan (suporter) juga sudah menyepakati itu. Kalau tidak mau, akan kami pulangkan paksa,” kata dia.

Tak hanya itu, Imam melanjutkan, suporter juga dilarang melakukan konvoi kendaraan di hari pertandingan. Pihaknya tak ingin ada peristiwa seperti di Bantul.

Saat itu, terjadi pengeroyokan seorang suporter di luar stadion. Seorang warga bernama Muhammad Iqbal Setyawan meninggal akibat pengeroyokan tersebut.

“Kami ingin semua memahami kejadian sebelumnya. Kami akan rencanakan pengamanan untuk laga nanti,” ujarnya.

Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Jaguar Tominangi, mengaku akan mematuhi hasil pertemuan di Polda DIY, termasuk menggelar laga tanpa penonton. Pihaknya juga memastikan pengamanan terhadap pemain akan dilakukan sesuai standar. “Sistem pengamanan tetap sama,” ujarnya.

Video: M Fadli Rebut Medali Perak di Balap Sepeda
 

(RIZ)

Sempat Tertinggal, Persija Bungkam Perseru

Bekasi: Persija Jakarta harus bersusah payah memetik kemenangan saat menjamu Perseru Serui pada pekan ke-24 Liga 1 Indonesia 2018, Senin 8 Oktober. Sempat tertinggal, Macan Kemayoran mampu mengakhiri laga dengan skor 2-1.

Bermain dengan status tuan rumah, Persija tampil kurang oke pada babak pertama. Bahkan, mereka harus tertinggal terlebih dahulu pada menit ke-28.

Striker Perseru Beto menjadi pembobol gawang Persija kala itu. Mendapatkan umpan dari Gusti Rustiawan, striker asal Brasil tersebut sukses melepaskan tembakan ke tengah gawang.

Baca: Hasil Lengkap Liga-Liga Top Eropa Tadi Malam

Para pemain Persija tidak langsung drop usai kebobolan. Mereka justru mampu tampil lebih baik dan menyamakan kedudukan jelang turun minum.

Tepatnya pada menit ke-44. Gol Macan Kemayoran lahir dari kaki Marko Simic lewat tendangan penalti.

Hingga turun minum, kedua tim tidak lagi mencetak gol. Skor 1-1 bertahan.

Memasuki babak kedua, laga berjalan cukup alot. Kedua tim tampak kesulitan untuk menciptakan peluang-peluang berbahaya di dalam kotak penalti.

Namun, kebuntuan akhirnya berhasil dipecahkan Persija melalui Rudi Widodo pada menit ke-80. Ketika itu, ia sukses melepaskan tembakan ke sudut kiri gawang usai mendapat umpan dari Simic.

Baca: Rentetan Hasil Minor Tidak Goyahkan Pelatih Bayern Muenchen

Gol tersebut sekaligus menjadi gol terakhir pada laga tersebut. Hingga laga usai, Persija memastikan kemenangan dengan skor 2-1.

Dengan hasil ini, Persija naik ke peringkat ketiga klasemen sementara dengan mengumpulkan 39 poin. Mereka semakin dekat dengan puncak klasemen karena hanya terpaut lima poin dari Persib Bandung.

Sementara itu, Perseru semakin terjerambab di zona degradasi usai menelan kekalahan ini. Mereka kini berada di posisi ke-17 klasemen dengan mengoleksi 24 poin dan tertinggal empat poin dari PS Tira yang berada di zona aman, yakni posisi ke-15.

Susunan pemain:

Persija Jakarta: Shahar Ginanjar; Maman Abdurahman, Jaimerson Xavier, Anan Lestaluhu, Yan Pieter Nasadit, Rohit Chand, Novri Setiawan, Ramdani Lestaluhu, Riko Simanjuntak, Osas Saha, Marko Simic.

Perseru Serui: Samuel Reimas; Boas Isir, Tony Ayomi, Kelvin Wopi, Donny Harold Monim, Ronaldo Mesido, Makarius Fredik Suruan, Alberto ‘Beto’ Antonio De Paula, I Gusti Rustiawan, Silvio Escobar, Yohanis Nabar.

Video: Riyanti Pastikan Diri Melaju ke Partai Final Para Renang

(ACF)

Bantai Mitra Kukar, PSM Terus Bayangi Persib

Tenggarong: Mitra Kukar tidak berdaya saat menjamu PSM Makassar pada pekan ke-24 Liga 1 Indonesia 2018, Minggu 7 Oktober. Mereka takluk dengan skor telak 1-4.

PSM memang tampil impresif pada laga tersebut. Mereka bahkan sudah mencuri keunggulan terlebih dahulu ketika laga baru berjalan dua menit.

Gelandang PSM Guy Junior Nke Ondoua menjadi pencetak gol pembuka untuk timnya itu. Ia sukses memanfaatkan bola kemelut di depan gawang Mitra Kukar.

Baca: Perkasa di Markas Fulham, Arsenal Tembus Tiga Besar

Mitra Kukar mencoba untuk merespons. Pada menit ke-31, mereka sukses menyamakan kedudukan. Gol tersebut dicetak berkat gol bunuh diri bek PSM M. Fauzan Jamal.

Namun, hanya selang dua menit, PSM sudah kembali unggul. Itu terjadi setelah penyerang Juku Eja Reva Adi Utama mencetak gol.

Pada menit ke-36, PSM berhasil memperbesar keunggulan lewat gol Guy Junior. Berawal dari umpan dari Reva, Guy Junior menyambut bola dengan tembakan keras yang tidak bisa dibendung kiper Mitra Kukar Yoo Jae-Hoon.

PSM semakin tidak terbendung. Pada masa injury time babak kedua, mereka sukses mencetak gol lewat Ferdinand Alfred Sinaga.

Baca: Antisipasi Serangan Balik Jadi Kunci Kemenangan Arema

Hingga laga usai, kedua tim tidak lagi mencetak gol. Kemenangan dengan skor 4-1 menjadi milik PSM.

Tambahan tiga angka membuat PSM sukses memangkas jarak dengan Persib Bandung yang berada di puncak klasemen. Dengan mengoleksi 41 poin di peringkat kedua, PSM hanya terpaut tiga poin dari Maung Bandung.

Sementara itu, Mitra Kukar harus turun ke posisi ke-14 klasemen sementara dengan mengoleksi 29 poin usai menelan kekalahan tersebut. Mereka juga terancam degradasi lantaran hanya unggul dua poin dari PSIS Semarang yang menempati peringkat ke-17.

Susunan pemain:

Mitra Kukar: Yoo Jae Hoon, Roni Rosadi, Mauricio Leal, Saepuloh Maulana, Andre Agustiar, Danny Guthrie, Dedy Hartono, Muhammad Bahtiar, Septian David Maulana, Fernando Rodriguez, Hendra Adi Bayauw.

PSM Makassar: Rivky Mokodompit, M. Fauzan Jamal, Reva Adi Utama, Steven Paulle, Zulkifli Syukur, Ardan Aras, M. Arfan, Marc Anthony Klok, Willem Jan Pluim, Guy Junior, M. Rahmat.

Video: Persebaya & Arema Tak Masalah Liga 1 Dihentikan Sementara

(PAT)

Kekecewaan CEO Arema Terhadap Ulah Suporter di Kanjuruhan

Malang: Insiden terjadi pada pertandingan antara Arema FC kontra Persebaya Surabaya pada pekan ke-24 Liga 1 Indonesia 2018, Sabtu 6 Oktober. Kala itu, sejumlah suporter melakukan beberapa perbuatan tidak terpuji.

Setidaknya ada dua aksi tidak terpuji dilakukan suporter sepanjang laga. Pertama adalah meneriakan cacian hinaan. Kemudian, mereka menerobos masuk ke lapangan saat turun minum dan beberapa waktu setelah babak kedua berakhir.

Perbuatan suporter ini sangat membuat CEO Arema Iwan Budianto kecewa. Ia pun mengecam perbuatan suporter dan pihaknya siap mendapatkan sanksi dari PSSI.

Baca: Buntut Ulah Suporter, Arema Bakal Dapat Sanksi dari PSSI

“Aremania dikenal punya jiwa ksatria. Bahwa apa yang telah dilakukan dan tegas melanggar regulasi. Maka akan ada konsekuensinya. Bisa laga tanpa penonton bisa sampai laga usiran, dan sebagai ksatria harus berbesar hati utk menerima hukuman apapun itu” ujar Iwan lewat pernyataan resmi klub, Minggu (7/10/2018).

“Saya sudah memohon kepada badan yudisial PSSI yaitu Komdis agar segera menyidangkan kasus ini, berikan hukuman yang setimpal atas pelanggaran disiplin yang telah dibuat oleh Arema,” lanjutnya.

“Jangan ragu dalam mengambil keputusan tegas sesuai kode disiplin. Demikian dan saya pastikan Arema tidak akan melakukan banding atas apapun hukuman yg akan diberikan nanti,” tutur Iwan.

Agar tidak terulang insiden ini, Iwan pun akan memberikan teguran kepada suporter Arema atau dikenal sebagai Aremania. Ia berjanji akan memanggil perwakilan Aremania.

Baca: Suporter Masuk Lapangan, Arema Terancam Sanksi

“Klub akan memanggil para perwakilan Aremania mengajak bicara. Bahwa kerugian ini tidak hanya klub yang menanggung. Tapi juga Aremania sendiri,” imbuhnya.

Arema berhasil memetik kemenangan atas Persebaya dengan skor 1-0 pada laga tersebut. Ahmad Nur Hardianto menjadi penyumbang gol untuk Singo Edan.

Berkat kemenangan ini, Arema naik ke posisi ke-11 klasemen sementara dengan mengoleksi 31 poin. Kini, mereka hanya terpaut enam poin dari Bali United yang berada di posisi ketiga.

Video: Suporter Bola di Indramayu Gelar Deklarasi Damai

(PAT)

Ini Catatan Nil Maizar usai PS Tira Kalahkan Bhayangkara FC

Pemain PS Tira, Dmitry Rekish (berkostu. hijau kanan) sesaatbsetelah mencetak gol ke gawang Bhayangkara FC (Foto: Ahmad Mustaqim/Medcom.id)

Bantul: PS Tira dengan meyakinkan menang 2-0 atas Bhayangkara FC pada pekan ke 24 Liga 1 Indonesia 2018. Meski meraup tiga poin, PS Tira dianggap masih butuh pembenahan.

Dalam laga yang dihelat di Stadion Sultan Agung Bantul, Yogyakarta, Sabtu malam, 6 Oktober 2018, dua gol PS Tira dicetak Dmitry Rekish menit kedua dan Aleksandar Rakic pada menit 29.

Pelatih PS Tira, Nil Maizar menilai kemenangan ini pantas didapatkan timnya. Ia menilai anak-anak asuhnya tampil dengan spartan.

“Anak-anak bermain dengan menunjukkan punya dedikasi tinggi dan punya harga diri,” ujarnya selepas pertandingan.

Menurutnya, Bhayangkara bukanlah tim yang mudah ditaklukkan. Kampiun Liga 1 musim lalu itu masih berada di jajaran papan atas klasemen sementara musim ini.

“Bhayangkara FC adalah tim papan atas. Tapi permainan tim di lapangan menunjukkan strategi dan taktik bisa tercapai. Meskipun, kami ada sejumlah peluang gagal menjadi gol,” katanya.

Meski menang, Nil Maizar menganggap masih ada sejumlah kekurangan dalam permainan timnya. Ia akan melakukan pembenahan sebelum menjalani laga pekan ke 25 berikutnya.

Selain itu, kemenangan juga menjadi modal PS Tira untuk menjauhi zona degradasi. Setidaknya, kini berada berada di atas strip zona merah dengan perolehan 28 poin dari 24 pertandingan.

“Kemenangan ini penting untuk menapak anak tangga lebih tinggi lagi. Kami juga persembahkan kemenangan ini untuk ulang tahun ke 73 TNI. Mudah-mudahan kita bisa lanjutkan pada pertandingan berikutnya,” ujar Nil Maizar.

Jokowi Sambut Peserta Asian Para Games dengan Bahasa Isyarat

(FIR)

Hadapi Sriwijaya, Bhayangkara FC Evaluasi Kekalahan dari PS Tira

Suasana yang terjadi pada laga Bhayangkara vs PS Tira (Foto: Ahmad Mustaqim/Medcom.id)

Bantul: Bhayangkara FC menelan kekalahan saat bertandang ke markas PS Tira di Stadion Sultan Agung Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu malam, 6 Oktober 2018. Anak asuh pelatih Simon McMenemy itu kalah 0-2.

Kekalahan ini memberi catatan buruk Bhayangkara FC dalam tiga laga terakhir. Pasalnya, mereka hanya mampu meraih satu poin dalam tiga pertandingan belakangan, yakni kalah dari PS Tira dan Persela Lamongan, serta imbang 2-2 melawan Barito Putera.

Bahkan, kekalahan itu juga membuat Bhayangkara FC tertahan di peringkat keenam klasemen sementara Liga 1. Dari 24 pertandingan, juara bertahan Liga 1 ini meraih 10 kemenangan, 6 imbang, dan 8 kekalahan, dengan koleksi 36 poin.

Bhayangkara akan menghadapi laga berat berikutnya. Mereka akan menghadapi Sriwijaya FC pada Jumat, 12 Oktober 2018.

Pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy, mengatakan akan mengevaluasi kekalahan timnya atas PS Tira. Akibat kebobolan dua gol di babak pertama, Bhayangkara mendominasi laga namun tak mampu mencetak gol.

“Kami akan lihat rekaman pertandingan. Kami bakal lihat dan analisis permainan lawan PS Tira,” ujarnya di Stadion Sultan Agung Bantul, Sabtu malam, 6 Oktober 2018.

Sriwijaya FC bukan lawan mudah bagi Bhayangkara. Mereka baru saja menang 3-2 saat menjamu Bali United di Stadion Jakabaring Palembang, Sumatera Selatan.

McMenemy mengaku masih enggan memikirkan laga berikutnya. “Saya belum memikirkan (pertandingan) selanjutnya. Kami akan lakukan evaluasi dan persiapan,” kata dia.

Begini Desain Medali Asian Para Games 2018

(FIR)

Penonton tanpa Tiket Bakal Diarahkan Pulang

Bekasi: Penonton yang tidak memiliki tiket pada pertandingan Persija Jakarta melawan Perseru Serui akan diarahkan untuk pulang meninggalkan arena Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi. Kedua tim itu dijadwalkan akan bertanding pada Pukul 16.00 WIB, Senin 8 Oktober 2018 mendatang.

Usai dihentikan selama sepekan, berbagai cara dilakukan panitia pelaksana dan juga pihak keamanan pada pertandingan Liga 1 Indonesia 2018. Termasuk pada laga Persija vs Perseru, di mana polisi akan bergerak bersama dengan suporter Persija, Jakmania untuk memulangkan penonton yang tidak memiliki tiket.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto mengatakan, pihaknya akan mengambil langkah persuasif untuk memulangkan penonton yang tidak memiliki atau mendapatkan tiket. Upaya itu demi tidak ada insiden bentrokan seperti yang terjadi di pertandingan Persija melawan Selangor FA beberapa waktu lalu.

“Setelah jam empat para penonton yang tidak punya tiket akan kita minta untuk pulang. Jadi tidak usah berlama-lama, karena tidak mungkin akan diberikan kesempatan untuk nonton di babak kedua, itu tidak mungkin,” katanya di Bekasi, Jumat 5 Oktober 2018.

Indarto mengaku sudah membentuk 15 tim untuk melakukan upaya persuasif kepada penonton yang tidak memiliki tiket. Diharapkan penonton menjaga kondusivitas dalam pertandingan tersebut.

“Besok 15 tim itu akan persuasif meminta suporternya ada di dalamnya, ada juga kawan-kawan Jakmania. Jadi kami mau coba persuasif. Jadi kalau memang penonton itu sayang sama sepak bola indonesia. Harusnya mereka tidak rusuh, mereka pulang,” ujarnya.

Indarto menambahkan, jika terjadi bentrokan atau gangguan keamanan pada pertandingan tersebut, maka kedepannya akan dilakukan evaluasi rekomendasi pengamanan.

Kemensos Sediakan Mobil Akses Penyandang Disabilitas

(FIR)

Jadwal Siaran Langsung Liga 1 Indonesia Hari Ini

Pesepak bola Persela Lamongan, Agung Pribadi (kiri) melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Kedah FC dalam Turnamen Internasional Suramadu Super Cup (SSC) 2018. (ANTARA FOTO/Saiful Bahri)

Jakarta: Liga 1 Indonesia 2018 bisa kembali bergulir pada Jumat 5 Oktober. Sebelumnya, kompetisi tertinggi Tanah Air  sempat libur sepekan karena adanya insiden yang menewaskan suporter Persija Jakarta, Haringga Sirila.

Hanya terdapat satu pertandingan dalam lanjutan pekan ke-24 yang bakal dimainkan hari ini, yakni Persela kontra PSIS Semarang. Meski bukan tim papan atas, keduanya diyakini mampu menyuguhkan tontonan menarik.

Klik: Pochettino Kandidat Kuat Pengganti Mourinho?

Persela bisa dibilang lebih diunggulkan jelang laga nanti. Selain bakal menjadi tuan rumah di Stadion Surajaya, mereka juga terbukti lebih baik berdasar data dari klasemen sementara. Meski begitu, PSIS juga tetap wajib diwaspadai.

Persela sedang berada di urutan 10 klasemen sementara dengan koleksi 31 poin. Poin tersebut mereka raup setelah menang delapan kali, seri tujuh kali dan kalah delapan kali. Pada pekan sebelumnya, Persela kalah tipis dari PSMS Medan dengan skor, 3-2.

Klik: Alisson Akui Menangis saat Tinggalkan AS Roma

Laskar Mahesa Jenar–julukan PSIS masih terus berjuang  menjauhi zona merah. Pasalnya, 25 poin miliknya hanya berselisih beberapa angka saja dengan tiga tim urutan paling bawah, yakni PS Tira, Perseru Serui dan PSMS Medan. 

Kendati demikian, para pemain PSIS bisa dibilang lebih baik secara mentalitas ketimbang Persela. Sebab, mereka berhasil menaklukkan Perseru dengan skor 4-2 pada pekan ke-23. Selain itu, semangat untuk menjauhi zona degradasi bisa memaksa mereka tampil lebih agresif.

Berikut jadwal siaran langsung Liga 1 Indonesia hari ini, Jumat (5/10):

18.30 WIB: Persela Lamongan vs PSIS Semarang (Live Indosiar) 

(KAU)

Petisi Dukung Persib Pindah Liga Thailand Tembus 10 Ribu Tanda Tangan

Halaman depan petisi “Dukung Persib ke Liga Thailand”. (Foto: Change.org)

Bandung: Sebuah petisi dibuat pria bernama Yusuf Maulana. Ia berniat melihat respons Bobotoh menyoal kans Persib Bandung untuk pindah ke Liga Thailand. Hingga hari Kamis 4 September 2018, sudah lebih dari 10 ribu orang yang menandatangani petisi tersebut.

“Melalui petisi ini saya ingin melihat respons bobotoh bagaimana kalau Persib tim kebanggaan masyarakat Bandung & Jawab Barat pindah ke Liga Thailand.  Ada beberapa alasan yang mendorong saya untuk membuat petisi ini,” tulis Yusuf Maulana.

Petisi tersebut ditembuskan langsung kepada tujuh figur penting Persib dan Jawa Barat. Ada Glenn Sugita, Teddy Tjahjono, Umuh Muchtar, Heru Djoko, Yana Umar, Tobias Ginanjar, sampai gubernur Ridwan Kamil.

Klik: Pemerintah tak Campuri Sanksi Persib

Alasan dibuatnya petisi itu sebagai buntut dari kekecewaan Yusuf pada sanksi Komisi Disiplin (Komdis) PSSI kepada Persib yang dinilainya tidak adil. Salah satunya yakni pertandingan tanpa penonton sampai pertengahan kompetisi Liga 1 musim 2019.

Keputusan tersebut dicetuskan Komdis PSSI lantaran insiden meninggalnya Haringga Sirila usai dikeroyok oleh suporter Persib di area Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) jelang pertandingan. Yusuf merasa sanksi kepada Maung Bandung tidak tepat sasaran.

Sanksi paling parah bisa jadi yaitu dipindahkannnya laga kandang di luar Pulau Jawa hingga akhir musim ini. Hukuman itu terasa menyesakkan karena dianggap sebagai upaya sejumlah pihak untuk memberatkan kans Persib menjadi juara Liga 1 2018.

Yusuf lantas membuat petisi lewat Change.org pada Selasa 2 September kemarin. Hingga berita ini dipublikasikan, sudah ada lebih dari 10 ribu orang yang sepakat agar Persib bermain di Liga Thailand saja.

Belum dapat diketahui apakah Yusuf memberikan target berapa tanda tangan yang dibutuhkan. Tenggat waktu yang diberikan juga tidak diketahui.

Video: Suporter Bola di Indramayu Gelar Deklarasi Damai
 

(ACF)

Ryuji Utomo Serahkan Donasi untuk Almarhum Haringga

Ryuji Utomo (kiri) menyerahkan uang sumbangan untuk almarhum Haringga kepada Ferry Indrasjarif. (Foto: Instagram / @ryujiutomo)

Jakarta: Pesepak bola Ryuji Utomo mendonasikan uang bantuan untuk keluarga almarhum Haringga Sirila. Donasi tersebut disalurkan melalui ketua umum The Jakmania, Ferry Indrasjarif, Kamis 4 September 2018.

Kabar duka yang menimpa Haringga sampai di telinga Ryuji. Sebagai bentuk bela sungkawa, pemain klub Thailand, PTT Rayong itu kemudian melelang seragam timnas Indonesia yang ia kenakan di ajang SEA Games 2017 silam.

Lelang tersebut dilakukan tanggal 24 September lalu. Dalam keterangannya, harga awal yang ditetapkan adalah senilai Rp1,5 juta. Namun, ada yang membeli dengan harga Rp7,5 juta.

Klik: Pemerintah tak Campuri Sanksi Persib

Alhamdulillah, charity #cintauntukharingga telah berakhir dan jersey match-worn Timnas Indonesia Sea Games 2017 yang telah ditandatangani Ryuji Utomo dimenangkan oleh @prismahadiandry dengan last bid sebesar Rp.7.500.000,-,” bunyi pernyataan di akun instagram @ryujiutomo.

Tak cuma melakukan lelang, Ryuji juga ingin kejadian yang menimpa Haringga tak terulang kembali. Eks pemain Persija itu pun berharap uang yang dihasilkan dari lelang tersebut bisa membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

Uang hasil lelang itu kemudian disalurkan kepada keluarga almarhum Haringga melalui Ferry Indrasjarif. Pria yang akrab disapa Bung Ferry itu merupakan ketua umum The Jakmania.

Alhamdulillah, hasil dari lelang jersey dan bantuan dari teman teman melalui @kitabisacom sudah gue serahkan ke Bung Ferry selaku ketua dari The Jakmania yang nantinya akan langsung diberikan kepada keluarga almarhum,” kata Ryuji.

“Semoga dapat membantu meringankan beban keluarga almarhum. Terima kasih untuk semua teman teman yang sudah berpartisipasi semoga Tuhan membalas kebaikan teman teman semua,” pungkasnya.

Video: Suporter Bola di Indramayu Gelar Deklarasi Damai
 

(ACF)

Fakhri Husaini Belum Mau Melatih Klub

Pelatih Timnas U-16 Fakhri Husaini saat menghadiri jamuan makan di rumah dinas Menpora Imam Nahrawi (Foto: medcom.id/Gregorius Gelino)

Jakarta: Pelatih tim nasional Indonesia U-16, Fakhri Husaini, mengaku enggan menjadi pelatih di level klub. Mantan gelandang timnas senior Indonesia ini ingin menghormati kontraknya dengan PT. Pupuk Kaltim yang masih berjalan hingga tiga tahun ke depan.

Meski demikian, Fakhri mengaku akan mempertimbangkan kans melatih di level klub jika kontraknya bersama Pupuk Kaltim tidak diperpanjang. Namun jika masih terikat kontrak, Fakhri membeberkan bahwa dirinya hanya mau melatih timnas.

“Belum ada niat untuk melatih klub. Masih ada 3 tahun kontrak di Pupuk Kaltim. Kenapa saya boleh melatih timnas? Karena ini sejarah jadi saya diberi izin. Karena melatih itu ilmu jadi ilmu itu harus saya turunkan kalau tidak saya berdosa,” ujarnya ketika ditemui medcom.id dalam acara makan bersama di rumah dinas Menpora, Rabu (3/10), malam tadi.
 

Baca: Kemiripan MotoGP dengan Barcelona dan Real Madrid di Mata Lorenzo

“Kalau ditawari untuk melatih timnas di jenjang usia yang lebih tinggi saya masih bisa. Kalau kontrak saya di Pupuk Kaltim sudah selesai saya baru cari klub,” tandasnya.

Fakhri mengukir prestasi membanggakam bersama timnas U-16. Mantan pesepak bola Pupuk Kaltim itu sukses membawa David Maulana dan kawan-kawan menembus babak perempat final Piala Asia U-16 untuk pertama kalinya sejak 1990.

Selain itu, ia juga sukses mengantar Bagus Kahfi dan kawan-kawan mencetak sejarah menjadi juara Piala AFF U-16 2018. 

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Setelah Raih Emas Asian Games, Eko Yuli Cari Tiket ke Tokyo

(ACF)

Pesepak Bola Belanda Lelang Jersey Spesial untuk Bantu Korban Gempa Palu

Jakarta: Pesepak bola asal Belanda, Kristian Adelmund berniat melelang jersey kesayangannya. Rencana itu dilakukan untuk membantu korban gempa Palu, Rabu 3 September 2018.

Gempa dengan kekuatan 7,4 SR itu meluluhlantahkan Palu, Sulawesi Tengah dan sekitarnya. Tak kurang dari 800 nyawa hilang, dan jumlah sangat mungkin bertambah mengingat masih banyak korban yang berstatus hilang.

Kejadian tersebut mengundang empati dari Adelmund. Sebagai tindakan riil, bek yang sempat malang melintang di persepakbolaan Indonesia itu akan melelang jersey spesialnya, dan seluruh dana akan diserahkan melalui kelompok suporter PSS Sleman, Brigata Curva Sud.

“Besok hari Jumat aku bikin lelang di Instagram saya. Saya lelang jersey “cinta dan dedikasi” kalian tau itu jersey paling spesial untuk saya. Kalian bisa ikut lelang lewat tawaran. Hasilnya total aku donasi ke @bcsxpss.1976 for Palu. Semoga kalian mau ikut dan kita bisa bantu saudara kita di Sulawesi ???????? ini cinta dan dedikasi saya untuk Indonesia. ?? silahkan share sama temanmu,” tulisnya di akun Instagram @kristianadelmund.

“Terima kasih.. saya hanya bisa bantu begini jauh dari rumah kedua aku. Kalian sudah bisa donasi lewat kitabisa.com/donasibcs #SampaiKitaBisa,” sambungnya.

Inisiatif serupa juga sudah dilakukan oleh Ezra Walian, striker timnas Indonesia keturunan Belanda yang bermain di RKC Waalwijk. Lain Adelmund, penyerang yang tergabung di skuat untuk SEA Games 2017 itu melelang sepatu yang sudah ia tanda tangani.

Klik: Tim Pencari Fakta Persilakan Persib Mengajukan Banding

Adelmund memang diketahui memiliki ikatan emosional dengan sepak bola Indonesia, khususnya semenjak berseragam PSS. Pemain SC Feyenoord itu beberapa kali mengunjungi Tanah Air untuk sekadar melepas rindu di tengah kesibukannya bermain olah raga dan mengurus usaha furnitur di Belanda.

Jelang bergulirnya Liga 1 2018, Adelmund mengaku sangat ingin kembali bermain di Indonesia. Namun sayang, meski sempat didekati sejumlah klub seperti PSIS Semarang dan klub Liga 2, PSS, keinginannya urung terwujud.

Video: Atlet Panahan Asian Para Games Optimistis Raih Emas
 
(ACF)

Menpora Respons Sanksi Komdis PSSI Terkait Kasus Haringga

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi merespons sanksi yang dikeluarkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI terkait kasus tewasnya Haringga Sirila di laga Persib kontra Persija, Minggu 23 September lalu.

Komdis PSSI telah merilis sanksi yang dijatuhkan kepada Persib selaku tuan rumah laga panas Liga 1 pekan ke-23 tersebut. Pasalnya, Haringga yang diketahui suporter Persija meregang nyawa dikeroyok pendukung Persib di ring 1 Stadion GBLA. 

Akibat kejadian itu, Persib terpaksa menerima berbagai hukuman dari Komdis PSSI. Maung Bandung harus menjalani laga usiran di luar Pulau Jawa (Kalimantan) tanpa penonton sampai akhir musim kompetisi 2018 dan tanpa penonton di Bandung sampai setengah musim kompetisi 2019. 

Tak hanya itu, Komdis pun menjatuhkan sanksi kepada suporter Persib berupa larangan menyaksikan pertandingan pada laga kandang maupun tandang. Bahkan sanksi itu berlaku hingga setengah musim kompetisi 2019 mendatang. 

Klik di sini: Hasil Sidang Komisi Disiplin PSSI: Persib dan Persija Banjir Sanksi

“Saya belum baca. Pokoknya hukum harus berlaku pada siapa pun. Jadi tidak hanya Persib, tapi klub-klub lain yang melakukan seperti itu ya harus dihukum setimpal juga. Intinya jangan pilih kasih,” kata Imam di Kantor Kemenpora, Senayan, Selasa (2/10/2018). 

Ia pun mengatakan tak mempermasalahkan Liga 1 akan kembali bergulir pada 5 Oktober nanti. Asalkan ia meminta PSSI sudah melakukan tindakan sesuai dengan apa yang sempat dibicarakan yakni mengatur regulasi tetap, agar kejadian serupa tidak terulang.

“Asal sudah dilakukan tindakan-tindakan kenapa tidak? (Liga 1 kembali bergulir). Tapi saya harap itu harus sudah menjadi regulasi tetap sehingga berlaku bagi semua klub ketika liga ini diputar kembali,” ungkap Menteri asal Bangkalan tersebut.

“Tidak hanya itu, kesepakatan kemarin sore juga nyanyian rasis, koreografi, tulisan-tulisan harus diambil tindakan tegas. Kita akan lihat nanti seperti apa regulasi tetap untuk melihat setiap ada perilaku yang tidak sesuai dengan tata krama, norma, maupun aturan-aturan main yang ada,” tutupnya.



Video:Suporter Bola di Indramayu Gelar Deklarasi Damai

Tiga Pemain Absen Bela Persija Jakarta

Jakarta: Kapten Persija Jakarta, Ismed Sofyan harus menepi dari kompetisi Liga 1 setelah mendapatkan sanksi dari Komisi Disiplin (komdis) PSSI yaitu larangan memperkuat tim sebanyak tiga pertandingan.

Apa yang harus diterima pemain asal Aceh ini adalah buntut permainan keras saat menghadapi tuan rumah Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Bandung, Minggu 23 September lalu. Saat itu tim yang berjuluk Macan
Kemayoran itu menyerah 2-3.

“Jenis pelanggaran menendang kaki pemain lawan dan hukumannya adalah larangan bermain sebanyak tiga pertandingan,” demikian pernyataan resmi
Komdis PSSI.

Tidak hanya pemain senior itu yang mendapatkan sanksi cukup keras dari Komdis PSSI. Ada dua pemain lagi yang mendapatkan larangan bermain pada kompetisi tertinggi di Tanah Air yaitu Sandi Darma Sute dan pemain asing
Persija Renan Da Silva. 

Klik di sini: Hasil Sidang Komisi Disiplin PSSI: Persib dan Persija Banjir Sanksi

Sandi Darma Sute harus menepi tiga pertandingan karena terbukti dengan sengaja menjatuhkan pemain lawan. Sedangkan Renan Da Silva mendapatkan sanksi larangan bermain sebanyak dua pertandingan karena menyikut pemain
lawan.

Sedangkan pemain lincah Riko Simanjuntak mendapatkan teguran keras dari lembaga pengadil milik PSSI itu setelah mantan pemain Semen Padang itu terlibat keributan dengan pemain lawan dalam hal ini dari tim Persib Bandung.

Pemain Persib Bandung juga mendapatkan hal yang sama yaitu larangan bermain dengan jumlah bervariasi. Pemain yang menerima sanksi adalah Bojan Malisic, Ezechiel Ndouasel dan Jonatan Jesus Bauman.

Persija tidak hanya kehilangan tiga pemain saat menjalani lanjutan kompetisi Liga 1 melawan Perseru Serui, 6 Oktober nanti. Berdasarkan hasil sidang Komdis, manajemen Macan Kemayoran harus membayar denda Rp100 juta karena ada pelemparan botol saat Persija melawan PSIS Semarang, 18 September lalu.  

Video:Suporter Bola di Indramayu Gelar Deklarasi Damai
 

Pelatih Australia Merasa Beruntung Kalahkan Timnas U-16

Kuala Lumpur: Australia berhasil mengalahkan timnas U-16 pada perempat final Piala Asia U-16, Senin 1 Oktober 2018. Pelatih Trevor Morgan menilai kemenangan tersebut berbau keberuntungan.

Buat timnas U-16, kekelahan tersebut terasa menyesakkan karena Rendy Juliansyah dan kawan-kawan hanya selangkah lagi lolos ke semifinal. Padahal, tiket semifinal membawa Garuda Asia terbang ke Peru tahun depan untuk mengikutu Piala Dunia U-17.

Anak asuh Fakhri Husaini unggul lebih dulu menit 15 melalui gol kaki kiri Sutan Zico. Keunggulan di babak pertama dibalas tiga kali oleh Australia, sebelum Indonesia menggigit di menit-menit akhir lewat gol Rendy.

Pelatih Trevor sadar betul Indonesia juga sangat berhasrat memenangi pertandingan tersebut demi Piala Dunia. Dirinya merasa cukup beruntung bisa melewati hadangan timnas Indonesia U-16.

“Saya rasa semua tim mengejar tiket Piala Dunia, kami juga demikian. Kami datang ke sini untuk lebih dari sekadar meraih (tiket Piala Dunia) dan itu memaksa kami berjuang lebih demi rispek buat kami sendiri. Kami beruntung, kami bermain cukup baik untuk menang,” kata Trevor disadur dari laman resmi AFC.

Di sisi lain, coach Fakhri juga tak bisa menutupi kekecewaannya atas kekalahan yang diderita para pemainnya. Namun tetap, ia bangga akan penampilan luar biasa timnas U-16 di sepanjang turnamen.

“Kalah 2-3 buat hasil yang kami mau. Saya tetap bangga kepada para pemain, mereka telah mengerahkan segalanya. Apa yang mereka raih sudah luar biasa. Mereka masih anak-anak, masih harus belajar lagi beradaptasi. Gol pertama (penyama kedudukan) sulit diterima, mereka cuma remaja 16 tahun, jadi pasti sulit langsung meresponsnya,” timpal Fakhri.

Video: Atlet Panahan Asian Para Games Optimistis Raih Emas
 

(ACF)

Sanksi Berat Siap Diberlakukan untuk Hinaan Rasial Suporter

Jakarta: Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia setuju untuk memberikan sanksi berat untuk mendegradasi klub Liga Indonesia. Itu bakal terjadi jika elemen klub melakukan tindakan konfrontasi berbau rasial.

Pasca insiden kematian Haringga Sirila yang berujung penghentian sementara Liga 1, Kemenpora menggelar acara konsolidasi bertajuk ‘Silaturahmi Suporter Sepak Bola 2018 Bersama Menpora’ pada Senin 1 Oktober. Hal tersebut juga merupakan perintah Presiden RI untuk memerangi tradisi buruk sepak bola Indonesia.

PSSI yang di wakili wakil ketua umumnya, Joko Driono, mendapat banyak desakan untuk membuat regulasi-regulasi tegas jika ingin menggelar lagi Liga 1.

“PSSI dalam momentum berhentinya kompetisi Liga 1 ingin merenung, berkontemplasi, berbelasungkawa, dan berfikir untuk mengonsolidasikan kepada seluruh klub, liga, suporter terkait apa yang bisa kita lakukan agar hal-hal demikian tidak terjadi ke depannya,” kata Joko di Jakarta pada Senin 1 Oktober 2018.

Baca: Australia Jegal Langkah Indonesia ke Piala Dunia

Salah satu yang menjadi sorotan pada acara konsolidasi tersebut adalah isu rasial oleh suporter, berupa nyanyian ataupun visual. PSSI diminta berani bertindak tegas jika mendapati hal tersebut untuk memberhentikan laga yang sedang berlangsung, bahkan hingga menghukum tim dengan suporter terkait untuk didegradasi.

“Saya kira semua sepakat ini adalah ujung dari sebuah upaya bahwa siklus pemberian sanksi terhadap aksi rasial yang ditunggu hingga pertandingan selesai tidak efektif,” ujar Joko.

“Oleh karenanya, implementasi (sanksi) ini perlu dirumuskan dengan cepat oleh liga, perangkat pertandingan, wasit, komisioner pertandingan, dan tentu pemain yang ada di lapangan,” lanjut dia.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Suporter Bola di Indramayu Gelar Deklarasi Damai

(ASM)

PSSI Dituntut Implementasikan Aturan Suporter Tim Tamu

Malang: Juru bicara 18 klub Liga 1 Indonesia, Haruna Soemitro, menuntut PSSI agar segera mengimplementasikan aturan kewajiban tim tuan rumah untuk memberi jatah kursi bagi suporter tim tamu. Sebab dijelaskannya, terdapat aturan FIFA yang menyebutkan tim tuan rumah wajib menyediakan lima persen kursi untuk suporter tim tamu.

“Kami mengusulkan aturan itu diimplementasikan secara bertahap. Karena aturan itu dimatikan begitu saja selama ini karena masalah sosial dan keamanan,” kata Haruna di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (29/9/2018).

Klik: Timnas U-16 Pede Hadapi Australia

Pria yang juga manajer Madura United ini menyampaikan aturan itu bisa dilaksanakan secara bertahap, mulai dari satu persen dan seterusnya, terutama untuk laga-laga krusial. Selain itu, suporter yang hadir saat tim kesayangannya bertandang juga harus dipilah kembali.

“Tidak orang liar, tetapi harus melalui akses database yang kuat. Yakni suporter yang terafilisasi dengan klub dan memiliki kartu anggota suporter tim tamu tadi,” bebernya.

Disisi lain, Haruna memastikan bahwa 18 klub Liga 1 percaya sepenuhnya langkah-langkah yang bakal dilakukan PSSI untuk mengambil keputusan tegas, keras dan paripurna. Pihaknya yakin berbagai keputusan diambil agar aksi kekerasan dalam sepak bola tidak terulang. 

“Menjadi kekhawatiran kita samua atas laten hooliganisme. Kita tidak boleh kalah dari kekerasan. Respect for all. Tanpa sepak bola tidak ada apa-apanya suporter. Begitu juga sebaliknya, tanpa suporter sepakbola tidak ada apa-apanya,” pungkasnya.

Klik: Tanpa Rivalitas, Sepakbola Seperti Nonton Bioskop

Para manajer dari 18 klub Liga 1 Indonesia mendeklarasikan ikrar bertemakan #RivalitasTanpaMembunuh di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu 29 September. Ikrar ini dibacakan sebelum bergulirnya laga amal Arema FC kontra Madura United.

Pembacaan ikrar itu bertujuan untuk mengungkapkan rasa simpatik kepada pendukung Persija Jakarta, Haringga Sirila, yang tewas dikeroyok oknum suporter Persib pada Minggu 23 September lalu. Insiden terjadi saat Haringga ingin menyaksikan laga Persib kontra Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

18 perwakilan klub yang mendukung pembacaan ikrar tersebut berasal dari Arema FC, Madura United, Persib Bandung, PSM Makassar, Bali United, dan Persija Jakarta. Selain itu terdapat juga Bhayangkara FC, Barito Putera, Persipura Jayapura, Borneo FC, Persela Lamongan, Persebaya Surabaya, Mitra Kukar, Sriwijaya FC, PSIS Semarang, PS Tira, Perseru Serui, dan PSSM Medan.

(KAU)

Seluruh Klub Liga 1 Minta Publik Mempercayai Edy Rahmayadi

Malang: Beberapa waktu belakangan ini, beredar petisi yang meminta Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, untuk menanggalkan jabatannya. Petisi itu muncul tidak lama setelah  insiden kematian pendukung Persija Jakarta, Haringga Sirila, yang tewas dikeroyok oknum suporter Persib Bandung.

Dalam petisi yang beredar di dunia maya tersebut, Edy dituntut mundur karena dianggap tidak becus menjalankan dua jabatan besar secara bersamaan, yakni sebagai Ketum PSSI dan Gubernur Sumatera Utara. Bagi sekitar 60 ribu netizen yang menandatangani petisi itu, lebih baik Edy melepas jabatan sebagai Ketum PSSI.

Tuntutan para netizen tidak sembarangan dilontarkan. Pasalnya, terdapat Surat Edaran Mendagri Nomor 800/148/sj 2012 tanggal 17 Januari 2012 tentang Larangan Perangkapan Jabatan Kepala Daerah dan/atau Wakil Kepala Daerah pada Kepengurusan KONI, PSSI, Klub Sepakbola Profesional dan Amatir, serta Jabatan Publik dan Jabatan Struktural. 

Klik: Timnas U-16 Pede Hadapi Australia

Menanggapi hal tersebut, Juru bicara 18 klub Liga 1 Indonesia, Haruna Soemitro, meminta agar masyarakat seharusnya menghargai keputusan kongres. Sebab, Edy adalah Ketua PSSI yang terpilih secara adil.

“Percayakan pada kami bahwa kami akan membuat evaluasi pada kongres yang sah,” kata Haruna di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (29/9/2018).

Pria yang juga Manajer Madura United itu menyayangkan sikap masyarakat yang selalu meminta Edy mundur dari jabatannya. Menurutnya dia, tuntutan masyarakat tersebut kurang tepat.

“Setiap ada kejadian, selalu Ketua PSSI diminta mundur. Saya ingin semua pihak menghargai mekanisme kongres. Percayakan kongres dan beri kepercayaan Pak Edy. Kami percaya tim pencari fakta dan komdis PSSItelah mengambil langkah maju untuk efek jera ini,” tutup Haruna.

Klik: Timnas U-16 Bertekat Rebut Poin Penuh dari Vietnam

Seperti diketahui, manajer dari 18 klub Liga Indonesia 1 mendeklarasikan ikrar bertemakan #RivalitasTanpaMembunuh di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu 29 September 2018. Ikrar ini dibacakan sebelum laga amal Arema FC kontra Madura United dimulai. Salah satu tujuan dibacakannya ikrar itu adalah untuk menunjukkan rasa simpati Haringga yang tewas mengenaskan.

18 perwakilan klub itu berasal dari Arema FC, Madura United, Persib Bandung, PSM Makassar, Bali United, Persija Jakarta, Bhayangkara FC, Barito Putera, Persipura Jayapura, Borneo FC, Persela Lamongan, Persebaya Surabaya, Mitra Kukar, Sriwijaya FC, PSIS Semarang, PS Tira, Perseru Serui, dan PSSM Medan.

(KAU)

Laga Amal untuk Haringga, MU Bermain Imbang dengan Arema

Malang: Arema FC dan Madura United hanya bermain imbang pada laga amal yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu 29 September 2018. Laga berkesudahan dengan skor 1-1.

Jalannya pertandingan cukup seru. Meskipun hanya laga amal, kedua klub bermain saling menyerang. Bahkan permainan keras beberapa kali ditunjukkan para pemain dari kedua klub asal Jawa Timur ini.

Peluang pertama didapat Madura pada menit kedua. Sayang, tendangan bebas yang dilesakkan Fabiano Beltrame masih mampu ditepis kiper Arema, Utam Rusdiana, di sisi kanan gawang.

Arema sempat memiliki peluang emas di pengujung babak pertama. Namun, tendangan beruntun dari Hamka Hamzah dan Makan Konate masih membentur barisan pertahanan Madura. Babak pertama berakhir dengan skor 0-0.

Babak kedua dimulai, Arema langsung menekan pertahanan Madura. Terbukti, gol pun didapat Arema dari sepakan melambung yang dilesakkan Dendi Santoso pada menit ke-50.

Memanfaatkan bola muntahan, Dendi melesakkan tendangan dari luar kotak penalti. Skor sementara menjadi 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.

Usai ketinggalan, Madura justru bermain lebih menekan. Gol pun akhirnya didapat Madura dari kaki Rizky Dwi Febriyanto pada menit ke-79 yang berasal dari tendangan bebas.

Bola hasil tendangan pemain berusia 21 tahun ini meluncur deras di sisi kiri gawang. Gol tersebut membuat kedudukan menjadi 1-1. Skor imbang bertahan hingga laga usai.

Seperti diketahui, laga ini digelar sebagai aksi simpatik terhadap insiden tewasnya salah satu pendukung Persija Jakarta, Haringga Sirla yang dikeroyok oknum suporter Persib di area parkir  Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu 23 September 2018.

Susunan Pemain
Arema FC: Utam Rusdiana, Hamka Hamzah (C), Arthur Cunha, Jayus Harioni, Johan Ahmad Farizi, Alfin Tuasalamony, Hanif Sjahbandi, Makan Konate, Ridwan Tawainela, Rivaldi Bawuo, Dedik Setiawan

Madura United: Satria Tama, Fachrudin, Fabiano Beltrame (C), Beny Wahyudi, Alfath Fathier, Asep Berlian, Lucky Wahyu, Zah Rahan, Milad, Bayu Gatra, Engelberd Sani

Persija-Persib Dukung Penghentian Sementara Liga 1
 

(FIR)

Pelatih Arema Minta Suporter untuk Tidak Saling Membenci

Malang: Pelatih Arema FC, Milan Petrovic, mengomentari insiden tewasnya salah satu pendukung Persija Jakarta, Haringga Sirla. Haringga tewas usai dikeroyok oknum suporter Persib di area parkir Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu 23 September 2018.

Menurutnya, rivalitas antar suporter sebenarnya tidak hanya terjadi di Indonesia saja, namun juga di sejumlah negara Eropa. Namun tidak ada masalah dengan rivalitas suporter di sana.

“Setiap negara, seperti Barcelona dan lainnya, tidak ada masalah. Yang terpenting itu harus menghormati tim lawan. Boleh mendukung tim sendiri, tapi jangan membenci tim lawan,” katanya.

Pelatih asal Slovenia ini menyatakan seharusnya seluruh klub sepakbola bersatu untuk mengharumkan nama Indonesia. Sebab, saat berlaga di laga internasional, tim nasional Indonesia pasti akan mengambil pemain dari klub-klub tersebut.

“Pemain dari Persebaya, Persib, Persija, Arema pasti bermain untuk satu bendera, satu negara. Dan seluruh masyarakat pasti ingin Indonesia menang. Seharusnya suporter juga ikut bersatu untuk Indonesia,” ungkapnya.

Di sisi lain, Milan mengaku turut berduka cita dengan adanya insiden tersebut. Sehingga dia pun mendukung langkah PSSI menghentikan sementara kompetisi Liga 1 2018 hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

“Saya berharap kejadian ini tidak terulang lagi. Sementara ini kami akan fokus pada laga melawan Madura sembari menunggu kompetisi dibuka kembali,” pungkasnya.

Persija-Persib Dukung Penghentian Sementara Liga 1

(FIR)

Komdis PSSI Belum Bisa Ambil Keputusan Terkait Kasus Haringga

Jakarta: Komisi Disiplin (Komdis) PSSI masih belum rampung memecahkan kasus tewasnya Haringga Sirla akibat dikeroyok oknum suporter Persib, Minggu 25 September lalu. Komdis PSSI belum bisa menentukan siapa pihak yang patut mendapatkan hukuman dari hilangnya nyawa suporter Persija tersebut.

Ketua umum PSSI Edy Rahmayadi memang menyerahkan kasus kematian Haringga ke Komdis PSSI. Namun, hingga detik ini mereka masih belum bisa menentukan pihak yang harus bertanggung jawab atas insiden berdarah di kompetisi Liga 1 tersebut.

Dwi Irianto, salah satu anggota Komdis PSSI menyebut pihaknya tak bisa langsung memutuskan Persib sebagai pihak yang bersalah. Meski tim Maung Bandung dianggap paling bertanggung jawab atas insiden tersebut karena terjadi di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
 

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga Top Eropa Akhir Pekan Ini

“Kasus ini menurut semua pihak besar sekali sampai di blow-up. Bukannya menurut kami biasa-biasa saja, mana ada masalah orang meninggal itu biasa saja. Kami sebagai Komdis acuannya adalah Kode Disiplin PSSI,” ujar mantan Wakil Ketua Umum Asosisasi Provinsi (Asprov) PSSI Yogyakarta lewat sambungan telepon, Jumat (28/9).

Selain mengacu kepada kode disiplin, Komdis PSSI juga akan meminta bantuan tim investigasi. Tim yang akan mencari fakta mengenai insiden tewasnya pemuda 23 tahun asal Cengkareng, Jakarta Barat sesuai yang diinstruksikan Edy Rahmayadi.

“Untuk menentukan hukuman seperti yang sudah disampaikan Ketum, Komdis PSSI akan meminta masukan tim pencari fakta. Langkah apa yang akan kami ambil, hukuman apa yang bikin jera semua pelaku sepak bola yang mencakup pemain, ofisial, perangkat pertandingan, Panitia Pelaksana, dan suporter,” sambungnya.
 

Baca juga: Laga Arema FC vs Madura United untuk Haringga Sirla

Ia menilai langkah tersebut lah yang menurutnya tepat dilakukan terhadap kasus kematian Haringga. Bukan memberhentikan kompetisi Liga 1 di tengah jalan seperti yang saat ini dilakukan.

Sejak Minggu 23 September lalu, semua pertandingan di Liga 1 memang dihentikan. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) mendesak kompetisi dihentikan selama dua pekan.

Keputusan tersebut pun diamini oleh PSSI. Melalui sang ketua Edy Rahmayadi, Federasi tertinggi sepak bola Tanah Air itu bahkan menghentikan kompetisi Liga 1 sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Suporter Bola di Indramayu Gelar Deklarasi Damai

(ACF)

Laga Arema FC vs Madura United untuk Haringga Sirla

Malang: Dua klub Liga Indonesia 1, Arema FC dan Madura United bakal menggelar laga amal atau charity game di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu 29 September 2018 besok pukul 19.00 WIB.

Laga ini digelar sebagai aksi simpatik terhadap insiden tewasnya salah satu pendukung Persija Jakarta, Haringga Sirla usai dikeroyok oknum suporter Persib di area parkiran Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu 23 September 2018.

General Manager Arema, Ruddy Widodo, mengatakan hasil uang tiket yang terjual pada laga amal ini nantinya bakal disumbangkan kepada keluarga Haringga.

“Ini yang bisa kita perbuat, kita kan tidak bisa hanya ngomong prihatin, harus ada action,” katanya, Jumat, 28 September 2018.

Madura United dipilih sebagai lawan tanding Arema FC karena keduanya sudah bertemu di putaran pertama dan kedua Liga Indonesia 2018. Selain itu, petinggi kedua klub ini juga memiliki hubungan yang cukup harmonis.

“Jadi tidak ada kepentingan di liga. Selain itu, hasil tiket, tidak dipotong match fee untuk tim tamu, murni untuk korban. In sedikit yang bisa diperbuat Arema dan Madura,” ungkapnya.

Sementara itu, Media Officer Arema FC, Sudarmaji, menambahkan harga tiket untuk laga tersebut yakni tribun ekonomi sebesar Rp10 ribu, sedangkan tribun VIP sebesar Rp25 ribu.

“Laga ini sebagai wujud duka kami, kedua tim besar asal Jatim untuk menyatukan semangat dan respek terhadap tragedi kemanusiaan. Hentikan kekerasan. Hentikan rivalitas negatif,” pungkasnya.

Suporter Bola di Indramayu Gelar Deklarasi Damai

(FIR)

PS Tira Rencanakan Uji Coba Saat Kompetisi Dihentikan

Bantul: PS Tira tak meliburkan pemainnya meski kompetisi Liga 1 Indonesia 2018 dihentikan sementara oleh operator liga. Skuat The Young Warriors tetap menggelar latihan untuk menjaga kebugaran pemain. 

“Setelah melawan Bali United dan kita meraih hasil positif, kita tetap berlatih untuk menjaga kebugaran agar dipertandingan selanjutnya Melawan Bhayangkara FC kita tetap figth dan bugar,” kata pelatih PS Tira Nil Maizar di Yogyakarta, Kamis 27 September 2018. 

Kompetisi Liga 1 diliburkan sementara setelah insiden tewasnya seorang suporter pada laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta pekan lalu. Penghentian sementara kompetisi sebagai bentuk rasa duka cita dan proses evaluasi. 

Nil Maizar menilai, penghentian sementara kompetisi hingga waktu yang belum ditentukan, harus tetap diikuti sesuai keputusan federasi. Menurut dia, pelatih klub bertugas menjaga gairah tim sembari menunggu kepastian kompetisi dilanjutkan.

Ia mengaku berencana mengadakan uji coba untuk anak asuhnya, meskipun belum bisa memastikan calon lawan. “Mungkin juga ada uji coba agar pemain tidak jenuh dalam berlatih,” kata dia. 

PS Tira hingga pekan ke 23 Liga 1 masih berkutat di zona degradasi bersama PSMS Medan dan Perseru Serui. PS Tira dan Perseru sama-sama mengoleksi 24 poin, sementara PSMS baru mengemas 23 poin. 

Mantan arsitek Semen Padang ini menilai, ke depan tak boleh terjadi lagi peristiwa sepak bola yang memakan korban. Sepakbola harus dijauhkan dari tindak kekerasan. 

“Kita harus menjaga sepak bola Indonesia tanpa kekerasan. Sepak bola itu sesungguhnya mempunyai nilai luhur yakni mempersatukan,” ujarnya.

(RIZ)

Liga 1 Ditunda, Pemegang Hak Siar Teriak Merugi

Malang: PSSI menghentikan sementara kompetisi Liga 1 Indonesia 2018 hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Pemberhentian tersebut tentunya berdampak kepada pemegang hak siar Liga 1, yakni Emtek Group.

Direktur Programming Surya Citra Media (SCM) Harsiwi Achmad mengaku, pihaknya hingga saat ini masih menunggu keputusan lebih lanjut terkait sampai kapan pemberhentian kompetisi itu dilakukan. 

“Tetapi sebagai media tentunya kita kooperatif dengan keputusan PSSI maupun LIB sebagai pelaksana Liga 1,” kata Harsiwi saat menghadiri acara Emtek Goes to Campus (EGTC) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, Rabu 26 September 2018.

Baca juga: Liga Champions Dipantau VAR Mulai Musim Depan

Harsiwi berharap kompetisi tidak dihentikan sepenuhnya, namun hanya ditunda saja. Sebab, apabila kompetisi dibatalkan tentunya Emtek Group mengalami kerugian yang sangat besar.

“Tentu akan berdampak kerugian bagi kami sebagai pemegang hak siar atau media yang menayangkan. Kami sudah memberikan rate atau harganya, kita berharap liga tidak dibatalkan, karena yang rugi nanti akan banyak sekali selain kami,” jelasnya.

Setelah adanya keputusan pemberhentian kompetisi sementara itu, pemegang hak siar Liga 1 bakal melakukan penjadwalan ulang. Harsiwi berharap penjadwalan ulang ini tidak menumpuk jadwal tayangan lainnya agar tidak ada kerugian yang dialami.

Baca juga: Prediksi India U-16 vs Indonesia U-16: Garuda Asia Menatap Perempat Final

“Pendapatan itu tergantung jenis pertandingan maupun waktu tayang. Kalau ditunda berarti jadwal sepak bola akan dioper ke berikutnya. Kami menghormati keputusan apapun dan menghormati keadaan apapun. Tapi kami berharap industri sepak bola kembali kondusif,” ungkapnya.

Harsiwi juga berpesan, iklim sepak bola yang kondusif, tidak hanya bagus untuk industri saja, namun juga bagus untuk hiburan untuk suporter di Indonesia. Apabila semua suporter respek satu sama lain, dia yakin industri bola akan berkembang dengan pesat. 

“Karena sepak bola di Indonesia kalau lihat jumlah penonton yang hadir di lapangan atau menonton di televisi jumlahnya luar biasa. Dan bola Indonesia saat ini tidak hanya dilihat oleh laki-laki, ibu-ibu, remaja bahkan anak-anak juga hadir ke stadion jadi bola ini menjadi tayangan keluarga,” pungkasnya.

Video: Timnas U-16 Incar Poin Penuh dari India
 

(RIZ)

Pembina Persita Dukung Penghentian Kompetisi Sepak Bola

Tangerang: Bupati Tangerang Zaki Iskandar, selaku pembina Persita Tangerang mendukung pemberhentian sementara kompetisi Liga Indonesia 2018, terkait tewasnya suporter Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Bandung, Jawa Barat di Liga 1 Indonesia 2018. 

Pemberhentian sementara liga, menurut Zaki, supaya pihak kepolisian dapat mengusut secara tuntas mengenai pelaku-pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa tersebut.

Zaki meminta perkara kasus seperti itu harus mendapat penanganan ekstra lebih. Siapapun pelakunya harus ditindak secara hukum dan tegas. 

Baca juga: Liga 1 Ditunda, Aremania Rela Menunggu

“Suporter kami (Persita) juga pernah menjadi korban pada beberapa waktu yang lalu, yaitu Banu. Tapi, sampai saat ini kami tidak tahu sejauh mana tindakan pihak kepolisian mengusut kasus tersebut,” ujar Zaki di Tangerang, Rabu 26 September 2018. 

Zaki menjelaskan, permasalahan ini bukan hanya soal fanatisme suporter belaka. Tapi perlu duduk bersama untuk menuntaskan bagaimana arah industri sepak bola di masa datang. 

“Kita turut prihatin atas jatuhnya korban di GBLA kemarin. Kita juga memohon kepada pihak-pihak terkait baik itu PSSI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga, dapat duduk bersama untuk menijau ulang masalah-masalah yang terjadi di dunia sepak bola Indonesia,” jelas Zaki.

Baca juga: Demi Juara Grup, Timnas U-16 Latihan di Bawah Hujan Deras

Zaki mengatakan, Kabupaten Tangerang dalam waktu dekat akan menggelar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Banten 2018. Ia berharap, ajang tersebut sebagai pemersatu agar masalah yang terjadi tak terulang. 

“Saya yakin semangat PORPOV Banten ini untuk kebersamaan. Kita saling berkompetisi, saling unjuk kreativitas, strategi dan keahlian masing-masing. Tapi ini merupakan ajang silahturahmi untuk membuat olahraga menjadi gaya hidup masyarakat, bukan sekadar panatisme semata karena ini membawa nama daerah,” jela Zaki.

Dalam PORPOV nanti, lanjut Zaki, pihaknya akan mengundang seluruh masyarakat Provinsi Banten untuk hadir dan melihat pertandingan.

“Ini yang kita harapkan, sebagai tuan rumah kita harus menjadi tuan rumah yang baik. Mudah-mudahan tidak terjadi fanatisme sempit yang menyebabakan awal mula kerusuhan-kerusuhan tersebut,” kata Zaki.

Video: Atep Sayangkan Penghentian Sementara Liga 1
 

(RIZ)

Arema Berharap Waktu Penundaan Liga 1 Cepat Berakhir

Malang: Manajemen Arema FC berharap keputusan PSSI untuk menghentikan sementara kompetisi Liga 1 Indonesia 2018, hingga batas waktu yang tidak ditentukan berlangsung sebentar.

“Jadi, kalau misalnya dalam lima hari masalah ini bisa diselesaikan, nggak perlu nunggu dua minggu atau lebih,” kata General Manager Arema FC Ruddy Widodo, Rabu 26 September 2018.

Selain itu, Ruddy berharap penghentian sementara kompetisi tidak berpengaruh pada urutan jadwal pertandingan. Sebab bila jadwal laga dipindah di akhir musim akan sangat berdampak pada tim.

Baca juga: Pogba tak Lagi Jabat Wakil Kapten MU, Mourinho: Apa Urusan Kalian?

“Kami berharap kalau jadwalnya mundur, ya mundur semua. Jangan laga pekan ke 24 dipindah ke pekan 35. Itu akan berpengaruh pada akumulasi kartu dan penambahan poin,” jelasnya.

Seperti diketahui, akibat keputusan ini, laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya yang dijadwalkan main di Stadion Kanjuruhan, Malang, Ahad 30 September 2018, terpaksa ditunda.

“Jadi kalau misalnya diundur tujuh hari, ya tanggal 7 Oktober kita main lawan Persebaya. Nanti, laga akhir musim yang seharusnya 6 Desember, ya diundur 13 Desember. Bukan dipindahkan pekannya,” ungkapnya.

Baca juga: Liga 1 Ditunda, Aremania Rela Menunggu

Di sisi lain, meskipun laga melawan Persebaya diundur, timnya tetap menyiapkan diri. Salah satunya dengan menggelar program latihan rutin dan recovery kepada pemain.

“Weekly program kurang lebih sama, pelatih sudah tahu programnya apa saja. Program tim terus berlatih,, kemarin recovery, hari ini berlatih. Sehingga persiapan lawan Persebaya bisa lebih matang,” pungkasnya.

Seperti diketahui, laga Arema melawan Persebaya menjadi laga penuh gengsi bagi kedua tim. Pasalnya, pertarungan antara dua tim besar di Jawa Timur ini selalu memiliki tensi berbeda, karena keduanya sama-sama berebut jadi tim berpredikat terbaik.

Video: Persib Terima Keputusan PSSI
 

(RIZ)

Terkait Koreografi Provokatif, Ini Tanggapan PSSI

Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono (kanan) saat menemani Ketum PSSI Edy Rahmayadi (Foto: M. Rizky Adhestian/Medcom.id)

Jakarta: Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, menolak mengklarifikasi terkait koreografi provokatif yang sempat terpampang jelas pada laga Liga 1 Indonesia 2018 antara Persib Bandung kontra Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Bandung, 23 September 2018 lalu.

Sebuah koreografi tiga dimensi dibentangkan di tribun timur GBLA oleh suporter tuan rumah. Koreografi itu dimunculkan sesaat sebelum kick off. 

Pada koreografi tersebut menggambarkan aksi sebuah pasukan yang baru saja melukai leher dari seorang yang menggunakan baju oranye. Entah kebetulan atau tidak, warna kebesaran Persija adalah oranye.

FIFA selaku induk sepak bola terbesar sudah melarang tindakan yang berbau provokatif. Berdasarkan panduan peraturan keselamatan pertandingan yang dibuat FIFA, penyelenggara pertandingan bertanggung jawab atas hal tersebut.


Koreografi suporter Persib yang bersifat provokatif (Foto: AFP/Timur Matahari)

Ketika ditemui untuk dimintai keterangan soal koreografi provokatif tersebut oleh tim Medcom.id, Joko menjawab: “Semua pertanyaan Anda, Anda sudah tahu jawabannya.”

Seperti yang tertera pada pasal 28 B ayat 1 FIFA:
b) tindakan provokatif, agresif, rasisme
1. Penyelenggara pertandingan harus menjamin bekerja sama dengan otoritas keamanan lokal di stadion atau sekitarnya langsung, pendukung atau suporter tidak bertindak secara provokatif atau agresif. Ini termasuk, misalnya, provokasi verbal yang tidak dapat diterima atau agresi terhadap pemain, pertandingan resmi atau pendukung lawan, rasis prilaku dan spanduk dan bendera yang memiliki slogan bersifat provokatif atau agresif. Jika tindakan tersebut muncul, penyelenggara pertandingan dan/atau keamanan harus mengintervensi dan segera menyiingkirkan sifat ofensif apa pun. Pihak panitia juga harus menarik perhatian polisi terhadap tindak kejahatan yang serius, termasuk penghinaan rasis, untuk mengusir si pelanggar dari stadion.

Pada kenyataanya, tidak ada panitia penyelenggara atau pihak keamanan yang menurunkan koreografi tak senonoh tersebut. Bahkan sempat tersorot beberapa kali oleh stasiun televisi yang menyiarkan pertandingan yang dimenangkan Persib dengan skor 3-2.

Edy Rahmayadi: Bila Perlu Kita Bubarkan Liga Indonesia

(FIR)

Eks Persib Usulkan Organisasi Suporter Sepak Bola Dibubarkan

Bandung: Insiden maut yang menewaskan salah seorang suporter Persija Jakarta, Jakmania, Haringga Sirla, 23, mengundang reaksi dari berbagai pihak. Salah satunya mantan kiper Persib Bandung tahun 1986, Wawan Hermawan, yang mengusulkan organisasi suporter dibubarkan.

Wawan menyayangkan adanya kasus pengeroyokan yang dinilainya tak perlu terjadi. Haringga tewas dikeroyok sekelompok suporter Persib di Stadion GBLA, Minggu 23 September 2018 lalu.

“Perihatin dengan peristiwa pengeroyokan, itu seperti binatang, biadab. Saya berharap liga berhenti dulu, Viking‎ dan The Jak ditiadakan. Saya selaku eks Persib, merasakan beragam atmosfer pertandingan dari dulu, tak pernah ada kejadian sebiadab ini. Kalau bisa semua suporter ditiadakan dulu. Zaman saya dulu, sekeras apapun pertandingan, damai-damai saja,” kata Wawan di Bandung, Selasa 25 September 2018.

Meski berulang kali melakukan upaya damai, kata Wawan, kedua kelompok suporter itu masih tetap berseteru. Bahkan beberapa kali insiden menimbulkan korban.

“Mereka tidak bisa mengatur anggotanya meski sudah damai. Kalau mereka bisa membina anggotanya dengan baik, tidak akan seperti sekarang kejadiannya. Sekarang kelompoknya banyak sekali, susah diatur,” ujar dia.

Menurut Wawan, perseteruan kedua kubu tersebut menjadi berkepanjangan hingga saat ini. Dia berharap, pemangku kebijakan bisa segera bertindak.

“Saya melihatnya sangat akut ya, ini akan terus berulang seperti ini ya. Dan ini harus ada keputusan dari pemegang kebijakan,” kata pemain yang pernah membawa Persib juara di era Perserikatan menghadapi Perseman Manokwari.

Dalam waktu dekat, dia bersama eks Persib era 1986 akan berkumpul bersama untuk membahas kejadian tersebut. Bersama Legenda Persib lainnya, dia bakal menyatakan sikap agar kejadian serupa tak terulang.

“Seperti saat Persib main dengan Manokwari tahun 1986, itu suporter bersatu meski di dalam stadion berseteru, di luar stadion tetap kita bersatu. Besok rencananya kami akan berkumpul, dan menyatakan sikap atas tragedi Minggu kemarin, yang kami nilai sangat tidak manusiawi dan tidak patut dilakukan oleh suporter bola,” ucap Wawan.

Edy Rahmayadi: Bila Perlu Kita Bubarkan Liga Indonesia

(FIR)

Tandang ke PSS, Kalteng Putra Waspadai El Loco dan Tekanan Suporter

Sleman: Kalteng Putra akan menghadapi PSS Sleman pada pekan ke 18 Liga 2 di Stadion Maguwoharjo Sleman, Yogyakarta, Selasa, 25 September 2018. Kehadiran pemain senior Cristian ‘El Loco’ Gonzales dan tekanan suporter akan jadi tantangan buat klub asal Pulau Borneo ini. 

Pelatih Kalteng Putra, Kas Hartadi telah menyiapkan 18 pemainnya untuk meladeni PSS Sleman. Ia menilai, semua pemain PSS harus diwaspadai, khususnya El Loco. 

Meski sudah berusia 41 tahun, pergerakan tanpa bola Gonzales kerap membahayakan tim lawan. “Semua pemain (PSS) Sleman memiliki kekuatan merata. Apalagi Gonzales. Semua tahu dia goal geater,” kata Kas Hartadi di Stadion Maguwoharjo Sleman, Senin, 24 September 2018. 
 

Baca: Piala Asia U-16: Indonesia Hanya Bermain Imbang dengan Vietnam

Ia memastikan sudah menginstruksikan pemainnya untuk mengawal Gonzales. Selain itu, tak ada masalah pemain yang mengalami cedera atau akumulasi kartu. 

Kas Hartadi juga menilai tekanan suporter PSS akan bisa menyulitkan timnya. Setidaknya, lebih dari 20 ribu suporter hampir selalu memadati Stadion Maguwoharjo saat PSS bermain kandang. 

“Kami datang ke sini (Stadion Maguwoharjo) untuk curi poin saja. Saya sudah bilang ke pemain soal suporter untuk persiapan mental,” ujarnya. 
 

Baca juga: Evaluasi Fachri Husaini usai Timnas U-16 Diimbangi Vietnam

Ia mengakui, timnya belum aman untuk bisa lolos ke babak delapan besar Liga 2. Meskipun, kini Kalteng Putra bercokol di peringkat ketiga klasemen sementara Liga 2 dengan perolehan 30 poin. 

Di sisi lain, tim tuan rumah PSS berada di peringkat kedua dengan nilai 34. Perolehan nilai PSS dengan pemuncak klasemen sementara Madura FC sama, namun Madura FC unggul head to head. 

Untuk mengamankan peluang lolos ke babak delapan besar, Kas Hartadi berharap timnya bisa memenangi tiga laga kandang terakhir. Tiga lawan yang bakal mereka hadapi yakni Blitar United, PSIM Yogyakarta, dan Persiwa Wamena. “Kita ingin sapu bersih tiga laga home,” kata dia. 

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Ketum PSSI Kecam Insiden Tewasnya Suporter Persija

(ACF)

Serang Wasit, Pemain Persiwa Dihukum Seumur Hidup

Jakarta: Komite Disiplin PSSI telah melakukan sidang terkait pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di kancah sepak bola tanah air. Sidang tersebut digelar Sabtu 22 September.

Laga Persegres Gresik United melawan Persiwa Wamena menjadi sorotan pada sidang Komdis tersebut. Pertandingan Liga 2 yang berlangsung pada Minggu 15 September lalu, paling banyak menghadirkan pelanggaran.

Sebanyak tujuh pemain dinyatakan bersalah karena telah melakukan tindakan kekerasan terhadap wasit. Hukuman terparah menimpa Aldo Claudio yang terbukti telah mendorong, memukul, dan menendang wasit.

Atas perbuatannya, Aldo dilarang beraktivitas sepak bola di lingkungan PSSI seumur hidup. Sementara enam pemain Persiwa lainnya rata-rata dihukum 12 bulan beraktivitas di lingkungan PSSI.

Tak hanya para pemain, Persiwa yang pada laga melawan Persegres kalah 1-2 juga harus membayar denda. Klub asal Papua itu harus membayar denda sebesar Rp50 juta.

Di kompetisi Liga 1 Indonesia, beberapa klub besar juga terjerat sanksi dari PSSI. Mereka adalah Persebaya Surabaya dan Persib Bandung.

Persebaya mendapatkan denda sebesar Rp70 juta. Sanksi tersebut diberikan saat Bajul Ijo menjamu PS Tira. Ketika itu terdapat suporter yang menyalakan flare dan pelemparan saat pertandingan.

Sedangkan Persib Bandung juga mendapat sanksi sebesar Rp50 juta, karena gagal menghalangi suporternya melakukan pelemparan botol ketika laga Maung Bandung kontra Arema pada 13 September.

Berikut Hasil Sidang Komite Disiplin, 22 September 2018
1. Pemain Persib Bandung – Patrich Wanggai
– Nama kompetisi: Liga 1 2018
– Pertandingan: Mitra Kukar vs Persib Bandung
– Tanggal kejadian: 10 Agustus 2018
– Jenis pelanggaran: Menginjak Pemain Mitra Kukar
– Hukuman: Sanksi larangan bermain sebanyak 3 (tiga) kali dan denda Rp. 10.000.000

2. Blitar United
– Nama kompetisi: Liga 2 2018
– Pertandingan: Blitar United vs Persiba Balikpapan
– Tanggal kejadian: 4 September 2018
– Jenis pelanggaran: 5 (lima) Kartu Kuning dalam satu pertandingan
– Hukuman: Sanksi denda Rp. 25.000.000

3. Pemain PSBS Biak
– Nama kompetisi: Liga 2 2018
– Pertandingan: PSIM Yogyakarta vs PSBS Biak
– Tanggal kejadian: 5 September 2018
– Jenis pelanggaran: Tindakan tidak sportif
– Hukuman: Sanksi larangan bermain sebanyak 2 (dua) kali dan denda Rp. 10.000.000

4. Persiwa Wamena
– Nama kompetisi: Liga 2 2018
– Pertandingan: Persiwa Wamena vs PS. Mojokerto Putra
– Tanggal kejadian: 10 September 2018
– Jenis pelanggaran: Pelemparan ke arah bench PS. Mojokerto Putra
– Hukuman: Sanksi Denda Rp. 25.000.000,-

5. PS. TIRA
– Nama kompetisi: Liga 1 2018
– Pertandingan: Persebaya Surabaya vs PS. TIRA
– Tanggal kejadian: 11 September 2018
– Jenis pelanggaran: 5 (lima) Kartu Kuning dalam satu pertandingan
– Hukuman: Sanksi denda Rp. 50.000.000

6. Persebaya Surabaya
– Nama kompetisi: Liga 1 2018
– Pertandingan: Persebaya Surabaya vs PS. TIRA
– Tanggal kejadian: 11 September 2018
– Jenis pelanggaran: Menyalakan flare dan pelemparan
– Hukuman: Sanksi denda Rp. 70.000.000

7. Persib Bandung
– Nama kompetisi: Liga 1 2018
– Pertandingan: Persib Bandung vs Arema FC 
– Tanggal kejadian: 13 September 2018
– Jenis pelanggaran: Pelemparan Botol
– Hukuman: Sanksi denda Rp. 50.000.000

8. Panitia Pelaksana Pertandingan Persib Bandung
– Nama kompetisi: Liga 1 2018
– Pertandingan: Persib Bandung vs Arema FC 
– Tanggal kejadian: 13 September 2018
– Jenis pelanggaran: Seseorang tidak teridentifikasi masuk ruang ganti wasit
– Hukuman: Sanksi denda Rp. 50.000.000

9. Pemain PSPS Riau – Sdr. Fadau
– Nama kompetisi: Liga 2 2018
– Pertandingan: PSPS Riau vs Persik Kendal
– Tanggal kejadian: 14 September 2018
– Jenis pelanggaran: Memukul wajah penjaga gawang Persik Kendal
– Hukuman: Sanksi larangan bermain 4 kali dan denda Rp. 10.000.000

10. Pemain Persik Kendal – Sdr. Rizki Kurniawan
– Nama kompetisi: Liga 2 2018
– Pertandingan: PSPS Riau vs Persik Kendal
– Tanggal kejadian: 14 September 2018
– Jenis pelanggaran: Menyerang pemain PSPS Riau dengan cara melompat dan menendang
– Hukuman: Sanksi larangan bermain 4 kali dan denda Rp. 10.000.000

11. Panitia Pelaksana Pertandingan PSPS Riau
– Nama kompetisi: Liga 2 2018
– Pertandingan: PSPS Riau vs Persik Kendal
– Tanggal kejadian: 14 September 2018
– Jenis pelanggaran: Suporter PSPS Riau masuk ke dalam lapangan melakukan pelemparan sehingga pertandingan terhenti
– Hukuman: Sanksi denda Rp. 25.000.000

12. Pemain Persiwa Wamena – Sdr. Aldo Claudio
– Nama kompetisi: Liga 2 2018
– Pertandingan: Persegres Gresik United vs Persiwa Wamena
– Tanggal kejadian: 15 September 2018
– Jenis pelanggaran: Mendorong, Memukul dan menendang wasit
– Hukuman: Sanksi larangan beraktifitas sepakbola di lingkungan PSSI seumur hidup

13. Pemain Persiwa Wamena – Sdr. Abdul Haris Tuakia
– Nama kompetisi: Liga 2 2018
– Pertandingan: Persegres Gresik United vs Persiwa Wamena
– Tanggal kejadian: 15 September 2018
– Jenis pelanggaran: Memukul dan menendang wasit
– Hukuman: Sanksi larangan beraktifitas sepakbola di lingkungan PSSI selama 12 bulan

14. Pemain Persiwa Wamena – Sdr. Andreas C. Ado
– Nama kompetisi: Liga 2 2018
– Pertandingan: Persegres Gresik United vs Persiwa Wamena
– Tanggal kejadian: 15 September 2018
– Jenis pelanggaran: Menendang wasit
– Hukuman: Sanksi larangan beraktifitas sepakbola di lingkungan PSSI selama 12 bulan

15. Pemain Persiwa Wamena – Sdr. Darus Ruspandi
– Nama kompetisi: Liga 2 2018
– Pertandingan: Persegres Gresik United vs Persiwa Wamena
– Tanggal kejadian: 15 September 2018
– Jenis pelanggaran: Menendang wasit
– Hukuman: Sanksi larangan beraktifitas sepakbola di lingkungan PSSI selama 12 bulan

16. Pemain Persiwa Wamena – Sdr. Adek Edo Kurnia C
– Nama kompetisi: Liga 2 2018
– Pertandingan: Persegres Gresik United vs Persiwa Wamena
– Tanggal kejadian: 15 September 2018
– Jenis pelanggaran: Menendang wasit
– Hukuman: Sanksi larangan beraktifitas sepakbola di lingkungan PSSI selama 12 bulan

17. Pemain Persiwa Wamena, Hobert Robert E.
– Nama kompetisi: Liga 2 2018
– Pertandingan: Persegres Gresik United vs Persiwa Wamena
– Tanggal kejadian: 15 September 2018
– Jenis pelanggaran: Menendang wasit
– Hukuman: Sanksi larangan beraktifitas sepakbola di lingkungan PSSI selama 6 bulan

18. Pemain Persiwa Wamena, Riyan Ardiansyah
– Nama kompetisi: Liga 2 2018
– Pertandingan: Persegres Gresik United vs Persiwa Wamena
– Tanggal kejadian: 15 September 2018
– Jenis pelanggaran: Menyikut asisten wasit
– Hukuman: Sanksi larangan beraktifitas sepakbola di lingkungan PSSI selama 6 bulan

19. Persiwa Wamena
– Nama kompetisi: Liga 2 2018
– Pertandingan: Persegres Gresik United vs Persiwa Wamena
– Tanggal kejadian: 15 September 2018
– Jenis pelanggaran: Pemain Persiwa Wamena secara bersama-sama menganiaya wasit.
– Hukuman: Sanksi denda Rp. 50.000.000,-

Tuntutan Persija Setelah Jakmania Tewas

(ACF)

Jakmania Tewas Dikeroyok, Persija akan Lakukan Dua Tindakan Tegas

Direktur Persija Jakarta Gede Widiade saat memberikan keterangan pers di kediamannya (Foto: Medcom/Gregah Nurikhsani)

Jakarta: Direktur Utama Persija Jakarta I Gede Widiade mengecam keras perbuatan anarkis oknum suporter Persib Bandung yang menewaskan Jakmania (suporter Persija) pada Minggu 23 September. Ia pun akan membawa kasus ini ke jalur hukum.

Aksi anarkis dilakukan oknum suporter Persib jelang pertandingan antara Persib Bandung kontra Persija Jakarta. Mereka melakukan pengeroyokan terhadap salah satu suporter Persija Jakarta yang bernama Haringga Sirila di area parkir Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Berbagai benda keras pun digunakan para oknum tersebut untuk menghantam Haringga. Tak kuasa menahan aksi-aksi keji itu, Haringga pun tewas.

Baca: Persib vs Persija: Bobotoh Mulai Padati GBLA

Melihat peristiwa mengenaskan yang dialami suporter klubnya, I Gede amat kecewa. Ia pun akan melakukan dua tindakan hukum atas kejadian ini.

“Tolong diinformasikan kejadian ini hitam putihnya. Supaya kejadian ini tidak terulang lagi. Pelakunya dihukum berat, kalau bisa dihukum mati,” ujar I Gede saat dihubungi medcom.id, Minggu (23/9/2018).

“Yang pasti saya bersama Jakmania akan melakukan dua tindakan hukum. Jakmania meminta kepada Polres Mabes Bandung untuk mengusut tuntas siapa pelakunya. Supaya ada efek jera untuk mereka,” lanjutnya.

Baca: Sriwijaya Kewalahan Atasi Serangan Balik PSM Makassar

“Kedua, saya selaku perwakilan klub mengajukan komplain keras kepada PSSI dan PT Liga untuk menegaskan soal hukuman kepada panpel. Di mana sebelum terjadinya peristiwa, sudah ada hukuman disepakati saat manager meeting yang bisa masuk ke yudisi panpel. Khususnya untuk oknum-oknum yang mengancam pemain-pemain saya atau mengolok-olok pelatih saya,” tutur I Gede.

Sejauh ini, kasus tersebut sudah diusut Kepolisian Polrestabes Bandung. Mereka sudah mengamankan enam orang yang diduga sebagai tersangka. Sementara itu, jenazah Haringga dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih untuk dilakukan otopsi.

Video: Gol Bagus-Bagas Bawa Timnas Indonesia U-16 Kalahkan Iran

(FIR)

Sriwijaya Kewalahan Atasi Serangan Balik PSM Makassar

Makassar: PSM Makassar memenangkan pertandingan ketika menjamu Sriwijaya FC dengan skor 2-0 di Stadion Andi Mattalatta Makassar, Minggu 23 September 2018. Dua gol tuan rumah masing-masing dicetak oleh Saldi dan Willem Pluim.

Pelatih Sriwijaya, Subangkit, menyatakan timnya mesti mengakui keunggulan PSM. Meski demikian, anak asuhnya disebut tidak tampil buruk.

“Mereka (PSM) lebih banyak lewat counter attack. Dua gol mereka juga dari serangan balik. Kami akan memperbaiki itu,” kata Subangkit pada konferensi pers usai pertandingan.

Bertindak sebagai tamu, Sriwijaya sempat beberapa kali merepotkan pertahanan PSM Makassar. Namun sejumlah peluang yang mereka dapatkan gagal dikonversi jadi gol. Subangkit menyatakan bakal mengevaluasi timnya, terutama di lini depan.

“Kami punya empat atau sampai enam peluang. Tidak terlalu buruk. Itulah sepakbola,” ujar Subangkit.

Sriwijaya kini tertahan di peringat 14 klasemen sementara Liga 1. Sedangkan PSM naik ke peringkat kedua, menempel Persib Bandung yang unggul enam poin.

Asisten pelatih PSM, Herman Kadiaman, tak banyak berkomentar usai hasil positif di kandang. Dia menyebut tim Juku Eja sudah berupaya menerapkan strategi yang diinstruksikan pelatih Robert Alberts.

“Anak-anak tampil agresif karena mereka diminta agresif. Semuanya bisa terjadi di sepakbola, tergantung situasinya,” kata Herman.

Mengintip Kesiapan Venue Asian Para Games 2018

(FIR)

10 Pemain Persebaya Bantai Mitra Kukar

Surabaya: Persebaya Surabaya menang besar atas Mitra Kukar pada pekan ke-23 Liga 1 Indonesia 2018, Sabtu 22 September. Kemenangan itu mereka raih dengan skor 4-1 di Stadion Gelora Bung Tomo.

Jalannya pertandingan berlangsung sengit sambil diwarnai insiden kartu merah yang menimpa bek tengah Persebaya Fandry Imbiri. Ia diusir wasit pada menit ke-53 karena terlibat friksi dengan kapten Mitra Kukar, Bayu Pradana.

Klik: Timnas U-19 Sudah Pelajari Gaya Bermain Thailand

Meski harus tampil dengan 10 pemain, Persebaya tetap tampil agresif dan bisa menambah dua gol. Terlebih lagi, Bajul Ijo yang didukung penuh suporternya memang sudah unggul 2-0 lebih dulu pada babak pertama.

Striker Brasil milik Persebaya, David Silva, sukses menjadi pemain tersubur dengan mencetak hattrick. Masing-masing golnya lahir pada menit ke-30, 38 (penalti) dan 59. Sementara itu, sebiji gol Persebaya lainnya diciptakan oleh Misbakul Solikin.

Klik: Jadwal dan Info Tiket Anniversary U-19 Tournament 2018

Berselang tiga menit selepas Imbiri dikartu merah, Mitra Kukar sempat mencetak gol balasan melalui tendangan first time Hendra Bayauw. Sayangnya, gol tambahan tak kunjung tercipta karena Persebaya tak mengendurkan pertahanan maupun alur serangan hingga peluit panjang berbunyi. 

Hasil ini bermakna besar bagi Djajang Nurdjaman karena laga kontra Mitra Kukar merupakan kemenangan pertamanya sebagai pelatih Persebaya. Dalam dua laga sebelumnya yang dikawal Djajang, Persebaya kalah dari PS Tira dan bermain imbang dengan Sriwijaya FC.

Tambahan tiga poin usai menaklukkan Mitra Kukar membuat Persebaya naik urutan 11 klasemen sementara dengan koleksi 29 poin. Sementara itu, Naga Mekes berada di posisi 10 karena kalah selisih gol dengan Persebaya. 

Starting XI

Persebaya Surabaya: Miswar; Sanadi, John, Imbiri, Maulana; Haay, Hidayat, Rendi, Solikin; Irfan Jaya, David Silva.

Mitra Kukar: Yoo Jae-Hoon, Mauricio, Saepuloh, Rendy, Guthrie, Bayauw, Erminarno, Pradana, David Maulana, Fernando Rodriguez, Agustiar.  

(KAU)

Ditahan Barito, Bhayangkara Gagal Dekati Persib

Jakarta: Bhayangkara FC gagal meraih poin maksimal saat menjamu Barito Putera pada pekan ke-23 Liga 1 Indonesia 2018, Sabtu 22 September. The Guardian ditahan imbang dengan skor 2-2.

Berstatus tuan rumah, Bhayangkara tetap kesulitan meladeni permainan tim tamu Barito Putera. Bahkan, gawang mereka secara mengejutkan kebobolan terlebih dahulu pada menit kesepuluh. Ketika itu, striker Barito Marcel Sacramento sukses membobol Bhayangkara.

Douglas Packer menjadi kreator gol tersebut. Ia sukses memberikan umpan yang kemudian diteruskan Sacramento dengan tembakan ke sudut kanan atas.

Baca: Timnas U-19 Sudah Pelajari Gaya Bermain Thailand

Bhayangkara mencoba untuk bangkit. Alhasil, mereka sukses mencetak gol pada menit ke-25, sekaligus menyamakan kedudukan.

Herman Dzumafo Epandi sukses menyumbang gol tersebut. Memanfaatkan umpan Adam Alis Setyano, Herman Dzumafo melepaskan tendangan ke sudut kiri atas.

Tiga menit berselang, Bhayangkara sukses berbalik unggul. Gol kali ini diciptakan Elio Martins setelah mendapatkan umpan dari Adam Alis.

Baca: Walker Sakit Hati Dituduh Pochettino

Tertinggal tidak membuat mental para pemain Barito Putera mengendur. Buktinya, mereka sukses menyamakan kedudukan pada menit ke-71 lewat gol Sacramento.

Hingga laga usai, kedua tim tidak lagi mencetak gol. Skor 2-2 bertahan.

Dengan hasil ini, Bhayangkara harus puas terpaku di posisi ketiga klasemen sementara dengan mengoleksi 36 poin. Mereka gagal memangkas jarak dengan Persib Bandung yang berada di puncak klasemen dengan mengoleksi 41 poin. Sementara itu, hasil imbang ini membuat Barito tertahan di posisi keenam klasemen sementara dengan mengoleksi 35 poin. 

Susunan pemain kedua tim:

Bhayangkara: Wahyu Tri Nugroho; Putu Gede, Vladimir Vujovi?, Jajang Mulyana, Dany Saputra; Hargianto, Sani Rizki Fauzi, Paulo Sérgio, Adam Alis/Wahyu Subo Seto (65′), Herman Dzumafo/Vendry Mofu (87′), Élio Martins.

Barito Putera: Adhitya Harlan, Jajang Sukmara, Muhammad Rifqi/Rizky Pora (53′), Hansamu Yama, Nazar Nurzaidin, Aaron Evans, Matías Córdoba, Samsul Arif, Douglas Packer/Ady Setiawan (83′), Paulo Sitanggang/Fajar Handika (56′), Marcel Sacramento.

Video: Jadwal Pertandingan Kedua Liga Champions Minggu Depan

(PAT)

Seto: Ketajaman Lini Depan PSS Harus Diasah Lagi

Sleman: Klub Liga 2 Indonesia 2018, PSS Sleman merasa perlu menajamkan penyelesaian akhir para juru gedornya dalam mengarungi sisa kompetisi. Pasalnya, klub berjuluk Super Elang Jawa ini selalu kesulitan mencetak gol dalam dua laga terakhir. 

Pertama, ketika mereka kalah tiga gol tanpa balas waktu bertandang ke markas Martapura FC. Sedangkan, meski menang 1-0 saat menjamu Persiba Balikpapan di Stadion Maguwoharjo Sleman, Kamis 20 September 2018, gol didapatkan dengan susah payah. Bahkan gol semata wayang itu lahir dari titik putih. 

Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro mengakui ada masalah di lini depannya. Ia mencontohkan, sejumlah peluang pemain depan PSS saat berhadapan dengan Persiba Balikpapan, kerap tidak menemui sasaran. 

Baca juga: Terkait Sanksi Ronaldo, UEFA Tunggu Laporan Wasit Felix Brych

“Tadi dari bola krosing, Gonzales hanya sendiri. Saya pikir Gonzales hanya sebagai tembok, dua kali (bola) kena tiang. Mungkin karena faktor luck (keberuntungan) juga,” kata Seto di Stadion Maguwoharjo Sleman, Kamis 20 September 2018. 

Dengan situasi itu, Seto menilai PSS perlu menghidupkan kembali naluri ‘membunuh’ para penyerangnya. Seperti striker naturalisasi Cristian ‘El Loco’ Gonzales, Ichsan Pratama, hingga Rifal Lastori. 

“Mungkin perlu kita asah lagi nalurinya, finishing. Mudah-mudahan nalurinya (striker) muncul kembali,” kata dia. 

Baca juga: Jadwal Pertandingan Liga Europa Malam hingga Dini Hari Nanti

Ia menambahkan, tim pelatih akan segera melakukan pemulihan usai laga pekan ke-17 tadi. Sementara, sejumlah pemain yang cedera juga sudah mulai membaik. Seperti Slamet Budiono yang sudah mulai latihan. 

“Saya bersyukur hari ini tak ada yang cedera lagi. Mudah-mudahan ada yang terbaik. Harapannya lebih ke individu pemain saja untuk menjaga kondisi fisik,” ujarnya.

Video: Jadwal Pertandingan Kedua Liga Champions Minggu Depan
 

(RIZ)

PSS Sleman Susah Payah Kalahkan Persiba Balikpapan

Sleman: PSS Sleman susah payah mengalahkan tamunya Persiba Balikpapan dalam laga lanjutan Liga 2 di Stadion Maguwoharjo Sleman, Yogyakarta, Kamis 20 September 2018. PSS menang tipis 1-0 lewat sepakan penalti Ichsan Pratama pada babak kedua.

Pertandingan babak pertama cukup berimbang. Kedua tim bisa saling menembus dan membahayakan pertahanan lawan. 

PSS yang mendapat peluang pertama pada menit keempat. Namun, sepakan dari luar kotak penalti Bagus Nirwanto melebar di kanan gawang Persiba yang dikawal kiper Fajar Setya Jaya. 

Hampir setengah jam laga berjalan, PSS kembali mengancam lewat Rangga Muslim. Sepakan jarak jauh Rangga dari sisi kanan pertahanan Persiba hanya membentur mistar gawang. 

Pada menit 35, Persiba giliran mengancam lewat sepakan Rosi Noprihanis. Sayang, sepakan bebas mantan pemain PSS ini bisa ditepis kiper Ega Rizky. 

Sejumlah peluang terus diciptakan kedua kesebelasan. Namun, skor sama kuat 0-0 bertahan sampai turun minum. 

PSS kembali berupaya menyerang saat bermain di hadapan puluhan ribu pendukung mereka. Menit 47, sepakan keras Arie Sandi diblok kiper Persiba. Bola muntah yang membentur Rifal Lastori hanya menghasilkan tendangan gawang untuk tim tamu. 

PSS mendapat peluang emas pada menit 50 lewat sundulan Cristian Gonzales. Serangan ini bermula dari umpan lambung Rangga disambut sundulan Gonzales. Sayang, sundulan pemain naturalisasi ini membentur tiang dan berada di pelukan kiper Persiba, Fajar Setya. 

PSS akhirnya membuka keunggulan saat pertandingan memasuki menit 59. Situasi ini bermula saat Rangga dilanggar pemain belakang Persiba. Ichsan Pratama yang maju sebagai eksekutor sukses memperdaya kiper Fajar Setya. PSS unggul 1-0 atas Persiba. 

Setelah tertinggal, Persiba terlihat banyak menekan. Misalnya pada menit 61. Dari umpang lambung Beni Oktovianto, Rosi mendapat peluang. Namun, kesempatan itu tak bisa dimaksimalkan Rosi. 

Tak lama setelah itu, tusukan Beni berhasil memperdaya barisan belakang PSS. Sayang, sontekannya bisa dibaca kiper Ega Rizky

PSS ganti mendapat momentum menggandakan keunggulan pada menit 65. Kerja sama Gonzales, Ilhamul Irhaz diakhiri dengan sepakan keras Rifal Lastori. Namun, sepakan Lastori tersebut bisa dihalau kiper Fajar Setya. 

Baik PSS maupun Persiba tetap kesulitan mencetak gol. Bahkan, beberapa kali peluang PSS digagalkan tiang dan mistar gawang. Sebaliknya, Persiba juga tak cukup bagus dalam penyelesaian akhir. Masuknya striker Orock Charles Oven Njok pada babak kedua juga tak memberi dampak signifikan bagi Persiba. 

Baca: Terkait Sanksi Ronaldo, UEFA Tunggu Laporan Wasit Felix Brych

Dalam catatan statistik pertandingan, tak banyak peluang tercipta dalam laga itu. Hanya ada tujuh tembakan tepat sasaran, tiga dari PSS dan empat dari Persiba. Sementara, PSS hanya unggul dalam penguasaan bola, 54 persen berbanding 46 persen dengan Persiba. Sampai peluit pertandingan berakhir, PSS unggul 1-0.

Pelatih Persiba Haryadi mengatakan, pertandingan berlangsung menarik dan enak ditonton. Ia mengaku menginstruksikan para pemainnya lebih banyak bertahan. “Kami tahu tuan rumah seperti apa, sehingga sudah kami antisipasi,” kata Haryadi.

Haryadi juga tak yakin pemainnya melakukan pelanggaran terhadap Rangga. Ia menilai, posisi di lapangan 50-50. “Tapi inilah sepa kbola,” ujarnya. 

Pelatih PSS, Seto Nurdiyantoro mengatakan, timnya menjalani laga berat karena kalah dalam aliran bola dan beberapa kali salah passing. Selain itu, sejumlah peluang PSS juga digagalkan mistar gawang. 

“Sempat berpikir, ada apa ini (peluang PSS digagalkan tiang gawang). Tapi kami beruntung menang 1-0. Kita syukuri,” tegasnya.

Dengan kemenangan ini, PSS menjaga posisi persaingan di papan atas klasemen sementara Liga 2 wilayah timur, dengan Madura FC. PSS dan Madura FC sama-sama mengoleksi 34 poin dari 17 pertandingan. Sebaliknya, Persiba terpaku di posisi delapan dengan raihan 17 poin. 

Susunan pemain:
PSS Sleman: Ega Rizky (GK); Amarzukih, Arie Sandi, Bagus Nirwanto (C), Rian Miziar; Yericho Christiantoko, Ilhamul Irhaz, Rangga Muslim; Cristian Gonzales, Ichsan Pratama, Rifal Lastori

Persiba Balikpapan: Fajar Setya Jaya (GK); Aang Suparman, Ary Achmad Syafari, Hery Susilo, Muhammad Rokani; Bryan Cesar Ramadhan, Ilhamsyah,  Mohamad Fadil Redian; Beni Oktovianto, Rodi Noprihanis, Siswanto 

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Timnas U-19 Gelar Latihan Jelang PSSI Anniversary Cup 2018

(ASM)

18 Klub akan Bersaing di Liga 1 U-19

Jakarta: PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah mengumumkan 18 peserta Liga 1 U-19 2018. Rencananya kick off kompetisi usia muda ini dimulai pada Sabtu 29 September 2018. Ke-18 klub terbagi dalam tiga grup, di mana masing-masing grup berisikan enam kontestan. 

Pada musim keduanya menggelar Liga 1 U-19, PT LIB mengakui ada beberapa perubahan dari format kompetisi dibandingkan musim lalu. Salah satunya adalah fase grup yang bakal berjalan dua putaran.

Kick off akan dimulai pada 29 September. Format akan berbeda karena akan menggunakan home tournament pada fase grupnya,” ujar Chief Operation Officer PT LIB Tigor Shalomboboy, usai menggelar manager meeting yang dihadiri seluruh peserta klub.

Baca juga: FIFA Hukum Tiga Anggotanya Seumur Hidup

Sriwijaya akan menjadi tuan rumah Grup 1. Sementara Bali United bakal menjadi host di Grup 2. Satu grup lagi, yaitu Grup 3 akan digelar di Malang dan Arema tuan rumahnya.

“Untuk Sriwijaya, mereka menyanggupi menggelar dua putaran. Sementara di Grup 2 ada Bali United yang akan menjadi tuan rumah putaran pertama dan Persib putaran kedua. Sedangkan di Grup 3, baru Arema yang akan menjadi tuan rumah putaran pertama. Sementara putaran kedua belum diputuskan,” sambungnya.

Nantinya PT LIB bakal menyediakan subsidi bagi klub yang akan menjadi tuan rumah. Setiap tuan rumah juga harus menyediakan dua stadion, karena setiap harinya bakal digelar dua pertandingan dalam waktu bersamaan.

Baca juga: Noktah Merah Karier Ronaldo di Liga Champions

“Tuan rumah akan mendapat subsidi Rp200 juta. Mereka wajib mengakomodasi transportasi kegiatan resmi tim lain. Seperti latihan maksimal dua kali, dan lain sebagainya yang bersifat resmi. Sedangkan setiap tim yang bukan tuan rumah akan mendapatkan Rp150 juta,” jelas Tigor.

Usai babak grup, lanjut ke babak delapan besar yang digelar pada 5 Desember hingga 11 Desember 2018. Sistemnya juga ada pembagian grup. Tiap grup diambil dari dua tim teratas babak penyisihan grup. Dua tiket lagi diambil dari tim peringkat tiga terbaik.

Tuan rumah delapan besar memang belum diputuskan. Sedangkan laga semifinal dipastikan menggunakan format kandang tandang. Finalnya digelar di tempat netral dan akan ditentukan oleh pihak PT LIB.
 
Baca juga: Terkait Sanksi Ronaldo, UEFA Tunggu Laporan Wasit Felix Brych

“Laga semifinal bakal berlangsung 15 Desember. Sementara final diselenggarakan pada 18 Desember,” lanjut Tigor.

“Setiap klub bisa mendaftarkan lima pemain U-21. Dari 30 pemain yang didaftarkan, tiap klub boleh mendaftarkan maksimal lima pemain kelahiran tahun 1998. Dengan syarat pemain tersebut pernah terdaftar di Liga 1 U-19 musim lalu,” tegas Tigor.

Berikut Pembagian Grup Liga 1 U-19
Grup 1:
PSMS Medan, Sriwijaya FC, Persija Jakarta, Bhayangkara FC, PS TIRA, PSIS Semarang
Grup 2: Persib Bandung, Persela Lamongan, Persebaya Surabaya, Madura United, Bali United, Barito Putera
Grup 3: Arema FC, Borneo FC, Mitra Kukar, PSM Makassar, Perseru Serui, Persipura Jayapura   

Rincian Hadiah:
– Juara 1 Rp300 juta.
– Runner-up  Rp200 juta.
– Ketiga Rp100 juta.
– Pemain Terbaik Rp50 juta.
– Top Skorer Rp50 juta.

Video: Timnas U-19 Gelar Latihan Jelang PSSI Anniversary Cup 2018
 

(RIZ)

PSIS Mengantisipasi Perubahan Strategi Perseru

Semarang: Setelah mengalami kekalahan dari Persija Jakarta, PSIS Semarang bersiap menjamu Perseru Serui di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Minggu 23 September 2018. 

GM PSIS Semarang Wahyu Liluk Winarto mengaku tidak ingin kehilangan poin dan menargetkan poin penuh. Bukan apa-apa. PSIS butuh tambahan tiga poin untuk keluar dari zona degradasi. 

Saat ini, PSIS masih tertahan di peringkat 17 dengan mengantongi 23 poin.

“Laga away kita dapat tiga poin yaitu melawan PSMS, itu pertama menang pada laga away. Kalau lawan Persija kemarin kita kurang beruntung. Lawan Perserui kita tidak ingin kehilangan poin,” kata Liluk di Semarang, Kamis 20 September.

Baca: Timnas Putri U-16 Indonesia Target Kalahkan Taiwan

“Kita ingin menang juga, agar melewati zona degradasi. Kita tahu kompetisi tahun ini di papan klasemen jarak poinnya tipis,” sambungnya. 

Liluk mengatakan, PSIS akan mengantisipasi perubahan strategi yang dilakukan Perseru. “Pada pertemuan kedua ini, Perseru melakukan perubahan. Ada pemain yang dicoret dan ada yang baru. Ini membuat Perseru dari segi permainan juga lebih bagus,” terangnya. 

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Timnas U-19 Gelar Latihan Jelang PSSI Anniversary Cup 2018

(ASM)

Pelatih PSM Sebut Operator Liga tak Adil

Bantul: Pelatih PSM Makassar Robert Rene Albert marah ke operator liga, meskipun timnya menang atas tuan rumah PS Tira di Stadion Sultan Agung Bantul, Yogyakarta, Rabu 19 September 2018. Ia merasa timnya memperoleh perlakuan tak adil di laga yang berkesudahan 1-2 untuk PSM itu. 

Saat melawan PS Tira, dua gol PSM dicetak Wiljan Pluim pada menit 70 dan sundulan Ferdinand Sinaga (83). Sedangkan gol PS Tira dicetak Aleksandar Rakic di pengujung babak pertama. 

“Saya tak mau banyak komentar soal pertandingan. Semua pemain sudah kerja keras dan jujur di lapangan,” kata Rene Albert selepas pertandingan. 

Baca juga: Setelah Ada Kesepakatan, Persib Vs Persija Batal Diundur

Ia mengatakan, kemarahan pertama soal PSM yang tak diizinkan menggelar latihan di Stadion Sultan Agung sehari sebelum melawan PS Tira. Mestinya, kata dia, tim tamu bebas menentukan jadwal menggelar latihan di kandang tim tuan rumah.

Kemarahan Rene Albert berikutnya adalah larangan mengikutsertakan kiper Imam Arif Fadillah. Ia merasa, kiper pinjaman dari Persib Bandung itu sudah tidak menjalani sanksi.

“Saya menjadi pelatih paling marah, kecewa dan bingung. Saat ditanya sampai di stadion ditanya pemain, kita ditolak mendaftarkan pemain kita (Imam). Kita hanya punya satu penjaga gawang (saat melawan PS Tira),” kata dia. 

Baca juga: Panpel Ingin Persib vs Persija Mundur, Ini Jawaban PT LIB

Ia mengatakan sudah mencoba minta penjelasan ke manajemen PSM. Menurutnya, Imam hanya dilarang ikut dua laga. Rene Albert merasa aneh karena tiba-tiba Imam mendapat tambahan hukuman. 

“Tiba-tiba dia (Imam) ada tambahan hukuman ekstra. Saya cek, bahwa kita tak pernah ada bukti tertulis (soal hukuman kepada Imam) yang ditujukan ke kantor (PSM) berkaitan dengan itu. Sampai sekarang surat tak ada,” katanya. 

Dengan situasi itu, PSM hanya menyertakan kiper Ricky Mokodompit untuk menjaga gawang, tanpa pengganti. Ia juga mengatakan, para pemainnya juga bingung dengan situasi itu. 

“Kalian bisa bayangkan kondisi pikiran pemain bingung. Kenapa mereka orang-orang melakukan ini ke PSM,” katanya.

Video: Laga Persib vs Persija Batal Diundur
 

(RIZ)

Kalah, Nil Maizar Keluhkan Fisik Pemain PS Tira

Bantul: Pelatih PS Tira Nil Maizar mengaku kecewa timnya ditumbangkan PSM Makassar di Stadion Sultan Agung Bantul, Yogyakarta, Rabu 19 September 2018 malam. Di laga pekan ke 22 Liga 1 Indonesia 2018 ini, tuan rumah PS Tira kalah 1-2 dari PSM. 

PS Tira unggul lebih dulu pada menit 45. Gol diciptakan striker Aleksandar Rakic lewat eksekusi penalti usai Ahmad Nufiandani dilanggar pemain belakang PSM. Sementara dua gol balasan PSM dicetak Wiljan pada menit 70 dan Ferdinand Sinaga (83). 

“Hasil pertandingan malam ini kurang bagus, kami kalah. Padahal kami sempat unggul lebih dulu,” kata Nil seusai pertandingan. 

Baca juga: Setelah Ada Kesepakatan, Persib Vs Persija Batal Diundur

Ia mengatakan timnya bermain cukup bagus pada babak pertama. Tak hanya mengimbangi PSM, PS Tira mampu memberikan tekanan kepada tim tamu. Setidaknya hal itu dibuktikan dengan terciptanya gol Rakic. 

Namun, Nil Maizar kecewa di babak kedua. Ia merasa kondisi pemainnya menurun. Bahkan, konsentrasi di lapangan buruk. 

“Gol kedua tim lawan karena ada miskomunikasi. Itu gol yang tidak bagus. Teguh (kiper pengganti) dan pemain belakang harus komunikasi dengan baik. Gol harusnya tidak terjadi,” kata dia. 

Baca juga: Panpel Ingin Persib vs Persija Mundur, Ini Jawaban PT LIB

Pemain asing PS Tira, Radanfah Abu Bakr mengatakan hasil pertandingan sangat mengecewakan bagi para pemain. Ia mengatakan ini tak bersahabat bagi pemain The Young Warriors. 

“Kami harus berbenah. Semoga pertandingan berikutnya insya Allah akan lebih baik lagi,” ujarnya. 

Dengan kekalahan itu, PS Tira tertahan di posisi 16 atau berada di zona degradasi. Kekalahan sekaligus memutus tren positif PS Tira pada dua pertandingan sebelumnya.

Video: Man City Berburu Start Sempurna Tanpa Aguero
 

(RIZ)

Persija Menang Susah Payah, Teco: Sesuai Target

Bantul: Persija Jakarta dengan susah payah menundukkan PSIS Semarang dalam pada laga pekan ke-22 Liga 1 di Stadion Sultan Agung Bantul, Yogyakarta, Selasa malam, 18 September 2018. Gol semata wayang Persija diciptakan Riko Simanjuntak pada menit 16. 

Pelatih Persija, Stefano Cugurra alias Teco menilai pemainnya sudah bekerja keras untuk bisa meraih kemenangan. Ia menilai, timnya layak untuk tiga poin krusial bagi timnya. 

“Pemain bermain cukup bagus. Kita bisa menang 1-0 dan sesuai target manajemen,” kata Teco selepas pertandingan. 
 

Baca: Dominan, Persija Jakarta Kalahkan PSIS Semarang

Teco mengapresiasi performa pemainnya di lapangan. Khusus pemain anyar Renan da Silva, Teco mengakus cukup puas. 

Hampir sepanjang pertandingan, pemain yang berposisi sebagai gelandang itu cukup rapi dalam membantu penyerangan maupun transisi ke bertahan.

“Renan dalam proses (adaptasi) dan cukup bagus. Dia belum lama datang ke dalam tim (dua bulan) dan bisa bekerja keras. Dia sudah main baik selama di tim,” ujarnya. 

Teco berharap timnya dapat lebih konsisten dalam menjalani laga lanjutan Liga 1. Pasalnya, calon lawan Persija berikutnya adalah Persib Bandung. 
 

Baca juga: Kericuhan Suporter Warnai Kemenangan Persija atas PSIS

Pemain Persija, Ramdani Lestaluhu mengatakan bersyukur timnya bisa mendulang tiga poin dalam dua pertandingan terakhir. “Mudah-mudahan kemenangan ini bisa berlanjut pada pertandingan berikutnya,” kata dia. 

Dengan kemenangan ini, Persija sukses mempertahankan superioritasnya atas PSIS. Sebab, pada pertemuan pertama, Persija juga menang dengan skor telak 4-1. 

Sementara, raihan tiga poin berhasil mengangkat posisi Persija ke peringkat ke empat klasemen sementara Liga 1. Persija kini mengoleksi 36 dan selisih lima poin dengan Persib Bandung sebagai pemuncak klasemen.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Pasangan Suami Istri Berburu Emas Asian Para Games 2018

(ACF)

Kericuhan Suporter Warnai Kemenangan Persija atas PSIS

Suasana di dalam Stadion Sultan Agung Bantul saat terjadi kericuhan di akhir laga Persija vs PSIS Semarang yang berkesudahan 1-0. (Foto: medcom.id/Ahmad Mustaqim)

Bantul: Laga tuan rumah Persija Jakarta melawan PSIS Semarang di Stadion Sultan Agung Bantul Yogyakarta, Selasa, 18 September 2018, berakhir ricuh. Kericuhan pecah beberapa detik jelang laga bubaran. 

Pertandingan kedua tim semula berjalan normal. Meskipun, tensi pertandingan cukup tinggi karena sejumlah pelanggaran keras terjadi di lapangan. 

Persija meraih kemenangan lewat gol semata wayang Riko Simanjuntak pada menit 16. Gol ini tercipta berkat sepakan dari luar kotak penalti tanpa bisa dijangkau kiper PSIS, Joko Ribowo.
 

Baca: Dominan, Persija Jakarta Kalahkan PSIS Semarang

Selepas gol itu, pertandingan menjurus keras. Pelanggaran dilakukan dari kedua kubu. 

Suasana mulai memanas saat kedua suporter menyanyikan yel-yel yang bernada memancing emosional. Situasi mulai pecah’ saat memasuki masa perpanjangan waktu. 
 

Baca juga: Barito Putera – Bali United Berbagi Angka

Beberapa saat sebelum peluit panjang berbunyi, aksi saling lempar benda tak terhindarkan di dalam stadion sisi selatan.  Dari tribun timur tengah, suporter Persija terus mendobrak pagar pembatas. Polisi yang berupaya menghalau sempat gagal. 

Suporter Persija kemudian mendesak suporter PSIS di sisi selatan. Tak lama kemudian, polisi langsung memberikan tembakan peringatan. Sejumlah suporter kemudian tumpah ke dalam lapangan. Kemudian, polisi mengeluarkan ribuan suporter dan sebagian menyelamatkan diri ke lapangan. 

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Pasangan Suami Istri Berburu Emas Asian Para Games 2018

(ACF)